Sunday, March 5, 2017

Liburan ke Museum Tekstil Sambil Belanja Bulanan? Bisa Dong!


Ketika harus memilih antara liburan keluarga atau belanja bulanan, manakah yang harus didahulukan? Quality time bersama keluarga itu penting. Belanja groceries juga penting karena stok sudah menipis. Opsi pertama, jalan-jalan kemudian pulangnya mampir ke supermarket. Biasanya setelah jalan-jalan, badan sudah lelah. Malas deh keliling supermarket. Opsi kedua belanja ke supermarket terlebih dahulu lalu jalan-jalan. Berarti belanjaan dibawa jalan-jalan? Kalau ditinggal di motor bisa hilang. Repot juga kan liburan membawa banyak tentengan. Kalau kamu, pilih yang mana?

Belanja kebutuhan sehari-hari dengan Honestbee tanpa mengganggu acara liburan keluarga


Mengapa pilih salah satu jika bisa melakukan keduanya sekaligus? Yup, minggu lalu, tepatnya 26 Februari 2017, saya sudah mempraktekkannya. Waktu itu saya dan keluarga beserta puluhan blogger bisa liburan ke Museum Tekstil, Jakarta sambil belanja bulanan. Eh, bukan berarti di museum ada supermarket lho. Kami dibantu oleh si lebah kuning yang manis bernama “Honestbee”. Yuk berkenalan dengan Si Honestbee.

Baca juga: Menjahit Clutch Bag dari Kulit Kayu Sulawesi Tengah Bersama Brother Indonesia

Hemat Waktu dan Biaya, Belanja dengan Honestbee

Belanja kebutuhan sehari-hari dari kebutuhan dapur, perlengkapan mandi, cemilan, sampai popok bayi biasa saya lakukan di awal atau akhir bulan (tergantung kapan invoice cair, hihihi). 

Saat belanja bulanan ada masalah yang pernah saya hadapi, seperti:
  • Belanja barang yang kurang prioritas hanya karena ada promo. So, saya membuat daftar belanjaan supaya keep on the track.
  • Anak mengambil barang yang tidak seharusnya dibeli. Sid tiap ke supermarket langsung mengambil susu dan membuka sedotannya. Kadang ia mengambil permen tanpa saya sadari sampai ditegur petugas kasir. Pernah juga ia menjatuhkan buah sampai penyok. Yasudah deh terpaksa bayar.
  • Di depan supermarket ada penyewaan mobil-mobilan. Mengapa oh mengapa??? Strategis banget tempatnya membuat Sid betah naik mobil-mobilan dan melupakan tujuan utama untuk berbelanja.
  • Menunggu cuaca bersahabat supaya tidak kehujanan atau saat matahari bersinar sangat terik jadi malas keluar rumah. Maklumlah saya dan suami kan geng motor alias kemana-mana naik motor.
  • Membawa hasil belanjaan segambreng dengan naik motor itu ribet. Apalagi saat belanja popok yang bulky. Cantolan tas kresek di kanan kiri menghiasi motor.
  • Suami dinas ke luar kota sehingga saya menggendong Sid sambil menyetir motor ke supermarket. Super ribet karena saya membagi fokus antara menggendong anak, menyetir, dan menjaga tas belanjaan supaya aman.
Sekarang ini sudah ada Honestbee untuk mengatasi masalah-masalah di atas. Honestbee menyediakan layanan belanja kebutuhan harian yang nyaman dan praktis melalui aplikasi di smartphone, semacam supermarket online.
 
Belanja melalui aplikasi Honestbee

Pada acara wisata belanja yang diadakan Kriya Indonesia minggu lalu, Tony dari Honestbee menjelaskan keunggulan dan cara berbelanja menggunakan aplikasi Honestbee. Honestbee sendiri sudah tersedia di Singapura, Hongkong, Taiwan, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia, Honestbee saat ini bekerja sama dengan supermarket Transmart Carrefour dengan cakupan wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok. Selain itu ada juga toko khusus seperti Michelle Organic Corner, Stevan Meat Shop, Javara, The Cook Shop, Hatten Wines, Sababay Winery, dan Meruya Pet Shop.

Saya dan para blogger yang hadir langsung belanja dari smartphone sebelum berkeliling museum. Nantinya setelah tour de museum, barang belanjaan akan dikirim ke museum. Namun karena kendala teknis, saya memilih agar barang dikirim ke alamat rumah saja. Saking semangatnya, saya pilih barang belanjaan tanpa sign up/daftar. Heuuu… harusnya saya mendaftar atau membuat akun terlebih dahulu di Honestbee kemudian log-in dan belanja. Untungnya barang-barang di cart saya masih ada setelah sign up.

Berbelanja dengan Honestbee itu simple. Langkahnya seperti ini:

1. Download aplikasi Honestbee (logonya lebah imut) di Google Play Store atau App Store.
2. Sign up dengan mengisi data diri
3. Log in
4. Pilih lokasi pengiriman
5. Mulai berbelanja dengan memilih item dan jumlah.
6. Pilih juga opsi bila barang habis, antara tidak menggantinya, memilih barang pengganti, atau asisten belanja akan menghubungi pelanggan lewat telepon atau SMS.
7. Beri instruksi tambahan di bagian “add instructions”.
8. Masukkan kode kupon promo bila ada.
9. Review barang belanjaan. Ada delivery fee Rp 10.000,- dan concierge fee Rp 10.000,- sebagai ongkos asisten yang telah membantu kita berbelanja.
10. Setelah selesai berbelanja, pilih check out.
11. Masukkan alamat lengkap pengiriman
12. Pilih waktu pengiriman. Paling cepat 1 jam setelah belanja hingga 7 hari ke depan.
13. Masukkan nomor telepon yang bisa dihubungi.
14. Pilih cara pembayaran, dengan credit card atau tunai.
15. Isi instruksi pengiriman (bila perlu).
16. Duduk manis menunggu barang belanjaan sampai J

Setelah langkah di atas, akan ada beberapa e-mail masuk sebagai bukti order dan nota setelah belanja.

Menunggu belanjaan dikirim ke rumah

Waktu itu saya dihubungi oleh shopper bee bernama Alfiza yang menjadi asisten belanja karena popok yang saya pilih habis. Saya pun mengganti dengan popok lain. Selain itu tisu pesanan saya ada kenaikan harga (Ia kirim fotonya. No pic=hoax). Wih sampai segininya ya padahal harga tisu cuma naik 2000 tapi tetap dikonfirmasi. Benar-benar sesuai nama Honestbee, lebah yang jujur.

Setelah shopper bee selesai berbelanja, Hendi sang delivery bee mengabarkan belanjaan saya siap dikirim. Belanjaan saya pun sampai di rumah dalam keadaan baik tanpa repot kepanasan atau menenteng tas di kanan-kiri. Langsung saya beri rating bintang 5 untuk shopper bee dan delivery bee. By the way, jika barang yang diterima kedaluarsa atau mutunya jelek (misal: sayur layu, buah busuk, atau telur pecah) bisa dikembalikan ke delivery bee untuk ditukar dengan yang bermutu baik.

Baca juga: Doodle Stasiun Bogor di Masa Depan Versi Saya

Seberapa Kenal Dirimu dengan Batik Indonesia?

Sementara Honestbee memproses barang belanjaan, sekitar 100 blogger yang hadir diajak piknik tour de museum. Kriya Indonesia yang memprakarsai acara ini mengerti banget ya kebutuhan para blogger yang #kurangpiknik. Piknik kali ini sambil mengenal lebih jauh ragam kain tradisional Indonesia di Museum Tekstil, Jakarta.

MUSEUM TEKSTIL
Jl. Aipda KS Tubun No.2-4 Jakarta Pusat
(Dekat dengan Stasiun Tanah Abang dan pusat perbelanjaan Tanah Abang Blok G)
Telp: (021) 560 6613
Fax : (021) 565 4401
Website: www.museumtekstiljakarta.com
Buka Selasa – Minggu Pukul 09.00 – 15.00 WIB (kecuali Senin dan Hari Besar Nasional)
Tiket Rp 5.000,- (dewasa); Rp 3.000,- (mahasiswa); Rp 2.000,- (pelajar/anak-anak)

Mis Ari, Satuan Pelaksana Informasi dan Edukasi Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta, menjelaskan sejarah Museum Tekstil. Museum ini merupakan cagar budaya yang dibangun pada abad 19. Awalnya museum ini rumah pribadi seorang berkebangsaan Perancis lalu ditempati konsulat Turki. Saat masa kemerdekaan, museum ini ditempati BKR (Barisan Keamanan Rakyat). Di era kepemimpinan Gubenur Ali Sadikin, bangunan ini diubah menjadi museum dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada 28 Juni 1976.
 
Astri Damayanti dari Kriya Indonesia, Mis Ari dari Disbudpar DKI Jakarta, dan Fany pemandu wisata

Pada awal berdiri, museum ini memiliki 500 koleksi lembar kain. Sekarang sudah makin berkembang mencapai ribuan kain tradisional. Pengelompokan koleksi dibedakan menjadi kelompok (1) kain batik; (2) kain tenun; (3) kain tanpa tenun dan tanpa batik (sasirangan, jumputan, rajutan, kain kulit kayu), (4) busana tradisional maupun busana desain saat ini yang terinspirasi dari busana tradisional; dan (5) peralatan membatik maupun menenun dari seluruh Indonesia. 

Museum ini menampung ide untuk menggelar pameran supaya masyarakat makin kenal dekat dengan kain Indonesia.  Museum juga melaksanakan workshop dan seminar edukatif seperti workshop membatik dengan biaya Rp 40.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp 75.000,- untuk wisatawan mancanegara. Rencananya September 2017 akan digelar pameran batik Irwan Tirta dalam rangka memperingati Hari Batik.

Selama berkeliling gedung utama, kami dipandu oleh tour guide bule bernama Fany. Saya pikir Fany pengunjung museum ternyata dia yang menjelaskan koleksi batik yang ada lengkap dengan ciri khas masing-masing. Fany sudah fasih berbahasa Indonesia meski baru beberapa bulan tinggal di sini. Ia pun berani menjadi volunteer guide. Duh, saya malu sebagai warga asli Indonesia kurang mengenal budaya sendiri.

Batik Cirebon dengan ciri khas motif daun, naga, dan awan

Batik Pekalongan lebih berwarna-warni. Batik Pekalongan berselerakan Cina (batik encim), Belanda, dan pribumi

Batik Lasem dengan corak yang terinspirasi dari keramik

Batik Tuban khas dengan titik-titik. Desa Kerek, Tuban terkenal dengan kerajinan membatik hingga sekarang

Batik Pekalongan yang berselerakan Cina

Blouse dan rompi batik pesisir karya Asmoro Damais

Batik Indramayu khas dengan warna biru. Batik ini dibuat oleh perempuan yang umumnya menunggu suami pulang dari melaut

Alat membatik seperti canting, cap, lilin, kompor,dan pewarna alam


Setelah itu kami berpindah ke Galeri Batik yang terletak di samping gedung utama. Galeri Batik diresmikan pada 2 Oktober 2010, bertepatan dengan Hari Batik. Galeri dibawah kelolaan Yayasan Batik Indonesia ini berisi berbagai macam koleksi batik yang terdapat di Indonesia seperti batik dari Sumatera, Jawa barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Subhanallah, motif batik-batik yang ada sangat beragam dan indah.

Ini ketiga kalinya saya ke Museum Tekstil namun baru kali ini saya berkeliling dipandu tour guide. Saya menjadi tahu sejarah dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya kain tradisional, dari penjelasan pemandu. Sekadar ide untuk Museum Tekstil supaya berlibur ke museum semakin seru yaitu tiap pengunjung diberi kertas berisi beberapa pertanyaan seputar koleksi museum. Jadi pengunjung bisa berkeliling sambil mencari jawaban dengan membaca penjelasan di museum maupun pemandu. Di akhir tur, pengunjung dapat menukarkan kertas jawaban dengan merchandise seperti pin dan sertifikat.
 
Koleksi di dalam Galeri Batik diawali dengan batik Solo dan Jogja

Koleksi batik Jawa Timur

Cap untuk motif batik cap

Baca juga: Melukis? Di Kain Kulit Kayu? Oh No!

Demo Memasak oleh Chef Jun “Resep Dapur Ayah”

Sekitar satu jam kami mengenal lebih dekat koleksi kain tradisional di Museum Tekstil. Kami pun beranjak ke bagian belakang museum, dekat Taman Pewarnaan Alam. Di sana sudah ada bahan-bahan masakan yang tertata di sebuah meja putih. Sambil menunggu waktu makan siang, Chef Jun dari Resep Dapur Ayah akan mengadakan demo masak kuliner Indonesia.

“Bahan-bahan untuk menu masakan hari ini dibeli menggunakan Honestbee,” ujar Chef Jun.

Menu pertama yaitu Ayam Rica-Rica khas Sulawesi. Bahan-bahan seperti ayam, cabai, serai, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, juga jahe diolah dengan cepat. Proses memasaknya sederhana, hanya membutuhkan waktu 30 menit. Sebelum diberi bumbu, ayam direbus setengah matang. 

Selanjutnya untuk dessert, Chef Jun membuat kreasi Puding Sarikaya Gula Merah yang dibuat dari campuran air, santan, gula jawa, dan telur. Pudingnya legit dan manisnya pas.

Demo memasak oleh Chef Jun

Ayam Rica-Rica

Puding Sarikaya Gula Merah

Para blogger langsung menyerbu Ayam Rica-Rica yang sudah matang. Rasa lapar setelah tour de museum membuat menu ini cepat habis. Saya tidak berani mencoba karena tidak suka pedas. Dari raut wajah teman-teman blogger nampak puas dengan hasil masakan pemilik instagram @resepdapurayah.

Sebelum acara ditutup, Tony dari Honestbee memberi tahu bahwa kurir Honestbee sudah datang dengan belanjaan yang dipesan di awal acara. Aih, tak terasa piknik di Museum Tekstil telah usai, belanja bulanan sudah beres, dan perut kenyang setelah makan siang. Liburan ke Museum Tekstil Sambil Belanja Bulanan? Bisa Dong!

Barang belanjaan sudah sampai diantar oleh delivery bee


36 comments:

  1. Benar tuh kakak, kalo pergi belanja cuaca harus terang dulu. Kalo ada honestbee jadi lebih mudah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Musim hujan seperti sekarang jadi aman-aman aja belanja karena dibantu Honestbee

      Delete
  2. Ajiib , wisata ke museum sekalian belanja di Honestbee +dapat bonus ya lihat chef Jun masak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya wisata belanja langsung kenyang deh. Mba Ria kok ga kelihatan?

      Delete
  3. aku juga udah nyobain belanja dengan aplikasi honestbee, asik banget, cukup nyantai2 di rumah sambil maen sama anak, belanjaan datang dan benar2 sesuai keinginan karena staff honestbee belanja seolah2 buat diri sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, setelah pilih belanjaan aku bisa nyapu ngepel masak sambil nunggu kurir kirim barang. Kerjaan lebih cepat selesai.

      Delete
  4. Suka duka bukibuk yang udah punya anak ini kayaknya samaan sama sepupuku. Baru nyampe depan supermarket udah ditodong naik gajah-gajahan sama anaknya. Selesai belanja giliran bapaknya kelelahan minta makan, hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha betul ini. Kalau ke supermarket aku siasati lewat jalan yang jauh dari mobil-mobilan supaya Sid ga nyadar. Hahahah

      Delete
  5. pengen belanja pake honestbee moga ditempatku segera ada ahahhaa
    batiknya cakep2 makananya juga hmmmm enakkkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Wilayah Honestbee makin luas ya supaya makin banyak orang terbantu urusan belanja belanji

      Delete
  6. Wow motif batiknya cakep-cakep.
    Btw di tempatku belum ada honestbee. Praktis banget ya belanja via honestbee ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Batik Indonesia cakep-cakep kan. Bangga deh dengan kekayaan budaya yang satu ini

      Delete
  7. Sekali dayung 2 3 pulau terlampaui ya Mbak :) ke musium sisan belanja, asik banget tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes banget nih mba. Liburan, belajar masak, dan belanjaan beres

      Delete
  8. Batiknya apik-apik bikin pengen memilikinya hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Koleksi batik dari seluruh Indonesia cakep-cakep yaa. Ada yang motif merak ingin ku bungkus aja deh

      Delete
  9. Duh di Batam udah bisa belum ya pakai honestbee?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum, tapi di Singapore udah. Kan deket :p

      Delete
  10. Seru banget pikniknya mbaa. Apalagi sambil belanja. Hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga perlu repot muter-muter supermarket, udah dibelanjain sama Honestbee

      Delete
  11. Acara jalan-jalan yang seru, dan tiba-tiba belanjaan sudah datang saja ya Mba Helena, Praktis dengan Honestbee :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Praktis. Jalan-jalan oke, belanjaan beres sampe ke tujuan.

      Delete
  12. Batik di museum tekstil itu kok bagus2 bangeet!! Aku blm pernah lho ngajak Raya jalan2 ke museum XD kapan2 aja aaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Motif batik Indonesia beragam. Cakep-cakep deh. Yuk Raya ke museum.

      Delete
  13. Serunya belanja sambil berkeliling ke museum, itu batiknya cakep2 euy...coba boleh dibawa pulang yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibeli dibeli... Souvenir shopnya jual batik apa gak ya?

      Delete
  14. aihhhhh, acaranya seruuuuu banget sik mbak, hiks bikin ngiri dan kangen :( Dicritain honestbee udh kebayang aja, syg masi terbatas wilayah ya..

    Suka sama cara museum tekstil utk bikin pengunjung merhatiin detil dgn jawab pertanyaan, smart way :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Prita ga ikutan yak?
      Eh itu ideku buat tour de museum supaya makin seru. Semoga aja jadi bahan pertimbangan :)

      Delete
  15. Nggak perlu ke mall, Sid juga nemu troli di museum..bisa buat bawa belanjaannya pula..hihi lucu..

    ReplyDelete
  16. Terimakasih banyak reportasenya, Lena, noted yaa

    ReplyDelete
  17. Seru amat yaaa jjs ke museum tekstil dan belanja pake honestbee..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wisata sekaligus belanja, asyik kan. Apalagi bisa berkumpul dengan banyaaak bloggers

      Delete
  18. wih acara yg seru bgt ya mbak, jalan2 sambil belanja, pake honestbee makin mudah aja

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena