Top Social

Menjahit Clutch Bag dari Kulit Kayu Sulawesi Tengah Bersama Brother Indonesia

Sunday, November 13, 2016
Hasil workshop clutch bag kulit kayu bersama mesin jahit Brother


Ketika Mbak Astri Damayanti, founder Kriya Indonesia, memberi info akan ada workshop menjahit clutch bag cantik dari kulit kayu, saya langsung tertarik. Menjahit? Yakin? Saya pikir awalnya bakal ditempel dengan lem. Hahaha. Maklum saya ga ada tampang maupun keahlian jahit-menjahit yang rapi. Seingat saya terakhir menjahit saat hamil (meski ada mitos wanita hamil dilarang menjahit). Waktu itu bersama sekelompok teman membuat souvenir dari flannel, itupun menjahit dengan tangan.

Namun yang membuat saya termotivasi untuk datang adalah bahan yang digunakan yaitu kulit kayu. Selama tinggal di Sulawesi Tengah, saya penasaran ingin berkunjung ke desa pembuatan kerajinan kulit kayu tetapi minim informasi. Ya, kerajinan kulit kayu ini ada di kabupaten Sigi dan Poso, Sulawesi Tengah. Kulit kayu yang dipukul-pukul hingga pipih dan rapat dibentuk menjadi baju, tas, hiasan dinding, dll. Pewarna yang digunakan adalah pewarna alami. Konon, orang-orang zaman dahulu menggunakan baju dari kulit kayu sebelum menemukan kain seperti sekarang.

Berbagai hasil kerajinan kulit kayu di Museum Tekstil
Baju dan tas ini juga dari kulit kayu. Cantik!

Akhirnya datang kesempatan langka ini pada 12 November 2016. Bertempat di Museum Tekstil, Jakarta, saya dan puluhan peserta workshop lainnya siap berkreasi dengan kerajinan khas Indonesia bersama Brother Indonesia.

Setiap peserta mendapat alat dan bahan berupa:

Alat:
Gunting
Jarum pentul
Mesin jahit Brother (dipakai di tempat aja, ga boleh dibawa pulang *hiks)

Bahan:
2 lembar kain kulit kayu
1 lembar kain motif songket (next mau coba pakai kain tenun Donggala dari Sulawesi Tengah)
2 lembar kain viselin ukuran 30 x 22,5 cm
1 lembar kain furing ukuran 30 x 22,5 cm
Kancing magnet

Alat dan bahan yang dibutuhkan (minus mesin jahit, kain furing, dan kancing magnet)

Step 1: Menyetrika

Setelah bahan-bahan dibagikan, saya antri menyetrika. Berhubung ini pertama kalinya ikut workshop menjahit, saya ikut-ikutan antri aja. Hahaha. Untungnya di sana beberapa peserta sudah ahli dalam menjahit jadi saya bisa banyak bertanya ini itu. Terima kasih ya!

Sambil menunggu antrian, mbak Fika menjelaskan macam kain yang dipakai. Kain viselin bahannya keras. Gunanya untuk melapisi supaya clutch lebih kokoh. Salah satu sisi viselin ini ada lemnya untuk merekatkan viselin dengan bahan lain. Nah, cara merekatkannya dengan disetrika. Kalau kain furing untuk bagian dalam clutch, seperti furing baju. Bahannya lebih tipis dan berjaring-jaring.

Ada 2 kelompok yang disetrika, inner dan outer. Inner terdiri dari 1 lembar kain furing dan 1 lembar kain viselin. Inner ini disetrika sampai kedua kain menempel. Kelompok kedua yaitu outer terdiri dari 1 lembar kain viselin, 2 lembar kain kulit kayu, dan 1 lembar kain motif songket yang disusun seperti gambar. Setrika bagian atas kulit kayu hingga menempel kemudian balik dan lanjutkan menyetrika bagian belakangnya (kain viselin). Tehnik menyetrika kain ini harus telaten supaya kain menempel lurus dan rapi. Selain itu bisa gunakan jarum pentul supaya kain tidak bergerak ke sana-kemari saat disetrika.

Kiri outer, kanan inner

Diberi jarum pentul supaya anteng saat disetrika

Menyetrika outer

Step 2: Menjahit outer

Masuk proses menjahit menggunakan mesin jahit Brother, saya celingak-celinguk lagi. Gimana cara menyalakan mesin jahit ini? Mana yang harus diatur supaya hasilnya rapi?

Lagi-lagi Mbak Fika datang sebagai malaikat penyelamat. Waktu itu saya pakai mesin jahit Brother Portable Free Arm tipe GS2500. Tombol on-off ada di samping kanan. Lampu LED kecil akan menyala di dekat jarum jahit, enak untuk memudahkan pencahayaan. Di bagian kanan atas ada roda pengaturan yang di-set di antara angka 1 dan huruf F, supaya hasil jahitannya rapat. Ada 25 model stitches yang lucu-lucu tetapi kali ini saya pakai nomer 11.

Bagian pertama yang dijahit yaitu kain kulit kayu dengan kain motif songket. Werrr…saya injak pedal dan jarum mulai bergerak ke kanan dan ke kiri sesuai bentuk stitch. Beberapa kali saya berhenti sambil mengecek kerapian jahitan. Ini jahitan kok seperti bajaj, belok sana-sini. Harus lebih telaten lagi.

Mas Jun fokus menjahit. Hasilnya lebih rapi dari jahitan saya.

Bagian yang saya tunjuk itu ada pisau kecil untuk memotong benang. Ga repot cari gunting deh.

Step 3: Memasang kancing

Sepasang kancing magnet terdiri dari bagian tipis dan bagian tebal (sebut saja begitu). Bagian tipis dipasang pada inner, sedangkan bagian tebal dipasang pada outer. Letaknya dikira-kira saja tetapi jangan terlalu pinggir karena akan menyulitkan saat menjahit pinggiran.

Melihat Mbak Astri mencontohkan cara pemasangan kancing kok gampang banget. Gunting kres, kres, untuk lubang lalu pasang. Begitu saya coba sendiri, jarak lubangnya kejauhan. Perbaiki sedikit dan kancing sudah terpasang dengan baik.

Step 4: Menjahit outer dan inner

Inilah saat menyatukan outer dan inner yang telah lama terpisah. Pertama, susun keduanya lalu jahit bagian atas dan bawah. Saya mencoba memakai stitch nomer 17 berbentuk zig-zag. Kedua, lipat clutch (seperti gambar) kemudian jahit bagian samping kanan dan kiri. Kali ini saya memakai stitch nomer 16 yang zig-zagnya lebih rapat.

Dilipat membentuk seperti amplop
Bentuk stitch yang saya pakai

Step 5: Finishing

Hampir selesai! Sekarang menggunting kain viselin yang tidak terpakai di sisi kanan dan kiri. Rapikan juga bagian lainnya. And this is it…a bark-cloth clutch bag by Helenamantra. 

The one and only bark-cloth clutch bag by Helenamantra
Untuk first trial ini jahitan masih banyak meletot tapi saya bangga bisa membuat clutch sendiri. The one and only in the world, hehehe. 

Harapan saya di Palu, Poso, atau Sigi ada workshop serupa yang sifatnya permanen. Turis domestik maupun mancanegara banyak lho yang berkunjung ke Sulawesi Tengah. Sambil berwisata, mereka bisa mengikuti workshop dan membawa kenang-kenangan unik buatan sendiri.

Para peserta sibuk menjahit
Terima kasih untuk Mbak Astri dan Brother Indonesia yang sudah memfasilitasi workshop ini. Sebagai pemula, saya sangat terbantu menjahit dengan mesin jahit Brother karena mudah menggunakannya.

Update (23/11):
PT. Brother International Sales Indonesia sedang mengadakan kampanye 1000 testimoni Brother untuk Indonesia yang berlangsung hingga 30 April 2017. Pernah menggunakan produk Brother? Ga cuma mesin jahit, produk lain seperti printer, printer label, scanner, atau mesin bordir juga boleh. Ikut kampanye ini bisa dapat hadiah sekaligus beramal, lho. Caranya cukup dengan memberi testimoni pengalaman menggunakan Brother di www.promobrother.com.

Setiap 50 testimoni yang terkumpul, Brother Indonesia akan memberikan 1 produk pada komunitas atau institusi sosial terpilih. Sedangkan untuk pemberi testimoni terbaik bisa mendapat voucher belanja juga produk Brother. Info selengkapnya langsung aja cek promobrother.com ya! Saya mau isi testimoni juga ah, semoga dapat mesin jahit Brother. 




Oh ya satu lagi. Mau komunitas atau institusi sosialnya mendapat produk Brother? Join kampanye Berani buat Perubahan oleh Brother Indonesia (periode 15 November 2016 - 30 April 2017). Ceritakan tentang komunitasmu (atau di sekitarmu) yang membutuhkan Brother. Contohnya pemberdayaan ibu-ibu PKK yang membuat kreasi dari kain perca, dst. Tulis ceritamu di promobrother.com ya. Good luck!

45 comments on "Menjahit Clutch Bag dari Kulit Kayu Sulawesi Tengah Bersama Brother Indonesia"
  1. ih gampang juga ya sebenarnya jait2an gini. clutchnya tsakep. entah kenapa aku kok dari dulu ga suka jait. kalau kertas2 kardus2 suka xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Simple kok. Main di motif dan bahan supaya menarik.
      Nah bikin workshop DIY permainan anak dong mba Echa

      Delete
  2. Clutchnya cantik banget mbak, modelnya simple tapi manis apalagi buatan sendiri. Jadi ingat duu pernah belajar jahit tapi makai mesin jahit yang manualu, ngayuh pakai kaki, hehehe. Enak nih kalau bisa punya mesin jahit dari Brother tinggal tekan tombol On Off aja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama...dulu banget pernah pakai mesin jahit manual. Yang ini lebih gampang

      Delete
  3. Memakai Clutch Bag bikinan sendiri itu punya kepuasan sendiri ya mbak. Semakin ke sini acara-acara untuk para blogger semakin banyak manfaatnya. Kerembangan acara menjahit bersama ini. Bisa jadi ide peluang baru bekerja dari rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku seneng banget bisa ikut acara blogger yang nambah skill seperti ini.

      Delete
  4. Bagus ya hasilnya..
    Nampaknya seru bgt dgn kegiatan jahit menjahit ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Next time ikutan aja. Rajin cek timeline mba Astri

      Delete
  5. bagus sekali motifnya..
    kapan lagi diadakan nih?
    terima kasih

    ReplyDelete
  6. waduuuh .. pengen deh jahit dan punya sendiri clutch etnik seperti ini
    cantik lho mbak buatanmu

    ini workshopnya di teras depan ya?
    udah lama deh nggak main ke Museum Tekstil, jadi kangen

    ReplyDelete
  7. keren Mbak!
    saya malah baru niat mau belajar jahit
    di rumah ada mesin jahit, tapi gak bisa menggunakannya, hihihi...

    ReplyDelete
  8. Oke fix, aku gak bisa jahit kurus, kurang telaten. Huaaa...padahal udah pakai Mesin Jahit Brother yang mudah banget cara pemakaiannya yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...namanya juga masih belajar, mba. Coba beli mesin jahitnya supaya sering latihan di rumah

      Delete
  9. Bagusnyaaaa, keliatan elegan. Duh aku suka sama etnik2 begini, dipakai ke acara formal cakep banget <3

    ReplyDelete
  10. Hasilnya bagus, masih lebih rapi dibanding jaitan saya (soalnya emang bener2 ga bisa lurus kalo jait padahal pake tangan). Dan ternyata itu model zigzag gitu malah bisa jadi kaya aksesoris ya, semacam pattern yang mempercantik si clutchnya. By the way, itu bajunya kan dari lapisan kayu juga ya, apa ga keras? Atau justru fleksibel yaa lapisan kayunya? Jadi penasaran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba ipeh, itu sebenarnya juga meletot sana-sini, heheh.
      Kalau bajunya ga gitu keras tapi kaku, ya karena kulit kayu. Mampir ke museum aja, banyak koleksinya

      Delete
  11. Keren clutch dan bajunya. Itu kalau mau praktek sendiri beli bahan lapisan kayunya dimanakah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Astri punya segulung. Aku ya lupa nanya kalau beli di mana. Haruskah ke Sulteng

      Delete
  12. wah, keliatannya mudah ya mba, tapi belum tau kalo udah diconain. Hasilnya juga bagus

    ReplyDelete
  13. Akuuu...belum pernah njahit sekalipun! Wkwkwk. Njahit pake tangan lumayan sering, karena dulu ikut home industri sama ibu2 RW bikin aneka hiasan dari flanel. Toples, tempat tisu, gitu3 deh.
    Tapi kalau njahit pake mesin belum pernah nyoba.

    Btw sekarang njahit lagi ngehits ya, salah satunya karena mesin jahit yang sekarang praktis dan harganya juga terjangkau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba, aku pernahnya jahit kain flanel. Itupun hasilnya ga konsisten, ada yang rapat, ada yang renggang. Heheh

      Delete
  14. Keren nih, mb.aku sering lihat karya mak asti wara wiri di beranda

    ReplyDelete
  15. Mba helena hasilnya bagus banget mba , rapii gitu , aku kemaren juga ikut workshop jahitnya tapi punya aku gak rapi agak miring tapi sukaa hehehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun itu miring-miring lho punyaku, hihi...

      Delete
  16. mesin jahitnya cakep:) seneng pastinya ya menggunakan ethnic clutch satu2nya buatan sendiri pulak :) kl bikin lagi, saya pesen ya :))))

    ReplyDelete
  17. Pemula tapi rapi gitu hasilnya. Kereen mbak Helen (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih perlu banyak belajar supaya rapiii

      Delete
  18. aduh aduhhh bikinin saya satu lagi dong mb helena hahha yg warna ungu kikik

    ReplyDelete
  19. gampang banget ya ngejait pake Brother, eh tapi klo gak pake feeling ngejait itu gak bisa rapi juga sih hehe.. seru acaranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaga mood supaya hasilnya bagus. Made with love gitu

      Delete
  20. Saya baru tau kalau kulit kayu itu bisa dijahit, hehe... Hasil clutch-nya jadi lebih keren.

    ReplyDelete
  21. Bagus mba helenamatra cluth bagnya lebih besar dari punya saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya menjahitnya yang kegedean, hehehe

      Delete
  22. Bagus mba helenamatra cluth bagnya lebih besar dari punya saya

    ReplyDelete
  23. aku jd penasarn mba pengen cobain mesin jahitnyaa... akupun blm pernah jahit2 begini.. tau sendiri mesin jahit yg dulu2 itu ribetnya gmn ;p.. tapi kayaknya Brother ini anti gagal ya untuk orang2 pemula kayak aku sekalipun ;p..

    bagus ih clutchnya... aku jg baru tau kulit kayu bisa dibikin baju juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener nih, anti gagal. Mesin jahit Brother udah canggih. Sangat membantu buat pemula seperti aku.

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature