Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Image Slider

Memperjuangkan Hidup atau Hidup Untuk Berjuang?

Wednesday, May 30, 2012
copas abis dari blog sodara seperjuangan
iseng blog walking dan menemukan tulisan menakjubkan ini
untuk dipikirkan semua orang:

Kalimat dari sang lulusan SD

22 08 2010
Sambil mengunyah roti saya melakukan percakapan basa-basi dan keakraban dengannya, hingga satu pertanyaan yang mengubah alur obrolan malam itu.
“Neng, jurusan apa?”
“TI, Pak. Teknik Industri! Baru aja tahun ke-dua”
Gedung TVST ITB
Selasa, 4 Mei 2010
Menunggu latihan untuk Pagelaran Seni Budaya, sengaja saya hampiri pedagang roti di pinggir area latihan. Terbesit keinginan mengobrol dengannya.
(ngomong-ngomong kenapa saya suka banget sih ngobrol sama pedagang? Mbok ya Pak Rektor ngono loh yang diajak ngobrol.)

“Cuma ada dua hal yang kita lakukan di dunia, neng. Memperjuangkan hidup, atau hidup untuk berjuang. Beda loh neng, kalo yang memperjuangkan hidup, kita mah bekerja terus untuk mencari uang, buat makan sendiri sama keluarga. Gitu aja terus neng, gak pernah berbagi buat yang lain. Beda lagi kalo hidup untuk berjuang. Dia mah hidup tuh untuk berbagi sama orang lain juga. Mencari ilmu neng, termasuk berjuang. Sama kayak neng sekarang di ITB kan mencari ilmu, kan ya?

Tinggal sekarang, ilmu yang bagaimana yang digunakan untuk berjuang. Itu juga beda loh neng. Kalau neng mencari ilmu di Teknik Industri, terus nantinya bekerja untuk perusahaan, apalagi perusahaan asing, terus dapat uang untuk makan sendiri dan keluarga, itu sama saja dengan neng memperjuangkan hidup.
Tapi coba kalau neng lulus terus bikin industri sendiri. Atau membantu menyebarkan produk Indonesia biar negara kita jadi terkenal di dunia, biar gak kalah sama produk dari Cina. Waah, itu baru yang namanya neng menggunakan ilmu untuk berjuang.”

Ini adalah obrolan paling bermutu yang pernah saya lakukan di sekitaran ITB dengan seorang pedagang. Ialah Pak Edo, pedangang roti lulusan SD yang sukses melobi pihak Ikatan Alumni ITB untuk memberikan beasiswa pada anaknya karena ia berkeinginan menyekolahkan anaknya di ITB. Pedagang yang ingin membuat usaha budidaya udang di Subang untuk membiayai sekolah dua anaknya yang lain, dan pedagang yang mengatakan hal paling keren sebagai penutup:

Kalau nanti udah lulus terus berusaha atau bekerja, jangan mengejar uang yang didapat, neng. Tapi coba kita berusaha dulu yang baik, bekerja dengan bagus, baru kita dibilang pantas dapat uang. Karena kalo ujung-ujungnya neng mengejar uang, ya balik lagi atuh jadi orang yang memperjuangkan hidup. Padahal kita harus apa coba neng?

berkata saya dengan mantap: “Hidup untuk berjuang, pak!”

“Naah, gitu atuh. Itu baru namanya anak ITB yang cerdas, neng!”

Closing Ceremony of Mayday Project

Monday, May 28, 2012
Bagian penutup ini hanyalah menutup mayday project dan membuka project project lainnya. Mau kemana lagi ya? Menabung dulu di dana liburan supaya bisa libur tanpa berutang.

This amazing journey teach me a lot! I see more, think more, hear more, feel more, bless more.

Setiap melihat terminal atau stasiun atau masjid, Langsung terpikir apa bisa numpang mandi di situ ya? Ada tempat penitipan tas di situ? Gratis kah? Meskipun..toh aku bertemu ribuan orang baru tiap hari, belum tentu bertemu mereka besoknya lagi, mereka ga tau kemarin aku pake baju apa, udah mandi apa belum, jadi kenapa harus bingung mandi dan ganti baju? Well, ini quote bodoh yang aku lontarkan ke teman temanku. Yah sebenarnya mandi itu buat kebersihan diri sendiri karena udah lengket kena keringat, supaya segar dan sehat. Kalo memang tidak memungkinkan buat itu, ditahan ya, at least cuci muka dan siram wewangian supaya ga bikin polusi bau badan :p

Destinasi yang aku pilih, 3 negara itu dalam satu Minggu memang tempat yang sudah sering dikunjungi.  Namun setiap perjalanan adalah spesial. Buatku yang harus mengumpulkan rupiah demi rupiah buat bisa pergi ke luar negeri, Menempuh perjalanan sendiri kemudian bertemu orang orang baru setiap hari adalah keasyikan tersendiri. Bisa berinteraksi dengan local people, mikir dengan uang pas pasan gimana bisa survive, arrange itinerary, lebih seru daripada ikut tur. It wasn't easy but possible to do.

Karena sedang di negeri orang, aku sangat sering bertanya. Merepotkan orang lain karena aku ga menguasai daerah tersebut. Ga perlu malu, bertanya menunjukkan suatu kerendahan hati bahwa aku mengakui diriku belum tahu segalanya dan aku mau tahu itu. Hal ini aku pelajari dari buku #UltimateU by @ReneCC.
 
Saat Seharian di Thailand tanpa signal BB, explore kota sendiri sambil mikir, aku ini ribuan kilometers dari rumah tanpa ada komunikasi. Kalo terjadi apa apa, aku ga tau keadaan mereka dan sebaliknya. But I wasn't afraid. Di setiap perjalananku I am not really alone. Ada Allah yang menjadi teman diskusiku, where are we going next?













@helenamantra

MAYDAY project day 8: Malaysia (Melaka - LCCT) :')

19 Mei 2012

01.00
Sampai hotel. Super capek dan ngantuk. Begini nih orang udik kalo di kasur empuk, malah ga bisa tidur. Mumpung ada WiFi, main dulu lah.

05.30
Bangun, dipamiti mbak Nurul yang mau berangkat ke Sin. Mata sepet tapi ga bisa tidur lagi. Download aja lah, inetnya kenceng nih. Beberes trus mandi.




Narsis Terselubung - do u know?
Muzium Maritim
Meet the astronaut
09.00
Check out. Otw Cyberjaya dengan duo maut, Mas sars dan Mas arik. Makan roti telur dan minum teh tarik. Roti telur itu roti cane yang di dalamnya ada telur ceplok, enak! Rekomendasi dari Mas sars.







10.30
Ke Melaka (lagi), naik Satria of Sars. Kali ini ke sisi lain, masuk Muzium Maritim RM 6, bentuknya kapal dan ada muzium yang isinya meteor. Padahal terakhir ke Melaka udah gempor keliling, Ternyata aku belum ke bagian yang ini. Foto foto a la boyband dan prewed :p mereka ini kocak banget. Dekat Muzium ada pasar pusat oleh oleh. Makan di situ, nasi warteg dan es teh. Cari oleh oleh, ada jajan kayak dodol/lempok RM 10, tas RM 20, kaos RM 13. Aku beli kaos aja, itupun duitnya ga cukup. Syukurlah ada bala bantuan, Thank Mas!


Surat Tilang buat Satria

Ke Melaka Sentral jemput temannya Mas sars trus kita balik ke tempat tadi. Dapat hadiah dari polisi diraja, kena tilang karena salah parkir! RM 30. Hoho,,sederetan mobil ini juga kena tilang deh, ada yang RM 60 malah. Bayarnya di MDMB yang letaknya tersembunyi di ujung dunia, fiuwh. Naik Melaka River Cruise dulu RM 15, 45 menit muterin Melaka naik boat. Sudah sore dan aku harus balik malam ini jadi kami otw ke LCCT. Sebelumnya bayar denda dulu. karena bayar di hari yang sama cuma kena RM 10. Sistem denda yang lucu, peace!

LCCT nun jauh di sana, Satria ngebuuuut tapi ga berasa kencangnya. Mungkin karena mobilnya kecil. Di tol ada kamera buat memantau batas kecepatan. Kalo ada yang melebihi batas 110 km/jam akan difoto dan besoknya melayanglah surat tilang ke rumah pemilik mobil. Keren! Oh ya di sini motor boleh masuk tol karena jarang sih orang yang pake motor, beda dengan Indo. Motor di sini juga jadul dan plat nomor depannya ditempel kayak stiker di depan motor.
Ngidam Wafel!

20.00
Eh kok udah sampe LCCT? Ga rela berpisah dengan Satria yang jagoan ini. See you Mas Mas keren dan super baik..
Bagian keberangkatan antarbangsa ga terlalu ketat. Taruh bagasi di kaunter, print ulang boarding pass (punya ku udah kucel). Keluar menuju imigrasi dan..teringat botol minumku masih ada di tas yang masuk bagasi! Aku taruh di samping pula, waduh bakal jatuh nih, mana itu persediaan air satu satunya. Balik ke kaunter tadi, ga boleh ambil bagasi, disuruh beli air minum aja. Duit saya cuma RM 2.30 Bang.. Melangkah gontai. Mengapa saya ceroboh sampai akhir??? Stempel imigrasi, ke waiting room. Sepanjang jalan aku lihatin toko toko yang jual minuman, berapa ya harganya? Apa ada yang mampu ku beli? Air mineral kecil RM 2.50 oh duit ku kurang dikit, apa bisa nawar ya? Nanya ke tempat lain malah RM 3.50 lupakan saja. Ada kran air macem di Sin kah? Ga ada. Eh lihat standing banner di pojok, air mineral RM 1.50 mau nangis rasanya. Aku bayar pake recehan..senang banget! Alhamdulillah ya Allah, saya ga haus! Duduk manis, makan cokelat yang dibawa dari rumah dan baru sempat makan sekarang, minum air penyelamat, sambil nunggu boarding time di T10.

21.20
Ada panggilan buat masuk pesawat. Btw cek boarding pass dan paspor berlapis lapis sampai 3x, jadi ribet. Meski seperempat jiwaku mau stay di sini, I have to go back to Indonesia. I promise, I will be here again. Masih banyak tempat yang belum dikunjungi, Langkawi, Penang, Taman Nasional, dll.
Masuk pesawat, ngantuk, udah ketiduran saat pramugari jelaskan prosedur keamanan. Terbangun saat dibagikan form imigrasi, nanti saja isinya, pulpen ada di cabin. Cek jam, udah 30 menit nih kok pesawat belum berangkat sih? Lama banget, nanti molor sampe Surabaya deh. Liat ke luar jendela, mikir mikir, ternyata pesawatnya udah terbang dari tadi --" tidur ku nyenyak sampai ga berasa waktu take off, hahaha.

23.45
Landing, hello again Indonesia! Cek imigrasi, ambil bagasi, isi form yang tadi, keluar deh. Pas bareng rombongan wisata jadi petugas bandaranya ga terlalu aware. Ibuku tersayang sudah menunggu, pulang deh sama ibu dan kakak.

What a wonderful world...

MAYDAY project day 7: Malaysia (Go Genting!)

Twin Tower at Night

18 Mei 2012

05.50
Bangun pagi, ga kuat kena kipas angin. Mandi aja keburu antri.

07.30
Check out duluan, pindah hotel. Yang lain bakal ke Sin malam ini tapi aku stay di KL, mau kopdar dengan teman lain. Janjian ketemu di KFC depan Pudu Sentral dengan Mbak Nurul, temannya teman yang sama sama liburan di KL. Hari ini kita mau ke Genting Highland! Beli tiket di Pudu sentral, naik bus Go Genting RM 11 (two ways) di kaunter no.27. Cable car masih maintenis padahal itu yang seru di genting :( harus balik sini someday nih.

08.30
Drop tas di Mayview Hotel, Jl Pudu Lama. Wow nginep di hotel! Naik lift! Kamarnya bagus, ada kasur gede empuk, kamar mandi dalam, hahah..norak deh ya. Btw ini juga dapat traktiran, jadinya nginep di hotel, ga pake S. Alhamdulillah. Trus sarapan martabak RM 7 di resto depan Pudu sentral sambil nunggu 3 teman mbak Nurul (mas Aad dan sepasang suami istri). Eh martabaknya tebal dan enak, dibungkus roti cane.
Genting Hi-land

09.30
Otw Genting. Satu bus dengan rombongan orang jawa yang kerja di KL, di construction. Aku duduk dengan anaknya, masih sekolah dan ngomongnya pake bahasa melayu. Ngobrol tentang sekolah di sini. Kalo sekolah negeri bayarnya setahun sekali dan murah (kalo ga salah paham ya). Bulan November dan Desember mereka libur panjang, ganti semester gitu sekalian Natal tahun baru. Jadi mending ga ke KL akhir tahun.
Genting letaknya di atas gunung, naiknya beraaat, viewnya bagus.

                        11.00
Sky venture
Eiffel inside
Sampai Genting. Udaranya dingin. Ada indoor dan outdoor theme park RM 50. Ga tertarik coba sih, udah dari USS. Masuk ke daerah First World Hotel, foto di maket Genting dan Candy and Chocolate Factory. Hotel ini dapat penghargaan sebagai hotel dengan kamar terbanyak 6118 rooms. Di dalamnya ada mall dan casino. Siangnya aku pisah dari mbak Nurul dan gabung dengan rombongan 8 orang yang sehostel tadi. Danang dan Veriz coba Sky Venture RM 50. Di dalam ruangan berangin belajar terbang. Kita liat aja sekalian nampang di kamera. Di sini banyak foto foto sambil nunggu jadwal bus 4pm. Oh ya rombongan nambah 1 orang lagi, si Ubay dari Gresik yang sebelumnya sudah janjian dengan Veriz. Yak 10 orang sudah kami. Sayangnya Rina dan Nina pergi duluan ke Sin, naik bus dari Genting.

16.00
Bus datang, balik KL, duduk sederet di kursi belakang kayak nonton 3D, tidur. Sampai Pudu sentral, mbak Nurul dkk mau city tour sedangkan aku mau ke chinatown. Rame banget sore itu, sepanjang Petaling St. Malah banyak yang jual baju bola. Muter muter belum dapat kaos yang pas (harganya...).



18.00
Cari makan dulu sama Veriz dan Ubay. Kepisah dengan yang lain. Makan nasgor mamak RM 4 dan teh tarik RM 1.30 Alhamdulillah. Lanjut belanja beli kaos RM 15, ini murah dan bahannya mendingan setelah kami keliling di Petaling St, Kesturi Walk, dan Central Market. Kalo kaos yang bahannya kasar RM 6, beli aja satu buat ganti baju besok :p

20.00
Ke hostel, nunggu yang lain ngumpul. Duduk di halte depan hostel, jalanan padat. Ketemu yang lain dan pada pamer hasil belanja :D waktu nunggu ini Veriz ketemu rombongan BPI dan diantaranya ada Viro, teman di bbm, tapi aku ga tau dan dia ga nyapa padahal belum kopdar nih.
Hostel di KL

21.00
Berpamitan dengan semuanya. Senang bisa jalan jalan bareng mereka meski cuma 2 hari ini. Kapan ya kita bisa kumpul lagi, di belahan bumi mana nih?
Ke hotel, beli minum RM 2.50. Mana ya minum merek Bleu, so far itu yang paling murah RM 2 dapat 1,5 L.







Fotografer Heboh
22.00
Senang banget! Ketemu Mas Sars yang kerja di sini dan Mas Arik yang liburan ke sini. Mereka ini teman seperjuangan waktu merantau di Jtown. Naik Satria of Sars, kami + mbak Nurul + Mas Aad otw KLCC (3 times in a week). Eh di dalam Suria mall ada mobil F1 Petronas. Kalo parkir, bayar sendiri di mesin dekat lift, harus jujur ya. Trus ke Putrajaya daerah pusat pemerintahan. Jembatan ke Putrajaya banyak dipake orang nongkrong. Kalo udah midnight nanti ada polisi patroli yang ngusir orang orang ini. Daerah ini dikelilingi danau, jadi aksesnya cuma lewat jembatan ini. Kalo ada demo di KL, ga boleh di Putrajaya. Pintar juga akalnya pemerintah. Ada river cruise muterin Putrajaya RM 50. Lanjut ke Cyberjaya, pusatnya teknologi. Perusahaan IT ngumpul di sini. Living cost daerah ini pun tinggi dibanding yang lain.

(to be continued...to the next day)

MAYDAY project day 6: Singapore - Malaysia

17 Mei 2012

06.30
Kenapa bangun ku jam segini terus ya? Andai di Indo bisa, jam segini masih gelap, hehe. Hujan deras lagi dari semalam. Mandi trus solat.

07.30
Sarapan roti oles, bikin teh, bungkus roti buat bekal perjalanan.

08.30
Hujan reda.. Kakak balik kerja, aku otw ke shelter bus. Ketemu lagi dengan orang Indo, pasangan aki nini yang udah puluhan tahun tinggal di Sin dan mau ke Johor Bahru buat main.

09.00
Bus SBS no.170 datang! Menikmati Singapore di pagi hari selepas hujan. Banyak kendaraan tapi ga macet. Segalanya teratur. Oh ya jam segini ada aja orang jogging di pinggir jalan gede. Kalo di Jakarta, orangnya udah kena TBC kali..asapnya mana tahan.

10.25
Imigrasi singapore, see you!
Imigrasi malaysia, ketemu lagi. Entah itu cap ke berapa di paspor ku dalam seminggu ini.
Naik bus 170 lagi, udah curiga nih kok bus yang ini sepi. Hooo, salah bus. Ini 170 yang ke Kotaraya. Kenapa ada bus nomor sama tapi jurusannya beda... Tap ez link, dari Sin ke Kotaraya S$ 1.98 wew sisa S$ 2 di ez link pas banget. Jadi transport di Sin selama 3 hari ini sekitar S$ 10.36, lebih murah dari tourist pass.  Dari terminal Kotaraya jalan ke arah Public bank, turun tangga, cari bus arah Larkin, JB RM 1.70.

11.25
Naik bus geje, beli tiket di calo, kenapa saya ketipu gini..padahal udah niat mau coba bus transnasional kok ya mau beli di calo. Bus JB - KL RM 30. Seat bus 1-2 tapi lebih mepet dibanding KBES. Ada TV nya. Yoweslah..

13.15
Berhenti di taman rekreasi Yong Peng. Angkut penumpang lagi. Bus geje banyak berhenti. Eh tapi jadi tahu sana sini, gpp wes enjoy aja. Toh lagi ga buru buru, sambil nunggu teman teman yang mau aku temui di KL sore.

16.00
Sampai Terminal Bersepadu Selatan, ke sini lagi, kayak pulang ke rumah. Solat, trus nyebrang ke Bandar Tasik Selatan naik komuter RM 1 ke KL Sentral. Turun KL Sentral kelaparan parah. Beli simcard Digi RM 30 isi RM 15, mahal sih..demi bisa online karena free roaming sudah habis. Dibantu mbak penjaga tokonya buat aktifkan kartu, ribet pake telp ke Call center dll. Oh ya sebelumnya aku udah ada simcard Tune Talk tapi susah sinyal dan pulsanya terpotong terus buat registrasi BIS yang tak kunjung aktif. Bb sudah on lagi, beli makan di McD porsi lengkap RM 9.85 (sebelumnya udah keliling cek harga makanan di dalam KL Sentral kok ya di atas RM 10).

at KLCC - thanks to Ferdi
18.00
Ketemu teman teman dari Kaskus dan Backpacker Indonesia yang sebelumnya sudah janjian, heyho! Ada 7 orang! Kenalan satu satu, banyak banget ini..jadi terharu setelah awalnya sendirian, berdua, eh sekarang ada 7 orang teman baru. Ada Danang, Ovi, Fajar, Ferdi, Rina, Nina, Veriz. Mereka dari Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Otw ke hostel di jalan Sultan dekat chinatown, naik LRT KL Sentral ke Pasar Seni RM 1. Malam ini kita nginep di Backpackers Travelers Inn pas sebelahnya Swiss Inn Hotel. Di sana udah nunggu Krishna, teman kami dari Medan. Check in hostel, booking ku ga ada di daftar. Untungnya aku bawa print konfirmasi booking jadi tinggal bayar sisanya. Sekamar berdua RM 46/day, muraaaah ada AC dan fan, kasur dan seprei, meja, cermin gede, tapi lantainya dari semen. Kamar mandinya ada 2 dan ber-WC semua. Lumayan rebutan nih. Total kami ber-9 tinggal di lantai 2. Karena baru ketemu dan belum merencanakan mau kemana aja, jadilah kami rameee banget sampai ditegur sama bule, hehe. Lumayan lah nginep di sini, cheap is cheap. Sampahnya menumpuk ga dibersihkan. Lokasinya strategis dekat dengan pusat belanja murah di Petaling St, MRT pasar seni, terminal Pudu Sentral, ke Masjid Jamek juga bisa jalan kaki (sekitar 15 menit).

inside LRT
21.00
Keluar dengan rombongan, cari makan. Di chinatown kalo makan harus pilih pilih supaya ga kena jebakan batman. Makan di resto india sambil numpang cuci pempek yang dibawa Rina dan Nina dari Palembang. Weh di KL makan rasa Indo. Beli air mineral bekal di jalan RM 2.50, teh tarik RM 1.80. Btw senang banget di sini bisa sering minum teh tarik yang beneran ditarik. Kalo minum yang sachet, kadang ga kuat. Semua kenyang..meski rasanya hambar. Malam ini mau ke KLCC (lagi). Naik LRT pasar seni-KLCC RM 1.60. Foto foto bersama, naik tembok di pinggir jalan, karena malam dan sudah tutup jadi pengamanan ga seketat kalo pagi. Twin tower ini warnanya perak, cantik dan bercahaya. Pulang naik LRT lagi ke pasar seni RM 1.60. Mampir 7 11 beli minum patungan yang segalon kecil RM 1.30/orang. Mau belanja di chinatown ternyata sudah tutup, yaudah ke hostel dan mencoba tidur. Kenapa ini kalo ketemu kasur jadi susah tidur. Cerita cerita aja sama Ovi, teman sekamar.
Hari yang aneh, punya banyak teman dalam sekejap. I dont know who they are, what they have done. One thing that makes us together is we are in our vacation around Malaysia :)

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,