Tes temu bakat. Dalam suatu pelatihan bertema
keluarga yang saya ikuti, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kami
belum pernah bertemu sebelumnya sehingga cenderung saling diam. Untuk
mencairkan suasana, fasilitator mengajak kami saling berkenalan dengan cara
unik. Masing-masing menyebutkan nama dan satu kekuatan yang khas pada diri.
Lalu orang selanjutnya mengulang nama + kekuatan tersebut, begitu seterusnya
hingga orang terakhir mengulang seluruh nama dan kekuatan semua anggota grup.
Dalam sekejap, kami telah menghafal nama serta ciri khas teman sekelompok.
Saat menentukan kekuatan yang
akan disebut, saya dan anggota lain sempat kebingungan. Apa ya? Padahal hanya
perlu menyebut satu saja kekuatan. Hal ini wajar karena kita dididik di
lingkungan yang lebih sering mengungkit kekurangan, dibanding menjunjung
kekuatan.