Lakukan Cara Ini untuk Sukses Menjadi Content Writer

Saturday, October 21, 2017

Tips menjadi content writer oleh Ani Berta

Meski terbiasa menulis di blog, dunia content writing masih asing bagi saya. Ya pernah sih beberapa kali menulis di website populer seperti RockingMama dan Sisternet. Namun ada rasa yang berbeda ketika menulis bukan untuk blog sendiri apalagi mengangkat tema yang ga gue banget.

cara menjadi content writer yang sukses
Menulis di personal blog itu suka-suka gue. Mau nulis topik apa, gaya penulisan seperti apa, terserah pemilik blog. Beda dengan content writer yang terikat beberapa aturan karena menulis di “rumah” orang lain. Namun aturan-aturan tersebut membuat saya tertantang untuk keluar dari zona nyaman. Selain mencoba keluar dari zona nyaman, apa sih manfaat menjadi content writer? Seberapa menjanjikan dan menghasilkan pekerjaan seorang content writer?

Dalam rangkaian HUT CNI ke-31, CNI mengadakan workshop content writing bersama Ani Berta, seorang content writer sukses yang juga nge-blog dan menjadi founder komunitas ISB. Workshop ini mengulas lebih dalam cara menjadi content writer dari awal hingga tips-tips hal yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan.


Jumat, 20 Oktober 2017 saya dan para peserta workshop telah siap menyimak materi content writing di CNI Creative Center (C3 Building), Jakarta. Kami janjian di halte Kebon Jeruk kemudian dijemput pihak CNI dengan bus menuju C3 Building. Ini pertama kalinya saya berkunjung ke kantor CNI. Gedungnya megah dengan interior modern. Sampai di gedung CNI kami langsung disambut oleh kopi ginseng dan lemon tea khas CNI.
Interior C3 Building yang modern

Kesempatan Menjadi Content Writer

Saya nyaman di dunia blogging, mengapa harus melirik pekerjaan content writer?

Dunia per-blogger-an makin padat dengan hadirnya banyak blogger baru. Tiap ada job review langsung berebut. Kadang dapat, kadang tidak. Pendapatan blogger memang tidak tentu. Minggu ini acara padat, minggu depan belum ada undangan yang mampir *curhat :D. Berbeda dengan content writer yang bekerja berdasarkan projek dengan rentang waktu lebih lama, misal dikontrak selama sebulan untuk menghasilkan 15 artikel.

Perkembangan di era digital membuat perusahaan, institusi, maupun perorangan merasa wajib memiliki website untuk berbagi informasi. Seorang calon presiden ataupun bupati perlu mengenalkan diri lewat media sosial dan website tetapi tidak semua orang mampu atau sempat mengisi kontennya sendiri. Saya teringat teman sekolah yang kini menjadi wakil bupati sebuah kabupaten di Jawa Timur. Ia berkampanye lewat online maupun offline dengan konsep kekinian. Timnya pun sukses meraih suara terbanyak dalam pilkada.

Mas Gusti dari CNI menuturkan leader-leader CNI masih sedikit yang belum mengandalkan pemasaran lewat online padahal cara ini sekarang lebih efektif dibanding door-to-door. Sekarang aja mudah memesan produk CNI lewat geraicni.com. Untuk itu CNI mengadakan talkshow Ideapreneur guna mengedukasi member CNI agar lebih aktif menggunakan media sosial.

Dinding di CNI dihiasi kata motivasi
Selain itu kebutuhan pembaca mencari data tak lagi berpatokan pada buku fisik di perpustakaan tetapi juga melalu jalur online. Dulu ya kalau mau cari resep masakan harus buka buku resep atau menunggu acara masak-memasak di TV. Sekarang cukup bertanya ke mbah gugel yang akan memberi saran website mana saja yang menampilkan segala macam resep masakan. Hal-hal tersebut membuat permintaan content writer semakin tinggi.

Teh Ani mengatakan klien suka mempekerjakan blogger menjadi content writer karena gaya penulisan blogger yang story-telling, dekat dengan pembaca, serta mengajak berinteraksi. Karakter tulisan seperti ini membuat website perusahaan tidak garing, tidak melulu hard-selling.

Langkah Awal Content Writer

Sebelum memulai berkarir di dunia content writing, tentukan tujuan awal apakah content writing ini untuk mendapatkan penghasilan atau pekerjaan sukarela. Dari sana dapat ditentukan mau menulis di website seperti apa. Di awal sebaiknya mengumpulkan portfolio dengan menulis di website non-profit seperti yayasan atau panti asuhan secara sukarela. Pengalaman ini dapat dimasukkan ke CV untuk melamar di perusahaan yang lebih besar.

Tiap website memiliki ciri khas penulisan maka pelajari terlebih dahulu gaya penulisannya. Setelah itu mulai ajukan proposal penawaran. Content writer juga perlu membuat CV dengan mencantumkan portfolio sebagai blogger maupun pengalaman content writing.

Syukur-syukur bila ada teman yang mereferensikan kita ke klien. Kalaupun belum, bisa berlatih dengan menulis di kanal citizen journalism seperti Kompasiana, Indonesiana, Citizen6, dll. Setelah menulis, jangan lupa membagi hasil tulisan di media sosial supaya menjangkau semakin banyak pembaca. Percaya diri dengan tulisan sendiri. Ga masalah satu artikel yang sama di-share di Facebook, Twitter, Instagram, maupun LinkedIn. Siapa tahu job datang dari sana.

Kumpulkan portfolio dengan mengisi konten website non-profit secara sukarela seperti air yang senantiasa memberi arti dalam kehidupan

Do’s and Don’ts dalam Content Writing

Content writing memiliki berbagai aturan sesuai masing-masing website. Hal ini dapat dipelajari dan didiskusikan dengan klien di awal perjanjian. Di sini Ani Berta berbagi tips mengisi konten website secara umum, yaitu:

DO’s
  • Panjang artikel sekitar 500-1000 kata.
  • Gaya penulisan disesuaikan dengan ciri khas website tersebut sehingga penulis perlu switch dari cara menulisnya di blog. Teh Ani bahkan berdandan sesuai topik sebelum menulis padahal ia menulis dari rumah. Kadang pakai baju kerja formal, kadang menggunakan celana jeans robek. Hihihi… totalitas!
  • Ingat 5W dan 1H serta tidak memasukkan unsur opini dan perasaan kecuali untuk feature story.
  • Atur jadwal update artikel berdasar kesepakatan.
  • Menulis berbagai topik menjadi tantangan karena harus menguasai banyak hal. Untuk itu sebaiknya pilih kategori yang dikuasai. Saya sih lebih nyaman menulis tentang parenting and traveling.
  • Masukkan keywords yang tepat. Keywords ini bisa dicari di Google Trends atau ada bagian surveyor yang  khusus mencari keywords.
  • Self-editing dengan membaca kembali draft sebelum dikirim.
  • Siap sedia kamera untuk mengumpulkan foto-foto saat ada kejadian menarik. Foto ini sebagai bank foto yang bisa digunakan untuk mengisi konten.

DON’Ts
  • Plagiarisme alias copy paste tulisan orang. Big no no!
  • Bahasa alay dengan banyak singkatan yang tidak baku.
  • Opini yang terlalu personal. Ingat ya content writing itu berbeda dengan mengisi blog pribadi.
  • Modus alias memasukkan unsur kepentingan pribadi seperti menyelipkan link personal blog ke dalam artikel (kecuali bila diperbolehkan).
  • Menyebut brand secara hard-selling tanpa persetujuan pemilik website. Content writing yang banyak dicari sekarang ini lebih ke soft-selling seperti tips, resep, dsb.
  • Mendiskreditkan orang lain.
  • Keluar dari idealisme. Sebelum menerima pekerjaan harus dipertimbangkan kesesuaian dengan norma dan nilai diri.
  • Menulis artikel hoax atau tidak sesuai fakta. Jadilah orang baik yang menyebarkan berita baik :)
Ide content writing bisa didapat dari mana saja seperti workshop, talkshow, wawancara, media cetak, diskusi forum, ataupun event blogger. Seperti Teh Ani yang sekali mengikuti acara blogger bisa menghasilan 2-3 tulisan dengan point of view yang berbeda. Wah semakin produktif menulis ya.


Keuntungan Menjadi Content Writer

Menjadi content writer tak hanya menambah pendapatan. Hal ini juga menjadi branding diri dan menambah portfolio. Untuk yang memiliki hobi menulis, rasanya ga akan merasa sedang bekerja karena hobinya dapat menghasilkan materi.

Saya setuju dengan pendapat Teh Ani bahwa wawasan akan meningkat karena content writer perlu terus menambah ilmu sesuai topik yang akan dibahas. Kadang belajar parenting, otomotif, kesehatan, hingga keuangan. Namun dapat juga memilih topik-topik yang disukai dan dikuasai supaya ga pusing sendiri. Hehehe. Dan pastinya content writer akan menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi pembaca. Nambah pahala dong. Aamiin.
Program CSR CNI membantu korban tsunami Aceh yang diabadikan dalam diorama

CNI Award for Blogger

CNI yang hadir sebelum saya lahir selalu berinovasi mengikuti perkembangan zaman, salah satunya bekerja sama dengan blogger untuk mempromosikan produk maupun acaranya. Simbiosis mutualisme ini telah terjalin bertahun-tahun. Maka dalam ulang tahun kali ini CNI memberikan penghargaan pada tiga blogger terpilih yang loyal dan aktif mengikuti kegiatan CNI. Ketiga blogger beruntung tersebut yaitu Agatha Mey Nirbanawati, Jun Joe Winanto, dan Yayat. Selamat ya kakak-kakak keren!

Peraih CNI Award dan pemenang live tweet berfoto bersama Ani Berta (kiri) dan Niko Riansyah dari CNI (paling kanan)
Setelah mendengar penjelasan Ani Berta, saya semakin paham dan tergiur dengan pekerjaan sebagai content writer. Ternyata pekerjaan ini juga menjanjikan dan menghasilkan pundi-pundi emas permata. Jadi bisa dong nge-blog jalan, content writing juga jalan. Namun perlu diingat kaidah seorang content writer, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Ok, saya menyusun CV dulu ya supaya cantik di hadapan klien.
29 comments on "Lakukan Cara Ini untuk Sukses Menjadi Content Writer"
  1. Wah, jadi pengin juga jadi content writer. Hobi nulis makin tersalurkan ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa job content writer malah lebih sering nulis dibanding blog sendiri

      Delete
  2. Wah ilmu banget nih. Sesuai kebutuhan. Kemarin aq coba ngelamar utk profesi ini. Jd butuh ilmunya nih. Mksh ya bun udh berbgi ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren nih Mbak Yeni merambah dunia content writing. Semoga sukses ya!

      Delete
  3. Makasih ya Helena si ratu juara lomba blog mau hadir di acara ini. :)
    Semoga bermanfaat ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwaaa Teteh makasih udah sharing ilmunya. Apalah aku masih belajar nulis supaya sukses seperti Teh Ani.

      Delete
  4. Menarik juga ya content writing, dapat ilmu, bagi ilmu dan dapat untung (uang). Kalau blogku bisa nggak ya dilirik, hihihi...(tutup muka).
    Terima kasih ilmunya, barakallah

    ReplyDelete
  5. Aku sempet tertarik untuk content writer atau copy writer, tp sayang gk ngerti caranya. Infonya menarik bgt buat aku.

    ReplyDelete
  6. Mbak ani berta keren ya...udah baik banget mau berbagi ilmu. Hmm syarat jd content writter lumayan juga. Masih belajar nih..moga lekas bisa gabung

    ReplyDelete
  7. Content writer ternyata menjanjikan y... Sayang dia bkn d zona aman lg seperti blogger, penuh tantangan y. Seru tapi serem buat sy yang mash pemula dan belajar.

    ReplyDelete
  8. Jadi semangat tuk belajar jadi content writer

    ReplyDelete
  9. Content writer ini menjanjikan. Dulu pernah jadi SCW,dan banyak dpt experience dari itu.

    ReplyDelete
  10. Belajar banyak dari teh Ani di acara ini dan belajar juga dari tulisan2 dalam blog mbak Helena . Semoga saya bisa juga se keren kalian.... :)

    ReplyDelete
  11. Setuju klkonten writer jangan keluar dr idealisme :D sebetulnya punya blog itu mengasah & melatih kemampuan menulis, dan kalau emang gaya bahasa & penjelasannya penuh info, seringkali brand suka nyolek2 buat jd konten writer :D

    ReplyDelete
  12. Itu seriuuus, Teh Ani sampai menyesuaikan kostum sama tema yang mau ditulis? Ahahaha, beneran totaal :D
    Aku alhamdulillah udah setahun ini jadi content writer di sebuah website mainan anak. Enjoy banget soalnya temanya kan tentang parenting, jadi bisa sekalian belajar juga kalau lagi nulis artikel. Enaknya karena punya gaji tetap yang mayan banget. Nggak enaknya agak keteteran ngeblognya. Hiks. (Padahal mah emang manajemen waktunya aja yang masih kacaw beliaw xD)

    ReplyDelete
  13. Pengen jadi content writer tp blm berani melangkah wkwkwk. Semoga kedepannya sih bisa jadi CW handal.eaaaa

    ReplyDelete
  14. wiih keren.. saya juga masih belajar content writing nih, freelance tak berbayar alias volunteer haha.. karena volunteer jadi ga ada target, jadi sarana belajar aja, hihi ^^

    ReplyDelete
  15. nggak pede jadi content writer, maklum ngisi blog aja masih nggak konsisten :(

    ReplyDelete
  16. Waah, keren ini tipsnya.
    Btw nanti ngintip CV nya mbak hohoho

    ReplyDelete
  17. mulai sekarang belajar bikin proposal dan ngumpulin portfolio ah :)

    ReplyDelete
  18. Belum pernah berpikir untuk jadi content writer, lebih suka dunia blogging dan bisnis online saja :)

    ReplyDelete
  19. Tfs mba, kemarin saya apply.namun saya tolak setelah tahu fee peratikel dan perjanjian harus lapor jika kerjasama dengan brand lain, blm rezeki hehe soalnya kayak tahan ijasah dong hehe

    ReplyDelete
  20. Bermanfaat banget ilmunya 😍 Thanks for sharing mba

    ReplyDelete
  21. Wahh makasih tipsnya ya. Aku jd semakin mantap nih, karena aku sekarang lg jalanin jadi CW. tenrnyata berbeda ya saat menulis di blog sendiri :)

    ReplyDelete
  22. bener banget. kalo jadi content writter itu perlu mikir lebih ekstra, khususnya untuk gaya penulisannya. kalo di blog sendiri kan bebass.. hihi..

    ReplyDelete
  23. Switch ini sesuatu bangeettt, apalagi kerjaan formal sekarang juga urusannya sama tulis-menulis. Kadang masih suka terbawa :D.

    ReplyDelete
  24. Akupun curcol yang sama hahaha, semoga bisa cepet keciduk jadi content writer ya kita xixixi. Btw umurnya lebih tuaan CNI ya, duhhh kamu masih muda dong xixi. Enaknya jadi content writer itu dapat gaji setiap bulannya dengan jumlah yang pasti ya, tanpa harus berebutan daftaa haha

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature