Top Social

Cerpen Anak: Cheri yang Ceroboh

Saturday, September 3, 2016

 Cheri yang Ceroboh

oleh: Helenamantra
sumber: gambargambar.co
“Di mana sih? Kok engga ada di dalam tas. Di laci juga kosong.”, Cheri mencari-cari di sekitar mejanya. Ia semakin panik tidak menemukan buku PR-nya. 

Saat Bu Lala, guru IPA kelas 4, meminta seluruh murid mengumpulkan PR-nya, Cheri hanya terdiam. Ia lupa membawa PR padahal sudah ia kerjakan semalam.

Bukan sekali ini Cheri melupakan buku atau peralatan sekolah yang harusnya ia bawa. Bulan lalu topinya tertinggal di kantin, bahkan minggu lalu kaos kakinya hilang saat sampai di rumah.

“Anak-anak, hari ini kita belajar tentang makanan yang menambah daya ingat.”, Bu Lala mengawali pelajaran, “Buka LKS halaman 10.”

Adinda mencolek Cheri yang duduk di sampingnya. “Tuh Cher, temanya pas banget sama kamu yang suka lupa ini itu.”, kata Adinda sambil tersenyum. 

Cheri pun membuka LKS-nya dan membaca materi berjudul “Makanan yang Menambah Daya Ingat”. Di situ disebutkan mengonsumsi salmon, kuning telur, selai kacang, gandum murni, oat, buah berry, kacang-kacangan, dan daging sapi tanpa lemak mampu menambah daya ingat. Nanti di rumah ia akan minta dimasakkan makanan itu supaya tidak ada lagi barangnya yang ketinggalan.

***

Gerbang sekolah berjarak 100 meter lagi tetapi Cheri memutar balik sepedanya. Ia mengayuh dengan kencang ke arah rumah padahal sebentar lagi bel masuk sekolah berbunyi.

“Duh, seragam olahragaku ketinggalan lagi. Tadi sepertinya ada di sofa.”, kata Cheri sambil terus mengayuh sepeda pink miliknya.

Sampai di rumah, Cheri langsung mencari tasnya. Mbok Mi yang melihat cucunya tergopoh-gopoh mencari sesuatu di sofa pun menghampiri Cheri.

“Cheri sayang, mengapa pulang? Kan jam segini harusnya kamu masuk sekolah.”, tanya Mbok Mi.

“Mbok tahu tas merah yang isinya seragam olahraga Cheri?”, tanya Cheri dengan wajah panik. “Tapi jangan bilang mama ya kalau Cheri lupa bawa. Nanti mama marah.”, tambah Cheri.

“Oh ada di kamar kamu. Mbok kira tidak ada jadwal olahraga hari ini.”, Mbok Mi menunjuk kamar Cheri.

Cheri berlari ke arah kamar, menyambar tas merah, dan kembali ke sepedanya.

“Assalamu’alaikum. Cheri berangkat lagi ya.”, teriak Cheri dari halaman rumah.

Cheri pun mengayuh sepedanya dengan cepat supaya tidak terlambat. Tiba-tiba ada kucing yang  menyeberang dan membuat Cheri kaget. Ia menarik rem sepeda dengan kuat hingga membuat sepedanya oleng dan menabrak trotoar. Syukurlah ia tidak terluka parah, hanya lecet di lutut kirinya. Ia pun melanjutkan perjalanan ke sekolah sambil menahan sakit.

***

Cheri sebenarnya bukan murid yang pemalas. Ia dengan tekun mendengarkan penjelasan guru di kelas dan termasuk murid yang pandai. Hanya saja ia terkadang memikirkan hal lain hingga ada barang-barangnya yang tertinggal. Kalau masih sempat, ia akan mengambil barang tersebut. Tak jarang pula ia hanya pulang dengan tampang sedih.

Mama Cheri sudah berkali-kali memarahinya karena kelalaiannya itu. Namun tak juga Cheri belajar dari kesalahannya. Supaya tidak kena marah mama, Cheri berpesan ke Mbok Mi untuk merahasiakan kecerobohannya itu. Sebenarnya Mbok Mi menceritakan ke mama saat Cheri lupa membawa seragam olahraga. Mbok Mi berpesan pada mama supaya kali ini jangan memarahi Cheri. Semakin dimarahi, ia semakin takut dan tetap saja ceroboh. Mama pun memutar otak bagaimana cara supaya Cheri sadar akan sifat buruknya.

***
“Cheri, kemarin mama ketemu gurumu, Bu Lala, di pasar.” kata Mama sambil memangku Cheri. “Bu Lala cerita kalau kamu telat masuk sekolah. Seingat mama, kamu berangkat pagi kok bisa telat?.”

“Mmm…Cheri pulang lagi karena tas yang berisi seragam olahraga ketinggalan.”, jawab Cheri sambil menunduk. Ia tidak berani menatap wajah mama. Luka di lututnya pun masih perih.

“Mama waktu sekolah juga pernah ketinggalan tas. Isinya buku pelajaran. Mama ke sekolah hanya membawa bekal makanan. Hahaha”, Mama tertawa mengingat masa kecilnya.

“Mama takut banget waktu ditanya guru. Mau balik ke rumah tapi jaraknya jauh. Akhirnya, mama selalu periksa ulang tas sebelum berangkat sekolah.”, Mama melanjutkan. “Lain kali lebih teliti ya. Berangkat sekolah lebih awal supaya tidak terburu-buru.”

“Lututnya masih sakit?”, Mama melihat Cheri yang dari tadi menutupi lututnya.

“Perih sedikit kok, Ma. Cheri akan memeriksa ulang isi tas supaya tidak ada lagi yang tertinggal. Cheri kapok karena terburu-buru jadi ceroboh naik sepeda.” Cheri menyesal.

Mama pun memeluk Cheri dengan penuh kasih sayang. Semoga kali ini Cheri benar-benar menyesali perbuatannya dan lebih teliti membawa barang-barangnya.

=== Cerpen ini diilhami oleh kisah nyata dan materi Hubungan Reflektif dari #KelasRangkul Keluarga Kita ===

20 comments on "Cerpen Anak: Cheri yang Ceroboh"
  1. Wah, cerpennya dikirim ke Bobo aja mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah lamaaa ga baca Bobo. Makasih sarannya ya. Belum PD nih >,<

      Delete
  2. Hahahaha...aku banget nih, untungnya rumah dan sekolah dekat. Jadi kalo pas jam istirahat kabur ke rumah ambil yang ketinggalan hihihi.

    ReplyDelete
  3. Ceritanya menarik! ^__^ Keep writing ya mak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Aira, long time no see. Makasih ya :)

      Delete
  4. Idem komen mba Leyla kirim ke Cerpen Bobo Mak ^^ semoga tembus bagus ceritanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih yaa, jadi pengen beli Bobo nih :)

      Delete
  5. Mengingatkanku dulu pas SD rutin kirim semua yg Aq tulis ke bobo dan dapet hadiah banyak bgt dr majalah itu... ayo len...kembalikan dunia anak2 kecil kita untuk membaca hal2 yg positif lagi...

    ReplyDelete
  6. Mengingatkanku dulu pas SD rutin kirim semua yg Aq tulis ke bobo dan dapet hadiah banyak bgt dr majalah itu... ayo len...kembalikan dunia anak2 kecil kita untuk membaca hal2 yg positif lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Ella hebat! Makasih dukungannya ya. Salam buat Kayla dan Azarine :)

      Delete
  7. Cerpennya dikirim ke majalah, oke ini, ayo mak jangan malu

    ReplyDelete
  8. Asyiiik dapet ide utk bacain cerita malam ini ke anakku ;).. dia tuh tiap malam slalu mau dibacain cerita mbak... lama2 jd keabisa ide akunya ;p.. makanya srg cari2 ide cerita dr mana aja :D

    ReplyDelete
  9. Cerpennya bagus Helena, kiriiim kiriiiimmmmmm!
    *perlu ilustrasi gak, hahaha modus!

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature