Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Image Slider

Midnight Sale at Masjid Muda Membara

Thursday, February 3, 2011
Shah Faisal Mosque -Islamabad

Aku mau mendirikan masjid. Gak luas tapi selalu penuh. Letaknya di dekat sekolahan. Selama ini yang sering ke masjid sebagian besar orang tuaaa. Kalo letaknya dekat sekolahan, aku berharap yang datang ya anak sekolah. Dah ga jaman pulang sekolah main ke mall. Yang keren itu ke masjid. Keren itu tahu hidup buat apa dan akan kemana, keren itu gak foya2, memanfaatkan waktu dengan sebaikbaiknya. Di sana Ada kajian tentang agama, tentang berbagai ilmu pengetahuan, untuk mengembangkan diri. Ada fasilitas wifi juga perpustakaan. Ada penyewaan jilbab juga, gratis! Kalo sering sewa, boleh bawa pulang deh. Tempat wudhu ce dan co terpisah, tertutup, Dan ga bisa intip-intipan. Enak Aja..hijab men! Kalo solat di sana berturut-turut 5x, di hari yang sama ataupun tidak akan dapat pin "anak gaul MMM" atau tulisan apalah yang lain. Belum pernah kan..solat dapat pin.. Gimana kalo dari karcis parkir, diundi buat dapat buku? Yah supaya rajin baca, tentang agama, tentang perjuangan, dll Tenaang, ini bukan masjid buat membentuk teroris. Ini masjid buat siapa aja yang mau belajar, yang ga mau hidupnya datar aja kayak ubin. Masjid ini buka 24 jam. Ada midnight sale, obral pahala, Pray 1 Get 2. Bisa solat malam atau diskusi sampe subuh. Ga perlu takut, ce atau co, aman Dan terarah. Yaah alternatif tujuan daripada mall, pub, atau luntang lantung di jalan. Masuk masjid ini gratis..mana ada masjid bayar. Kalo Ada yang mau menyumbang buat operasional masjid, we'll be glad :) Apa ya nama masjidnya? So far..Masjid Muda Membara. Keluar masjid ini jiwa jadi makin muda dengan semangat membara menjalani hidup.

Cheers @Helenamantra 3Fev2011, masjid darussalam, BRO

twitter

Wednesday, January 19, 2011

@helenamantra:

imperfection (camera) makes creativity

Thats why I love @lomography and @lomonesia


i pray, i stay, i die

Wednesday, January 12, 2011
#random

kalo cuma berdoa, terus diem aja, maka akan cepet mati

Seorang superhero terkadang butuh waktu lebih dari 1 episode untuk mengalahkan musuh.
Contohnya Batman vs Joker
Dalam film The Dark Knight, Batman belum tuntas melawan Joker, hingga akhir film Joker masih bisa bebas. Dalam episode-episode berikutnya Batman terus melawan Joker. Di sini ada yang disebut konsistensi. Meski belum berhasil mengalahkan Joker dalam episode tersebut, Batman konsisten menaklukkan Joker pada episode selanjutnya.

Sama halnya dalam memperbaiki bad habit. Terkadang perlu waktu cukup lama dan konsisten berusaha menghilangkan bad habit.

So, never easily give up!

Willing to be Placed All over the World

Monday, January 10, 2011
Kalau mendengar kalimat itu jadi teringat kontrak kerja sekitar 8 bulan lalu. Saat menimbang-nimbang untuk menyetujui kalimat tersebut, yang terbayang adalah jalan-jalan! Liburan sambil kerja! Yeaaay!

Seiring waktu berlalu, melihat rekan-rekan yang senasib ternyata memiliki respon yang berbeda-beda terhadap kalimat tersebut. Ada yang langsung mau nangis, ada yang datar, ada yang cepet-cepet berdoa, dsb. Dari situ saya berpikir mengenai kalimat tersebut, mengapa responnya sedemikian sehingga???

Mengapa takut? Why so serious? (kata Joker)

Di tempat itu (entah familiar ataupun benar-benar baru pertama kali ke sana) kita dapat belajar banyak hal karena di sanalah awal dari karir gemilang kita. Tempat itu merupakan pijakan pertama dari langkah kaki kita, belum tentu selamanya akan berada di sana. Seberapa lama di sana, seberapa baik kinerja, dan seberapa betah itu tergantung diri masing-masing (campur tangan perusahaan ada namun kecil).

Bayangkan, di sana kita bisa belajar banyak hal baru untuk meningkatkan hard skill maupun soft skill. Ada quote “apa yang dilakukan di luar pekerjaan akan mempengaruhi pekerjaan itu sendiri”. Nah, kesempatan itu selalu ada. Bila terlalu lama mengkhawatirkan/menyesali tempat kita kelak..waktu akan habis untuk belajar dan tidak fokus pada hal yang lebih penting.

Mengapa takut meninggalkan ibukota? Takut tidak ada bioskop? Mall? Atau kangen macet? Tempat hiburan tidak hanya bioskop, mall, atau jalanan yang macet. Kalau memang tidak menemukan hal-hal tersebut, amati penduduk lokal, hiburan apa yang biasa mereka nikmati. Then, enjoy it! Berbaur dan berbagi.

Hiburan ga cuma dari gemerlap lampu kota. Temaram pasar malam pun bisa menghibur.
Takut ga bisa berkomunikasi dengan keluarga atau teman-teman? Sinyal ada di mana-mana, para provider sudah rebutan membangun BTS hingga ke pelosok daerah bahkan di dalam hutan! Kita perlu menyesuaikan provider apa yang paling bagus di daerah tersebut.

Takut ga bisa bertemu dan jauh dari keluarga? Keluarga saya itu semua ciptaan Tuhan. Di tempat baru akan bertemu keluarga baru. Keluarga asli, tetap bisa berkomunikasi dengan berbagai kecanggihan teknologi. Telpon, surat, wesel, sms, bbm (kalo ga diblokir), internet, YM, Skype, dan social network lain. Kita bisa terus update dengan belahan bumi manapun. Selain itu buat keluarga jadi ada alternatif tempat liburan baru, mereka pasti senang!

Jakarta, kalau lama tinggal di sana rasanya ga mau pindah. Namun, ada satu hal yang membuat saya kurang betah, semakin besar suatu kota..semakin tinggi selfish penduduknya.

@helenamantra
#BRO 09 janvier 2011

Add as Enemy

Friday, December 24, 2010
This idea came up in my mind when i was sitting in kopaja 63, heading to blok M.
Inspired by Facebook and OMG CJ book by Yoris.

Kalau di facebook cuma bisa add as friend, kenapa ga Ada fitur "Add as enemy"?. Bukan bermaksud supaya orang makin musuhan, tapi bisa gini..

1. Meski add as enemy, tetep bisa lihat profile dia dan jadi bisa kenal orang yang dianggap musuh itu seperti apa. Kadang sebel dengan seseorang dan anggap musuh karena kurang tahu orang tersebut aslinya seperti apa. So cuma tahu separo sisi orang tersebut. Bisa jadi orang yang dianggap musuh itu ternyata punya  hobi yang sama dengan kita dan bakal enak buat teman ngobrol.

2. Kalau Ada mutual friends, maka Ada pula mutual enemies. Teringat kalimat Sun Tzu dalam strategi berperang bahwa musuhnya musuh adalah teman kita. Dari situ jadi tahu siapa saja yang ternyata juga anggap dia musuh. Bisa kompakan menyadarkan orang yang musuhnya banyak deh.

Random blogging, just wanna share my thought.
Need your feedback.
Thanks!

Helenamantra

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,