Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Image Slider

Start to Finish

Monday, August 9, 2010
Sulitnya menggerakkan diri untuk memulai


Kalau sudah terlalu asyik, jadi lupa berhenti


Kalau lelah, istirahat sejenak sambil menyeruput kopi


Kemudian tertidur dan terlupakan akan hal yang sudah separo jalan


Dan siklus ini kembali berputar…betapa sulit menyelesaikannya.

I am Outward Bounder!

Sudah sebulan berlalu dari petualangan saya dan beberapa teman di Waduk Jatiluhur. Selama sekitar 5 hari didampar di sana oleh Outward Bound Indonesia..hingga kini masih teringat setiap peristiwa yang banyak menginspirasi hidup saya. Bertemu rekan-rekan baru dan menjadi cepat akrab karena tidak ada pilihan lain, ya 24 jam bersama mereka. Tidur, makan, dan ga mandi bersama. Dari situ saya mendapat banyak pelajaran untuk membangun positive mental attitude. Benar-benar sesuai flyer yang saya baca. Setiap hari saya belajar bertindak, tidak hanya sekedar belajar membayangkan. Dari hal tersebut saya langsung mendapat manfaat, mengetahui saya benar atau salah, dan tidak takut mencoba. Meski 5 hari merupakan waktu yang singkat untuk belajar itu semua, hingga kini setiap kali saya menghadapi masalah, saya teringat petualangan di Jatiluhur. Jangan terburu-buru melihat sisi negative dan berkata tidak mungkin. Hal itu hanya ada di kepala yang dapat mengganggu dan mengurangi percaya diri. Mencobalah melampaui batas yang dibuat, lagi…melampaui batas yang belum pernah kita lihat. Memang tidak selalu berhasil. Tapi saat menoleh ke belakang, jangan kaget dengan pencapaian yang diraih. Memang tidak selalu sampai pada tempat yang dituju. Tapi tanpa terasa kita mendapat bekal yang banyak dari berkali-kali terjatuh. Ada semangat yang mendorong untuk terus maju dan berusaha. Ada berbagai pelajaran yang dipetik, untuk bekal perjalanan di cerita yang lain.

Sandal Gunung case for Detective wanna be

Wednesday, July 7, 2010
suatu siang, aku mengambil sandal gunung-ku yang aku taruh di rak sandal. Sudah sekitar seminggu sejak peristiwa outward bound sandal itu aku simpan di rak supaya bisa beristirahat dengan tenang. Saat aku ambil sagun itu, ada tanda2 bahwa sebelumnya sagun sudah pernah dipakai orang lain karena ukurannya menjadi lebih besar. Tali-talinya juga udah dikendorkan. Hmm..jadi sebel ada yang pakai sagun tanpa seijinku. Sepanjang perjalanan tempatku malming hari itu, aku sambil mikir..siapa yang tega pake sagun-ku ga bilang2 dan ga dibenerin lagi ukurannya. Beginilah identifikasiku…
ada 8 orang, sebut saja A sampe H.
ukuran sagun menjadi lebih besar, artinya yang pake sagun kakinya lebih besar dari ukuran kakiku yang seGD ini. Kalo cewek yang pake sagun, ga mungkin karena kakinya lebih kecil dari kakiku. So dari 8 orang, tinggal 3 orang…laki2 semua. Ku teliti lebih lanjut tentang 3 orang ini.
A, seorang bapak berumur 55-60 tahun. Jarang keluar rumah. Ukuran kaki ga gitu beda jauh dengan aku, sekitar 40-41.
B, seorang bapak muda berumur 30 tahun. Sering keluar rumah buat kerja dan jalan-jalan. Punya sandal gunung branded dengan kualitas OK. Ukuran kaki sekitar 42.
C, seorang pemuda harapan bangsa berumur sekitar 25-27 tahun. Sering keluar rumah. Ukuran kaki sekitar 42.
Menurutku dan menurutmu…siapa yang cocok menjadi pengguna sagun-ku tanpa izin?

(inspired by 10 hours of cano-ing around Jatiluhur)


Peta dan kompas ku beri, dengan kesungguhan hati untukmu…hanya untukmu.
Tolong lihat aku dan jawab pertanyaanku
Mau dibawa kemana perahu kita
Jika kau terus memutar peta dan tak pernah tentukan arah
Mau dibawa kemana perahu kita
Ku tak akan terus dayungi tanpa ada arahan pasti kemana kau dan aku

-dari lagu mau dibawa kemana (apa ya judulnya?)
dipopulerkan oleh Armada (kalo ga salah)

Dampak Penggunaan Styrofoam

Monday, June 7, 2010
Waktu jadi panitia acara seminar di kampus, saya sempet kecewa coz konsumsi buat peserta n pembicara dibungkus pake styrofoam. Trus saya bilang ke bagian konsumsi supaya besok pke kotak kertas 'selamat menikmati' aja daripada styrofoam yang meski lebih rapi tapi mempercepat kiamat..

Mungkin sebagian dari anda bertanya-tanya, apa salah styrofoam sehingga kiamat makin dekat? Ato ada juga yang cuek aja g bertanya-tanya..ya terserah c, lanjut aja bacanya.

Seperti yang lagi ngTren sekarang, tentang global warming..trus orang2 rame2 pergi hijau alias go green. Rada telat c..tp gpp lah, smoga ke-ngTren-an ini terus berlangsung. Nah sampah styrofoam itu kan susah bgt diurai, butuh waktu lama, sampah makin numpuk, klo orang2 msi aja gemar makan dengan alas styrofoam..apalah jadinya bumi kita ini? Sampah makin menggunung..klo diruntut pke pengetahuan biologi tar bakal ada efek rumah kaca, ozon bolong, bumi makin panas, saking panasnya mpe da kebakaran hutan..es di kutub mencair, bumi tenggelam! Udara yang panas bikin orang2 giat pake AC n pakaian yang dipakai makin sedikit bahannya (baju mini, maksudnya..) supaya g kpanasan. Dosa makin banyak dibuat manusia, baik merusak alam maupun melihat 'pemandangan' yang tidak seharusnya diperlihatkan dan tidak seharusnya dilihat. Moral manusia rusak, alam juga kacau..g bisa dperbaiki lagi,kiamat..

ya kira2 gt penjelasan ringkas n sederhana dari saya mengenai bahaya penggunaan styrofoam yang berlebihan..

kembali ke seminar tadi..trus saya bilang ke pihak cateringnya (Idris Sukses yang logonya orang ngacungin jempol tangan) saya minta besok pke kotak kertas aja. Kata Idris, klo gt nambah Rp500/box. Ooo jadi klo pke kertas lebih mahal y dari styrofoam? Bedanya gede juga..saya kira bakal sama ato lebih murah. Saya pernah baca di milis bahwa styrofoam d Indonesia murah karena bekas (maksudnya bekas pakai ato recycle ato apa y? saya kurang tau) mayb itu jadi pertimbangan orang kenapa lebih memilih styrofoam..hmm,

28 Maret 2009
(re-posted from my previous blog)

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,