STOP Pneumonia, Pembunuh Bayi dan Balita di Indonesia
Air mata tak dapat ku bendung
tatkala meninggalkan ruang NICU. “Sebaiknya Ibu keluar saja. Kalau Ibu tidak
tenang, jarum infusnya susah dipasang,” begitu perawat menjelaskan. Ibu mana
yang tega mendengar jerit tangis bayinya. Rasanya ingin ku peluk tubuhnya yang
semakin kurus. Namun di sisi lain ku harus keluar dari ruangan tersebut supaya
proses pengobatan anakku, SID, berjalan lancar. Malam itu menjadi malam pertama
SID tidur di NICU rumah sakit karena pneumonia.