Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

PV-Boat dan PV-Agri Proyek Nyata Transisi Energi Indonesia di NTT

Friday, October 20, 2023
Sudah berbulan-bulan Jakarta belum hujan. Cuaca terik, sinar matahari melimpah. Enak kali yah jika punya panel surya, panas matahari menjadi sumber listrik di rumah. Hal ini sejalan dengan transisi energi dari energi fosil ke energi bersih yang sedang dilakukan di Indonesia.

Zubike motor listrik
Motor plus sepeda listrik dalam ISEW 2023


Masih asing dengan isu transisi energi? Apa saja jenis energi terbarukan? Apakah ada dampak negatifnya? Mahal enggak sih pakai energi terbarukan? Kali ini saya bawa oleh-oleh dari ISEW 2023 yang mengupas isu transisi energi di Indonesia.

Campervan Impian Bertenaga Surya


Kombinasi mendengarkan cerita keluarga Kusmajadi dan membaca novel Lima Sekawan membangkitkan impian saya berkeliling Indonesia naik campervan. Sebuah mobil (atau truk) yang disulap menjadi rumah berjalan.

Moti, campervan milik Kusmajadi, dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber energi alat-alat elektronik. Menggunakan keberlimpahan sinar matahari Indonesia sebagai negara beriklim tropis untuk menyalakan alat elektronik, keren kan!

ISEW 2023 Membahas Perkembangan Transisi Energi di Indonesia


Energi surya merupakan salah satu contoh energi terbarukan (renewable energy). Mengapa perlu membahas renewable energy?

Terasa, enggak, cuaca akhir-akhir ini makin panas. Emisi Gas Rumah Kaca menjadi salah satu penyebabnya. Penggunaan bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, untuk keperluan energi dan transportasi, menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2).

Selain itu, bahan bakar fosil memiliki jumlah terbatas (energi tak terbarukan). Jika dipakai terus-menerus bakal habis. Itulah mengapa penggunaan energi terbarukan menjadi alternatif sumber energi.

Syukur alhamdulillah Indonesia kaya akan energi terbarukan seperti surya, angin, air, panas bumi, dan biomassa. Namun, transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan tak semudah itu. Butuh kerja sama banyak pihak supaya prosesnya berjalan lancar.

Energi bersih
Edukasi energi bersih dan terbarukan


Indonesia Sustainable Energy Week yang berlangsung pada 10-13 Oktober 2023 lalu di Grand Ballroom Kempinski Jakarta menjadi wadah membahas transisi energi di Indonesia dari sisi teknologi, regulasi, pendanaan, sampai inklusivitas.

ISEW diselenggarakan bersama oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Clean, Affordable, and Secure Energy for Southeast Asia (CASE), serta Institute for Essential Services Reform (IESR) di bawah naungan Bappenas dan Kementerian ESDM.

Tema acara tahunan ini yaitu "United Towards a Decarbonised Energy System" dengan maksud ISEW 2023 sebagai ajang berbagai pemangku kepentingan – pembuat kebijakan, akademisi, NGO, sampai anak muda dan masyarakat umum - untuk berdiskusi dan mencapai pemahaman bersama guna mempercepat transisi energi di Indonesia. .

"Indonesia berkomitmen dengan target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% dari Business-as-Usual (BaU) di tahun 2030 dengan usaha sendiri, atau 43,2% dengan bantuan luar negeri. Indonesia juga bertekad mencapai Net-Zero Emission (NZE) di tahun 2060."

Manfaat Transisi Energi


Beralih ke energi bersih dan terbarukan memiliki beragam manfaat antara lain:

1. Ketahanan energi


Potensi sumber energi terbarukan di Indonesia yang beragam dan melimpah perlu diberdayakan. Bila transisi energi berjalan dengan benar maka energi bersih tersedia untuk masyarakat.

Asyiknya bila setiap daerah di Indonesia dapat mandiri energi terutama untuk daerah yang belum dijangkau listrik. Mandiri energi dengan mendayagunakan sumber energi lokal berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Contoh yang saya jumpai di Desa Wana, sebuah desa di atas bukit di Sulawesi Tengah. Kala itu saya berjalan kaki sekitar 1 jam untuk mencapai desa. Bangunan sekolahnya memprihatinkan, tak ada sekat antar kelas. Pembangunan terhenti karena sulitnya akses ke sana. Uniknya, atap rumah penduduk ada yang menggunakan panel surya sehingga bisa mandiri energi.

2. Mengurangi emisi dan polusi


Penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, pembangkit listrik tenaga energi terbarukan tidak mengeluarkan emisi dalam pengoperasiannya, berbeda dari PLTU.

3. Menciptakan lapangan pekerjaan hijau


Lapangan pekerjaan hijau (green jobs) untuk berkontribusi melestarikan atau memulihkan lingkungan pun akan terbentuk.


Tantangan Transisi Energi


Transisi energi di Indonesia

Hal baik pun ada tantangannya. Dalam melakukan transisi energi, terdapat tantangan dari segi biaya. Dalam salah satu pidatonya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa “Indonesia membutuhkan setidaknya USD 25-30 miliar untuk transisi energi delapan tahun ke depan.” PR-nya bagaimana supaya investor tertarik berinvestasi di proyek energi terbarukan.

Tantangan selanjutnya dari segi teknologi dan infrastruktur supaya dapat mengoptimalkan potensi energi terbarukan di Indonesia. Salah satu programnya dengan 1.000 Pulau - Energi Terbarukan untuk Program Elektrifikasi Fase Kedua (REEP2).

Di samping itu, transisi energi tak lepas dari kebijakan dan politik supaya tak lagi bergantung pada energi fosil dengan mempensiunkan dini PLTU batu bara. Hal yang kompleks dan menyangkut banyak pemangku kepentingan.

Isu mengenai proses produksi dan limbah teknologi energi terbarukan pun ada. Limbah panel surya dan turbin angin sulit didaur ulang karena teknologi saat ini masih terbatas. Hal ini membuka kesempatan munculnya teknologi baru dalam pengolahan limbah.

Penambangan nikel untuk baterai mobil listrik pun perlu dilakukan secara bijak supaya adil bagi masyarakat lokal dan tidak merusak lingkungan.

Mengubah Ide Menjadi Nyata: Showcasing PV Agri and PV Boat Project


Pilot project transisi energi di NTT
Showcasing PV Agri and PV Boat Project

Dalam salah satu sesi talkshow di ISEW 2023 dibahas pilot project transisi energi menggunakan solar photovoltaic (PV) di Nusa Tenggara Timur. Dari segi lokasi cocok banget, yah, NTT dengan kekayaan sinar matahari serta lokasi pulau-pulau kecil yang akses transportasinya terbatas.

Frank Stegmueller, Thematic Lead of Solar Cooling, Technology Cooperation and Digitalisation, GIZ menjelaskan pilot project ini dalam bentuk penyediaan PV-boat (perahu bertenaga surya) dan PV-agri (sistem irigasi bertenaga surya) untuk membantu irigasi di pertanian bawang.

Dolorosa M. Bria, BPMD Rote, menceritakan kondisi di Desa Oeseli, Rote Barat Daya, yang mengandalkan perahu sebagai alat transportasi. Bensin menjadi sangat langka di musim tertentu. Kalaupun ada, harganya tinggi.

Beliau berharap dengan adanya PV-boat dapat membantu masyarakat dari sisi kemudahan transportasi, tak lagi bergantung pada bahan bakar fosil, dan juga adanya pelatihan untuk perawatan alat supaya dapat digunakan dalam jangka waktu lama bahkan bisa direplikasi ke desa-desa lainnya.

Hal senada dinyatakan oleh Sefanya Patola, Kepala Desa Naikean, Kecamatan Semau Selatan, yang dikenal dengan pertanian bawang. Selama ini penyiraman bawang masih menggunakan sistem manual dengan mengambil air di sumur kemudian menyiram dengan ember. Dalam sehari penyiraman manual ini dilakukan pagi dan sore, sangat memakan waktu dan tenaga.

Sefanya berharap hadirnya PV-Agri sebagai sistem irigasi menggunakan panel surya dapat bermanfaat dan memangkas waktu penyiraman sehingga para petani bawang dapat melakukan pekerjaan lain.

Pilot project yang positif ini memiliki tantangan dalam pelaksanaannya. Akbar Digdo dari YAPEKA menuturkan tantangan bekerja di pulau-pulau kecil yaitu keterbatasan, tantangan konektivitas, juga bagaimana meyakinkan masyarakat untuk menerima teknologi baru ini.

Langkah yang diambil dengan duduk bareng dengan masyarakat setempat, mendengar masalah mereka, melibatkan anak muda, serta menunjukkan bahwa teknologi ini akan membawa manfaat untuk masyarakat bila berhasil dijalankan. Penggunaan bahasa daerah juga penting supaya tidak miskomunikasi.

Tantangan juga dialami Giri Cahyo Hartono selaku Project Management Implementation Renewable Energy, PT. Semesta Energi Services. Ketersediaan material tertentu harus mencari hingga ke Kupang karena di Rote tidak ada. Selain itu, perahu ke pulau memiliki kapasitas kecil sementara barang-barang yang perlu dibawa banyak dan besar sehingga perlu disiasati.

Harapanku semoga PV-Boat dan PV-Agri dapat berjalan lancar sehingga membawa manfaat untuk penduduk setempat, semakin produktif, dan bisa merawat peralatannya supaya dapat digunakan untuk jangka panjang.

Apa Peran Kita dalam Transisi Energi?

Kalkulator emisi karbon
Menghitung jejak karbon

Transisi energi ke energi terbarukan butuh peran banyak pihak, termasuk kita sebagai warga sipil. Kita bisa, lho, melakukan dekarbonisasi dengan melakukan hal-hal yang dapat menurunkan emisi karbon.

Coba deh hitung berapa emisi karbonmu dari kegiatan sehari-hari di jejakkarbonku.id. Pilihan transportasi, penggunaan alat elektronik di rumah tangga, juga pilihan makanan berpengaruh ke jumlah emisi karbon.

Setelah itu, pilih komitmen untuk mengurangi emisi karbon seperti menggunakan transportasi umum, kendaraan listrik, AC dan kulkas dengan teknologi inverter, mengurangi pemakaian AC menjadi maksimal 7 jam/hari, menanam pohon, atau memasang PLTS di rumah.

Mahal enggak sih pakai panel surya seperti PV rooftop?

Saya jadi penasaran berapa yah pasang panel surya di rumah. Hasil googling banyak penyedia panel surya di Indonesia bahkan bisa beli lampu LED dengan panel surya di e-commerce. Harganya pun mulai 150 ribuan! FYI, harga panel surya turun sampai 90% dalam 1 dekade.

Penutup

Blogger Indonesia
Imawan, Bowo, dan saya hadir dalam ISEW 2023

Senang banget mendapat insight transisi energi dalam ISEW 2023. Ibu rumah tangga pun perlu tahu karena kita tak lepas dari penggunaan sumber energi selama di rumah maupun di perjalanan.

Ternyata langkah kecil seperti mematikan AC dan lampu bila tak digunakan berkontribusi mengurangi emisi karbon. Semoga bisa mandiri energi juga dengan menggunakan PV untuk campervan impian dan pasang di rooftop rumah.

Sharing, dong, pendapatmu mengenai transisi energi dan apa kontribusimu mengurangi emisi karbon di kolom komentar, ya!
23 comments on "PV-Boat dan PV-Agri Proyek Nyata Transisi Energi Indonesia di NTT"
  1. Ini sudah jadi tuntutan perkembangan kekinian untuk bersiap dalam konteks transisi energi dari enegri fosil ke energi baru terbarukan. Oh iya RUU Energi Baru Terbarukan sedang dalam proses pembahasan nih di DPR

    ReplyDelete
  2. Keren ibuk Sid. Aku paling sering gubrak2 anak2 🤣 kalau mereka nggak matiin listrik..paling sering lampu kamar mandi. Kalau Ugo sekarang udah terbiasa matikan tv, kipas ketika keluar main.
    Aamiin, moga terwujud kelilingnya naik campervan ya buk aku ikoot

    ReplyDelete
  3. Indonesia ini sebenarnya kaya banget dengan sumber energi terbarukan, sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal aja. Regulasinya jg blm tersosialisasi merata. Mudah-mudahan setelah ini bs segera direalisasikan ya. Kan asyik kalau tiap rumah ada pamel surya sendiri2 buat kebutuhan listrik

    ReplyDelete
  4. Acaranya keren ya dan memang sumber energi itu terus harus ada dan dikembangkan karena dibutuhkan manusia yg tentu jumlahnya meningkat

    ReplyDelete
  5. Beruntung Indonesia negara tropis dengan sinar matahari yang selalu muncul jadi tenaga surya memang wajib menjadi salah satu energi terbarukan yang dilirik.
    Acara2 seperti ini selain memberikan pengetahuan juga bisa memberikan kesadaran pada masyarakat untuk makin peduli pada isu lingkungan juga ya.

    ReplyDelete
  6. Wah bangga sekali di Indonesia sudah dimulai langkah-langkah untuk transisi energi. Semoga Indonesia dapat segera beralih ke energi ramah lingkungan sepenuhnya ya... aamiin :)

    ReplyDelete
  7. Tentang transisi energi memang harus dikerjakan bersama, enggak bisa hanya 1 pihak. Karena sinergi harus saling bertautan. Apalagi soal energi terbarukan yang diharapkan bisa mengurangi jejak karbon dan mengurangi polusi.

    ReplyDelete
  8. Aku dong waktu pertama lihat tulisan PV ku kira page view. Btw ngobrolim tentang transisi energi ini menarik juga ya mbak, karena aku pun belum terlalu mendapatkan informasi secara detail. Setelah baca ulasan ini pun jadi mendapatkan insight tentang transisi energi.

    ReplyDelete
  9. Aduh saya jadi ingin punya Moti juga. Hehehe...
    Emang impian banget itu bisa campervan di alam. Apalagi kalau campervan nya dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber energi alat-alat elektronik, keren kan! Bisa masak pakai majiccom sekalian ngecas full hahaha

    ReplyDelete
  10. Transisi energi telah menjadi perhatian dunia internasional untuk mengurangi ketergantungan kepada energi yang merusak lingkungan dan beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan. Ya, transisi energi merupakan salah upaya untuk menyelamatkan bumi di masa depan.

    ReplyDelete
  11. Iyaya, kebayang kalau kita sudah bisa memanfaatkan energi limpahan dari alam begini untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga harapannya bisa mengurangi polusi dan jejak karbon yang dampaknya jangka panjang.

    ISEW 2023 semoga menjadi perwujudan impian kita semua selama ini.

    ReplyDelete
  12. Senang ih berkesempatan hadir pada event ISEW 2023. Jadi bisa tahu banyak topik terkini tentang energi bersih dan terbarukan. Apalagi belakangan ini, persoalan krisis energi, polusi, dan yang lainnya udah jadi perbincangan sekaligus momok yang menakutkan, tapi belum tahu solusinya apa, bagi banyak orang.

    ReplyDelete
  13. Surabaya itu panas banget sekarang kalau ndak pakai AC. Padahal maunya kan hemat energi. Huhu
    Kipas angin itu kurang nampol, saking panasnya.
    Di luar rumah pas malam hari aja bisa keringetan gara-gara nggak ada angin.
    Mungkin karena sebentar lagi mau musim hujan jadinya sumukk

    ReplyDelete
  14. Mahal murah relative ya kebetulan saya punya buat rooftent mobil, atau kalau camping dkk pake panel tsb...sblm dipakai saya taruh di bawah sinar matahari dulu ibaratnya ngecharge yaa...
    Nah hal.itu sdh saya dan suami.pelajari rrncana mau pasang buat di glamping kami...modalnya mayan sih...

    ReplyDelete
  15. Aku juga jumat kemarin sempat ikutan ghatering tentang renewable energy dan memang energi terbarukan yang berkelanjutan sebaiknya by jomunitas. Meskipun skala kecil tapi cukup untuk mereka ya oke2 aja

    ReplyDelete
  16. semoga ke depannya negara kita bisa mengadopsi transisi energi ini ya, mbak biar bahan bakar fosil bisa dikurangi penggunaannya

    ReplyDelete
  17. Lagi musim kemarau seperti ini, emang butuh banget air bersih untuk kebutuhan mandi ataupun yg lain, apalagi kami yg berada di desa masih beruntung dapat memanfaatkan air sungai. Semoga kedepan nya makin banyak gebrakan baru lagi

    ReplyDelete
  18. Keren ya
    Acaranya bikin nambah wawasan banget
    Saya pun senang kalau dapat tambahan ilmu pengetahuan seperti ini

    ReplyDelete
  19. Semoga proyek semacam ini berjalan dengan lancar sesuai yang direncanakan.. dan membuat kualitas hidup anak-anak kita di masa depan semakin baik. Aamiin.

    ReplyDelete
  20. Membaca ini jadi ingat saat kemarin tugas ke salah satu SMK di Makassar yang sudah menggunakan panel surya, dan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan listrik di sekolah. Bisa menghemat 20 juta setiap bulan untuk biaya operasional bayar listrik.

    Kalau saya masih sebatas matiin peralatan listrik yang nggak digunakan. Pengen juga suatu saat nanti pasang panel surya buat di rumah

    ReplyDelete
  21. Sudah mulai mengupayakan dari dulu kalau lampu tidak digunakan ya matikan. Ac pun jika malam saja untuk tidur lebih nyenyak. Ingin juga memanfaatkan matahari untuk cahaya di siang. Sudah rencana buat jendela yang lebih banyak sih

    ReplyDelete
  22. Doakuuu semoga Indonesia segera punya alternatif energi yang mudah dan murah diakses sama seluruh kalangan masyarakat. Mupeng banget sama panel surya meskipun belum kebayang penerapannya di rumah pribadi.

    ReplyDelete
  23. Baru kemaren jalan-jalan ke salah satu kampung berseri Astra. Lampu jalannya menggunakan energi terbarukan. Jadi nggak pakai listrik lagi. keren ya..

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Bagaimana komentarmu? Silakan tulis di kolom komentar, bisa pakai Name/URL. Kalau tidak punya blog, cukup tulis nama.

Ku tunggu kedatanganmu kembali.

Jika ada yang kurang jelas atau mau bekerja sama, silakan kirim e-mail ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,