Mengenal Lebih Dekat Diabetes dan Cara CERDIK Mencegahnya

Tuesday, November 1, 2016

[Mengenal lebih dekat diabetes dan cara CERDIK mencegahnya] Saat masih SMP saya pernah diajak ibu ke rumah kawannya di sebuah perumahan elit di Surabaya. Rumahnya megah membuat saya terkagum-kagum saat memasukinya. Sembari menunggu ibu berbincang dengan kawannya yang seorang pimpinan perusahaan berskala nasional itu, saya memperhatikan anak si pemilik rumah yang usianya lebih muda dari saya. Anak tersebut asyik bermain di ruang keluarga yang luas. Lalu ayahnya memanggil dan mengingatkannya untuk cek gula darah dengan alat yang harus ditusuk ke ujung jari. Apakah anak itu sakit padahal ia tampak ceria? Di situ pertama kalinya saya mengetahui penyakit bernama diabetes yang mengancam kesehatan anak-anak maupun dewasa.
 
Apa itu diabetes? (pic: liferelayhealthcare)
Anak tersebut adalah satu dari sekian penderita diabetes, tepatnya diabetes tipe 1. Pengobatannya tidaklah murah. Ia beruntung hidup di keluarga yang berkecukupan untuk membiayai terapinya yang bisa berlangsung seumur hidup. Diabetes ada di sekitar kita, mungkin tanpa kita sadari. Menyambut Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November 2016, mari kita bahas penyakit tidak menular yang dialami 10 juta orang di Indonesia ini (IDF Atlas 2015).


Apa itu diabetes?

Diabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Pada kondisi normal, pankreas memproduksi insulin untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Karena insulin tidak ada atau kurang, glukosa dalam darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kebutaan.

Diabetes sendiri ada 2 tipe yaitu:

  • Diabetes Tipe 1: Tubuh berhenti memproduksi insulin karena perusakan sel pankreas yang memproduksi sel insulin oleh sistem kekebalan tubuh. Umumnya dialami oleh anak-anak atau remaja. Orang dengan diabetes tipe 1 ini sangat bergantung pada terapi insulin.
    Obesitas menjadi salah satu penyebab diabetes (pic: pinterest)
  • Diabetes Tipe 2: Pankreas masih menghasilkan insulin tetapi tidak sesuai kebutuhan tubuh atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar. 90% kasus diabetes umumnya tipe 2 ini dan dialami oleh orang dewasa, terutama yang kelebihan berat badan (obesitas). Terapinya dengan obat oral, olahraga, dan diet sehat. Insulin hanya diberikan jika obat oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah. Kabar baiknya, 80% diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda. Caranya? Simak terus artikel ini ya.

Apa ciri-ciri penderita diabetes?

Perhatikan gejala-gejala umum di bawah ini yang diduga diabetes tipe 2:
  • Penglihatan kabur dan lensa mata membengkak
  • Buang air kecil lebih sering dari sebelumnya sehingga mudah haus
  • Mudah lapar dan makan lebih banyak dari biasanya
  • Berat badan turun meski nafsu makan baik
  • Luka pada tubuh sulit untuk sembuh, infeksi pada kulit, kandung kemih atau gusi, dan gata-gatal di daerah genital 
  • Kesemutan di tangan dan kaki
pic: beatdiabetes

Bila mengalami hal-hal tersebut, baiknya segera lakukan skrining. Lebih bagus lagi apabila setahun sekali rutin melakukan medical check-up. Tes yang akurat untuk mengetahui kadar gula darah yaitu dengan pemeriksaan pemeriksaan glukosa darah dari pembuluh darah vena yang bisa dilakukan saat berpuasa/gula darah puasa (tidak makan dan minum kecuali air mineral selama 8-10 jam) atau tes sewaktu/gula darah sewaktu (tanpa berpuasa). Bila hasilnya berikut ini maka orang tersebut positif mengalami diabetes:
  • Kadar glukosa plasma sewaktu >= 200 mg/dL
  • Kadar glukosa plasma puasa >= 126 mg/dL
  • Pemeriksaan HbA1C >= 6.5%
Ada kondisi di mana angka hasil tes di atas normal dan hampir mendekati batas diabetes, hal ini disebut pradiabetes. Kondisi ini perlu dicermati karena sangat berisiko terkena diabetes di tahun mendatang bila tidak ada menjalani pola hidup sehat.

Siapa yang rawan mengalami diabetes?

Sayangnya jawaban atas pertanyaan tersebut kurang mengenakkan. Siapapun dapat terkena diabetes meski ada beberapa orang yang berisiko lebih tinggi karena faktor:
  • Riwayat keluarga. Bila orang tua atau saudara kandung menderita diabetes tipe 2, risiko diabetes meningkat.
  • Usia di atas 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi. Hal ini mungkin karena aktivitas fisik yang menurun.
  • Obesitas. Yup, kegemukan menjadi sumber penyakit apabila kurang beraktivitas fisik meski bukan berarti orang kurus bebas risiko diabetes.
  • Diet yang tidak sehat karena terlalu banyak kalori, lemak jenuh, gula, dan rendah serat. 
  • Tekanan darah tinggi atau tingkat lipid yang tinggi 
  • Diabetes gestasional
Ibu hamil berisiko mengalami diabetes gestasional (pic: bestdentistnews)

Ibu hamil juga bisa mengalami diabetes sementara yang disebut diabetes gestasional. Bila di suatu kehamilan ia memiliki diabetes gestasional, pada kehamilan berikutnya ibu berisiko tinggi mengalaminya kembali. Meskipun setelah melahirkan kadar gula darahnya menjadi normal, di kemudian hari ibu tersebut rawan mengalami diabetes tipe 2. Pun anak yang dilahirkan berisiko mengidap diabetes tipe 2 saat dewasa.
Beberapa faktor yang menyebabkan ibu hamil berisiko mengalami diabetes gestasional adalah:
  • Usia lebih tua dari 25 tahun
  • Kelebihan berat badan sebelum kehamilan
  • Riwayat keluarga diabetes
  • Riwayat kadar glukosa darah meningkat
  • Episode aborsi berulang atau lahir mati
  • Riwayat melahirkan bayi besar (lebih dari 4 kg)
  • Mengalami sindrom ovarium polikistik (gangguan keseimbangan kadar hormonal yang memproduksi hormon laki-laki secara berlebihan)

Selain faktor-faktor di atas, gaya hidup yang kurang gerak, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular lainnya menambah risiko ibu hamil mengidap diabetes gestasional. Untuk mencegahnya, alangkah baiknya ibu segera melakukan skrining diabetes saat hamil.

415 juta jiwa penduduk di dunia mengalami diabetes, 10 juta diantaranya ada di Indonesia. Diabetes dengan komplikasi menjadi penyebab kematian tertinggi nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan penyakit jantung koroner (SRS 2014). Sederet fakta dalam angka mengenai diabetes membuat saya bergidik ngeri. 2/3 pengidapnya di Indonesia tidak sadar dirinya memiliki diabetes hingga akhirnya berujung ke komplikasi dan sudah terlambat mendapatkan pengobatan.
 
Di tahun 2015, 415 juta orang di dunia mengidap diabetes (pic: International Diabetes Federation)

 

Harapan itu masih ada

Penyakit ini dapat dicegah, terutama untuk diabetes tipe 2. Bagi orang dengan diabetes pun dapat tetap hidup sehat asalkan konsisten terapi obat, diet sehat, dan beraktivitas fisik. Dalam blogger gathering yang diadakan Sun Life Financial Indonesia pada awal Oktober 2016 lalu di XXI Club, Plaza Indonesia, penjabaran apa dan bagaimana mencegah, mengobati, serta melawan diabetes dijabarkan dengan apik oleh dr. Lily S Sulistyowati, MM, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI. dr. Lily memberikan resep CERDIK untuk hidup yang lebih sehat.
 
CERDIK mencegah dan mengobati diabetes (pic: Kemenkes RI)

C = Cek kesehatan. Periksa berat badan, tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur. Kalau baju kesempitan itu artinya perlu diet.
E = Enyahkan asap rokok dan jangan merokok (juga hindari minuman beralkohol)
R = Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu. Aktivitas ini termasuk berolahraga, membersihkan rumah, juga jalan kaki keliling pusat perbelanjaan sambil cuci mata (tapi jangan terlalu lama di food court ya).
D = Diet yang seimbang dengan mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang. Konsumsi buah dan sayur tiap hari. Batasi konsumsi dengan rumus 5-4-1 yaitu 5 sdm lemak/minyak goreng, 4 sdm gula, dan 1 sdt peres garam dalam sehari.
I = Istirahat yang cukup.
K = Kelola stres dengan baik dan benar
 
Ingat rumus 5-4-1 dari dr. Lily



Dalam kesempatan ini hadir pula Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdP, F.A.C.E.  Beliau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes. Hal ini membuat Prof. Sidartawan benar-benar menjaga kesehatan supaya terhindar dari penyakit tersebut. Berkali-kali beliau menyebutkan “Sweet is not only sweet”. Mengapa harus makan yang manis-manis? Saat kita makan sesuatu yang manis, misalnya permen, akan timbul keinginan untuk makan dan minum yang manis lagi.

Prof. Sidartawan menjelaskan bahaya diabetes

Pola hidup sehat (pic: besthealthmag)

Salah satu efek dari komplikasi diabetes dapat menyumbat pembuluh darah sehingga jari menjadi hitam dan tidak bisa kembali semula. Beliau mengibaratkan kayu yang telah menjadi arang tidak bisa menjadi kayu lagi. Maka dari itu nilai risiko gaya hidup masing-masing. Perhatikan total karbohidrat dari tiap makanan yang dikonsumsi, bukan sumbernya. Makan nasi dengan bakwan jagung dan kentang goreng jelas itu terlalu banyak karbo. Akan tetapi bukan artinya hanya makan buah dan sayur, imbangi pula dengan protein. Boleh saja sesekali makan permen, es krim, atau kue sebagai “obat kangen”.

Mengobati diabetes tidaklah murah. Tes HbA1C sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan untuk melihat hasil terapi dan rencana perubahan terapi. Kalau hasilnya masih tinggi, bisa cek kadar gula darah setiap bulan.

Lengkapi dengan Proteksi Diri

Setelah mengenal lebih dekat bahaya diabetes dan cara pencegahan maupun pengobatannya, ada baiknya kita melengkapi diri dengan asuransi atas kejadian yang tak diinginkan. PT. Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) sebagai penyedia asuransi terkemuka yang telah 21 tahun berada di Indonesia memiliki beberapa pilihan produk asuransi jiwa seperti:
  • Term Life
  • Asuransi Sun Prima Protector
  • Asuransi Sun Pusaka Prima
  • Asuransi Brilliance Hasanah Maxima
Sun Life memahami pentingnya awareness mengenai bahaya diabetes sehingga mengadakan blogger gathering ini. Harapannya blogger dapat menyambung lidah informasi ini supaya semakin banyak yang teredukasi akan penyakit diabetes.

Life's brighter under the sun (pic: Sun Life)

Sun Life memiliki Corporate Social Responsibility (CSR) yang disebut Sun Bright dengan 3 core meliputi: pendidikan, kesehatan, dan kemanusian. Program-program yang dijalankan antara lain: pengadaan sanitasi dan kebersihan sekolah, game board untuk pelajar tingkat SD, juga pelatihan keuangan di kampus dan bagi pekerja untuk membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan finansial. 

Informasi lebih lanjut mengenai Sun Life dapat diakses di www.sunlife.co.id atau melalui Pusat Layanan Nasabah no. telpon 1 500786 (1 500SUN), Fax (021)  2966 9806, dan E-mail: sli_care@sunlife.com.




Lomba Penulisan Blogger Hari Kesehatan Sedunia 2016: Cegah, Obati, Lawan Diabetes



54 comments on "Mengenal Lebih Dekat Diabetes dan Cara CERDIK Mencegahnya"
  1. Acara talkshow Diabetes kemarin kita jadi banyak ilmu ya. Papaku meninggal juga karena diabetes. Aku skrg jadi mawas diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Punya riwayat keluarga diabetes memang lebih ekstra menjaga pola hidup sehat

      Delete
  2. Semoga diabetesnya bisa hilang. amin.

    ReplyDelete
  3. Wah beneran kudu CERDIK niy, tapi kadang masih susah untuk dijalaniya. Apalagi untuk mengecek, takuuut!!

    Semoga kita semua dijauhkan dari berbagai penyakit yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya cek rutin, Teh. Buat kesehatan kita juga. Amin.

      Delete
  4. Sekarang usia muda pun bisa kena diabetes ya mba. Benar2 sillet killer nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya karena gaya hidup yang overweight itu mba

      Delete
  5. Ooh meski nafsu makan baik tapi berat badan turun ya. Duh ngeri juga, apalagi aku nggak pernah olah raga nih.

    ReplyDelete
  6. Hallo admin,
    saya perwakilan Digital Agency.Saya merasa tertarik dengan postingan anda. Jadi, saya tertarik untuk memasang sponsored post di blog anda (helenamantra.com) Jika anda tertarik maka mohon hubungi saya rainnisa1993@gmail.com , atau boleh saya tau alamat email mas/ mba ?

    much thanks :)
    Rain

    ReplyDelete
  7. Saya juga memiliki riwayat diabetes. Ayah saya menderita diabetes.

    ReplyDelete
  8. Diabetes ini selain penyakit turunan bisa jadi karena pola makan sih yang manis" hikssss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalan-jalan yuk supaya perbanyak aktivitas fisik. Tapi bawa air minum sendiri ya supaya ga tergoda minum yang manis

      Delete
  9. Ciri-ciri penderita diabetes buat aku takut mba helena... harus segera periksa nih yaaa

    ReplyDelete
  10. talkshow kemaren emang jadi ngebuka mata banget ya mba..saya juga punya turunan diabetes ini harus jaga pola hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Para peserta khusyuk nyimak sambil mikir risiko gaya hidup masing-masing

      Delete
  11. Huhuhu, karena punya sejarah diabet, sekarang memang sedikit hati-hati, terutama untuk tidak terlalu stress berkepanjangan, rutin untuk naik sepeda atau jalan kaki, minimal biar aktif aja. Meski berat badan ga kunjung turun #eh #malahcurhat

    ReplyDelete
  12. Pola hidup sehat ya, kuncinya 😊

    Kadang worry kg krn aku suka camilan yg manis2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikurangi sedikit-sedikit yaa *saya juga*

      Delete
  13. What? itu ciri-cirinya kok saya banget :(
    Kecuali yang berat badan. Duhhh mesti benerin pola hidup nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari lebih CERDIK dan ingat rumus 5-4-1 :D

      Delete
  14. pengin cek kadar gula, gak sempet muluuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih kamu kan punya riwayat keluarga diabetes. Jaga kesehatan yaa

      Delete
  15. nah, aku nih kerjaannya duduk terus di depan komputer, mesti lebih aware lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 30 menit sekali ambil minum, ke kamar mandi, atau gerak yang lain mba

      Delete
  16. Asyik banget bisa ikut talk show semacam ini. Bisa dapat banyak ilmu dan artikel blog yang tak hanya sangat bermanfaat, tapi edukatif sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Sekarang tinggal mengaplikasikan gaya hidup sehat

      Delete
  17. Gaya hidup juga bisa jd pemicu diabetes yaa. Bismillah moga aku konsisten perbaiki gaya hidup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makin ke sini gaya hidup masyarakat kurang sehat. Terlena (((TERLENA))) kemajuan teknologi.

      Delete
  18. Detail banget mbak infonyah. heee... Kudu bener2 jaga pola dan atur makanan secara seimbang ya mbak. pola makanan yg berlebih kan juga ga baik efeknya.

    ReplyDelete
  19. Helena, keren euy postingannya. Bunda bikin at the last moment on 1 Nov., Hiks..md2an masuk...

    ReplyDelete
  20. Duh, usia muda pun bisa kena resiko diabetes, ya... Harus menjaga pola hidup dengan baik supaya bisa sehat terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diabetes tipe 1 bisa menyerang anak-anak dan remaja. Kalau tipe 2 pasiennya dewasa

      Delete
  21. Memang nih sekarang, gak hanya karena faktor keturunan tapi krn pola hidup yang gak sehat. Mama saya jg saat terkena diabetes karena terlalu banyak makan dan gerak kurang, pdhal gak ada yg pernah sakit diabetes dr keluarganya. Belajar dr mama, saya skrg ngatur makan juga walau kdg2 ngaku, suka bablas sm yg manis2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga mamanya sehat-sehat ya, bisa jaga pola makan :)

      Delete
  22. hidup sehat menjadi sebuah kenyamanan tersendiri untuk sekarang dan yang akan datang.

    ReplyDelete
  23. Diabetes jadi penyakit yang aku takutin banget akhir-akhir ini soalnya kalo udah kena susah jadinya kalau mau promil. Makanya mulai sekarang aware banget sama hidup sehat.

    ReplyDelete
  24. Selamat untuk tulisan keren ini ya mbak :)

    ReplyDelete
  25. Komplit pembahasannya..selamat utk kemenangannya y..semoga menjadi inapirasi bagi yg membacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat juga siti, kamu hebat banget deh juara 1

      Delete
  26. infonya lengkappp, bs jadi referensi kapan aja nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya Mba Prita. Semoga berguna

      Delete
  27. Terima kasih infonya Mbak, mantap banget ulasannya jadi ngerti kita, dan enak bacanya.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature