Tips Mudik Bersama Anak

Sunday, June 26, 2016

[Tips Mudik Bersama Anak] Lebaran sebentar lagi. Yes, tahun ini berasa kangen kampung halaman karena merantau. Tahun lalu di rumah saja jadi tidak repot dengan budaya mudik ini. Setelah pilih jadwal, hunting tiket sebelum harga melambung tinggi, saatnya persiapan mudik. Sebenarnya kalau cuma mudik sendiri mungkin hanya berpikir bawa oleh-oleh apa untuk orang rumah. Berhubung sekarang ada anak bayi unyu-unyu, persiapan mudik pun lebih berwarna (baca: riweuh).

Apa saja yang perlu dipersiapkan supaya mudik aman dan nyaman bersama anak?

1. Pilih waktu perjalanan saat jam anak tidur

source: Pixabay

Dari awal hunting tiket pilih waktu di mana anak biasa tidur supaya saat perjalanan dia tidur dengan nyenyak. Usahakan anak tidak tidur sebelum berangkat jadi saat perjalanan ia tertidur. 

2. Pakai pakaian yang nyaman
Tip ini berlaku untuk anak dan orang tua. Anak bisa rewel kalau kepanasan maka pakaikan kaos yang menyerap keringat. Siapkan selalu jaket untuk berjaga-jaga bila udara dingin. Orang tua juga menggunakan pakaian yang nyaman supaya bisa menjaga anak, tidak ribet dengan pakaiannya sendiri J


3. Bawa baju ganti, popok, tisu basah, dan minyak telon
Setiap bepergian dengan anak meski hanya 1 jam, saya selalu membawakan baju ganti lengkap (dalaman, kaos nyaman, dan celana). Si kecil yang sangat aktif mudah berkeringat. Terkadang juga bajunya ketumpahan makanan atau basah.  Sediakan popok 3 pcs atau kalau newborn yang sering pup butuh lebih banyak. Tisu basah dan minyak telon juga wajib dibawa. Anak yang sudah sukses toilet training sebaiknya tetap dipakaikan popok untuk berjaga-jaga bila kesulitan mencari toilet.

4. Bawa makanan dan cemilan sesuai jadwal MP-ASI

Source: Pixabay

Bayi yang belum MP-ASI lebih mudah dibawa bepergian, tidak perlu menyiapkan makanan untuknya. Stok makanan untuk ibunya saja yang banyak, hehe.
Usia 6-12 bulan bayi masih belajar makan maka persiapkan MP-ASI yang mudah seperti pisang (langsung kerok dan makan). Kalau telaten membawa cooler box/ cooler bag, bisa juga membuat puree alpukat, pepaya, dll. Perhatikan pula ketersediaan bahan makanan di tempat tujuan. Kalau bisa beli di sana, tidak perlu membawa dari rumah. Bawa saja alat untuk mengolah MP-ASI seperti panci kecil untuk mengukus (atau pakai slow cooker), alat makan bayi, dan celemek/bips. Btw, saya pro homemade MP-ASI ya. Sid pernah makan biskuit dan bubur bayi instan tapi tidak terlalu suka (ujung-ujungnya saya juga yang habiskan).
Anak usia 12 bulan ke atas sudah makan makanan keluarga sehingga lebih mudah dalam memilih makanan. Saya masih membawa bekal tiap mengajak Sid pergi untuk berjaga-jaga bila susah menemukan makanan yang tidak pedas. Selain itu dengan memasak sendiri bisa mengontrol bahan-bahan yang digunakan (no vetsin, less sugar and salt).

5. Bawa mainan dan buku cerita  

Selama perjalanan bisa diisi dengan bermain, membaca buku, mewarnai, dan aktivitas yang anak suka. Biasanya senjata dari orang tua adalah bermain game atau menonton video melalui gadget. Tapi saya kurang sreg dengan ini. Melihat Sid yang tiap hari maunya nonton Chu Chu TV membuat saya sembunyi-sembunyi memakai smartphone. Sebagai pengganti, mudik kali ini saya bawakan buku cerita kesukaannya. Kalau masih bosan? Coba buat kuis tentang keluarga yang akan dikunjungi atau hal yang dijumpai di perjalanan.


6. Berlatih
Weits, kok seperti ujian pakai latihan? Hihihi… Maksudnya, sebelum mudik si anak sudah diberi pengertian tentang gambaran perjalanan yang akan ditempuh. Kalau mudik dengan kereta tapi si anak belum pernah naik kereta, coba dulu dengan naik Commuter Line. Biasakan anak dengan suasana transportasi umum yang ramai. Ada anak yang cuek saja di tengah keramaian, ada pula yang merasa insecure di tempat umum.



7. Tenang
Meski sudah menyiapkan ini itu, ada kalanya anak menjadi rewel karena mengantuk, lapar, atau hal lain. Untuk menenangkan anak, orang tua harus menenangkan diri sendiri dahulu. Keep calm and don’t panic.


source: Pixabay

Asli deg-degan membayangkan mudik berdua bersama Sid. Dengan 7 tips mudik bersama anak di atas, saya menjadi lebih tenang dan siap lahir batin mudik. Anyway, setelah sampai di tujuan ajaklah anak beristirahat yang cukup. Lakukan pijat bayi atau bawa ke baby spa supaya pegal-pegal selama perjalanan hilang dan anak kembali ceria.

Selamat bersiap berkumpul bersama keluarga! Semoga tips ini bermanfaat.

***
Alhamdulillah mudik berdua dengan Sid berlangsung lancar jaya. Kami naik pesawat pagi, sesuai jam tidur Sid. Saat dia bosan menunggu panggilan boarding, saya berikan buku favoritnya. Sebenarnya ada arena bermain di ruang tunggu tetapi ramai dan khawatir tidak terdengar pengumuman boarding. Sejak take-off sampai landing dilanjutkan naik bis, ia tidur nyenyak. Whaaa saya terkejut sekaligus senang. Bayangan ia rewel minta jalan di sepanjang lorong pesawat tidak terjadi. Alhamdulillah.
8 comments on "Tips Mudik Bersama Anak"
  1. Mudik dengan baby emang persiapannya kudu komplit, banyak yang mesti disiapkan. Hepi mudik yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul...udah kayak pindahan rumah, heheh

      Delete
  2. Waaah thanks tipsnya. Mau aku praktekkan saat lebaran bsk. Aku sempet panik apa aja ya nanti persiapannya. Soalnya anakku itu gak bisa diem sama sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Sid juga maunya muter terus karena belajar jalan. Syukurlah aman di perjalanan.

      Delete
  3. Asyeeeek dah nyampe Gresik ya?
    Dulu pernah balik dari Sby ke Jkt sendirian sama Maxy naik pesawat, trus Maxynya rewel, nangis mulu kalau nenennya lepas huhuhu. Mungkin krn suasana hati emaknya pengaruh kali ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngefek lho kalau ibunya panik, si anak juga susah tenang. Memang harus tenang dulu sebelum menenangkan orang lain.

      Delete
  4. wah...mudik ke gresik ya mbak
    mampir dong ke surabaya

    saya udah berlalu kerempongan ngurusi anak kecil mbak
    sekarang bayi2 saya udah mahasiswa...
    tapi masih bs ngerasain deh gimana repotnya bawa anak kecil kalo mudik

    selamat menikmati mudik ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih. Mau ke Surabaya tapi masih males lihat macetnya tol. Orang-orang lagi sibuk habisin THR, hehe

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature