Top Social

Membawa Bayi Naik Transjakarta Sungguh Menantang

Friday, April 22, 2016
Membawa bayi naik transportasi umum di Jakarta itu…menantang! Padahal ini kota besar dengan segala kemudahan moda transportasi. Dari sekian pengalaman, saya mau cerita yang satu ini deh.

Pagi itu saya hendak menghadiri acara di JCC Senayan. Seperti biasa, si kecil yang menginjak usia setahun ikut serta. Karena lokasinya di pusat kota dan harus berangkat pagi bersamaan dengan waktu berangkat kerja, saya memutuskan naik bus Transjakarta. Sebelum berangkat sudah memikirkan macet dan berdesak-desakan di bus sambil menggendong bayi.
sumber: wikimedia.com


Alhamdulillah saya mendapat tempat duduk karena naiknya dari pool awal. Anak digendong, stroller dijepit di kaki, dan tas di samping. Perjalanan Pulo Gadung – Dukuh Atas lancar. Memang penumpang ramai di bus tapi karena saya duduk jadi nyaman. Si kecil pun lelap hingga tiba di halte transit.

Sampai di Dukuh Atas, kami pindah halte ke Dukuh Atas yang di atas (apa coba maksudnya..). Stroller pun saya buka. Dia duduk manis dan saya bisa mendorongnya dengan mudah melewati jembatan penyeberangan. Di Dukuh Atas yang dekat patung Sudirman, kami pun mengantri. Saya sengaja tidak menutup stroller, biar sajalah dia tetap duduk di situ hingga di atas bus. Saat bus jurusan Kota – Blok M datang, saya dibantu kondektur menaikkan kereta dorong. Sebenarnya di tiap bus Transjakarta ada tempat khusus untuk pengguna kursi roda. Namun karena jarang terpakai, biasanya digunakan untuk penumpang yang berdiri.




Di halte Benhil, kami turun dibantu penumpang yang hendak masuk bus. Alhamdulillah banyak bantuan hari ini. Dari Benhil kami melewati jembatan penyeberangan terpanjang seantero Jakarta menuju halte Semanggi. Padahal saya hanya mendorong stroller tanpa membawa tas yang berat namun lumayan juga jarak jembatan ini. Ditambah lagi alurnya yang naik turun. Olahraga!
Dorong terusss

Halte Semanggi tidak seluas halte Benhil dan udara terasa panas. Untungnya bus menuju JCC segera datang. Sekali lagi, saya dibantu bapak OB mengangkat kereta ke dalam bus. Jarak halte Semanggi ke JCC Senayan hanya satu halte. Kami pun sampai di halte tujuan. Lha…ternyata akses keluar berupa tangga padahal niatnya mau wusss dorong kereta. Baiklah, ambil napas, kumpulkan tenaga, kemudian si anak yang sudah nyaman duduk pun saya turunkan dan berganti duduk di tangga halte. Kereta saya lipat, dia pun saya gendong sambil menjinjing kereta dan tas. Ada 2 wanita yang berbarengan turun di halte JCC menunggu saya, khawatir dengan kerempongan ini. But everything was fine, I could handle it *wink. Alhamdulillah perjalanan selesai.


Whoaaa…bus Transjakarta memang nyaman bagi ibu hamil, lansia, ibu dengan anak, ataupun kaum difabel karena ada kursi prioritas. Namun sangat disayangkan akses halte yang terkadang masih berupa tangga (dan tidak ada lift) tentu menyulitkan bagi pengguna kereta bayi/kursi roda. Saat masuk ke bus juga ada jarak dan harus dibantu angkat kursi roda. Terbayang MRT di Singapura yang memfasilitasi pengguna kursi roda untuk menggunakan moda tersebut. Untuk Jakarta yang begitu padat penduduk dengan mobilitas tinggi, transportasi umum bisa menjadi solusi kemacetan asalkan dibuat lebih aman dan nyaman. Masih ada waktu untuk berbenah.
8 comments on "Membawa Bayi Naik Transjakarta Sungguh Menantang"
  1. Semoga semakin ramah fasilitas nya buat ibu hamil, menyusui, lansia maupun disabilitas.
    Kalau jaman anak saya bayi karena belum ada bis model transjakarta, transolo dll, anak ya di gendong kalau pake kereta dorong nggak bisa masuk keretanya karena sempit lorong dan pintu bus nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya..semoga makin membaik ya dan kesadaran penumpang untuk memberikan priority seats untuk yang membutuhkan

      Delete
  2. mbak baca ini jadi inget kejadian sabtu kemarin naik krl dari jatinegara ke bekasi, ada sepasang muda-mudi yg aku semprot krn aku udah gag tahan liat kakek-nenek gag dpt tempat duduk tapi ini org diem aja. umurnya paling banter 28an ini, bajunya rapih tasnya givenchy (kw kali)duduknya di kursi yg pojok yg mana kursi prioritas kan. aduh biasanya ak paling panggil security tp kmrn gag ada, jadi ak sendiri yang nyuruh mereka bangun trs mereka marah-marah gitu but i dont care .

    betul memang sistem nya mesti diperbaikin, tapi kesadaran orang-orang juga perlu banget di tingkatin. sekian. lah maap aku jadi curhat heheheh salam kenal mbak ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi..iya pernah ketemu yang begini juga
      sabar ya..sabar
      dan semoga makin tinggi kesadaran penumpang untuk memberikan priority seats ke yang membutuhkan

      Delete
  3. Hmm jangankan buat anak kecil mbak buat orang dewasa saja duh minta ampun.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah ya lancar perjalanannya..sendirian aj, klo lagi jam padat apalagi klo jam pulang kerja, kayak oksigen di bumi ini menipis.tapi transjakarta tidak terlalu padat ketimbang krl. cz ada petugas yg membatasi jumlah penumpang. jadi gak terlalu parah berdesakannya. kalau krl bener-bener dah, kayak jajan dimasukin di toples, diteken-teken sampe penuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..kalau KRL bagaikan pepes ikan

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature