70.000 bayi di Indonesia kehilangan nyawanya sebelum memasuki usia 28 hari -data WHO 2015
Mengetahui fakta tersebut membuat
saya flash-back ke kejadian dua tahun
lalu. Perasaan bahagia mengalir begitu melihat janin, yang selama ini hanya
dapat dilihat lewat USG, kini hadir di depan mata. Curahan kasih sayang saya
limpahkan setiap hari untuk SID, anak pertama saya. Namun kebahagiaan itu
sempat menjadi duka karena di usia 2 minggu SID harus opname. Batuk pilek
membuat tubuhnya semakin lemah hingga muncul tanda-tanda pneumonia. Saya tidak
mengetahui batuk pilek untuk newborn
seberbahaya itu.
![]() |
| Keluarga menjenguk babySID yang opname |
Hari-hari awal kehidupan newborn baby begitu krusial. Tubuhnya
beradaptasi terhadap lingkungan luar setelah selama ini terlindungi cairan
plasenta di rahim ibu. Sayangnya sebagian bayi tidak bisa bertahan hidup hingga
usia 28 hari (ya, hari bukan tahun) karena berbagai hal. Saya sangat bersyukur
SID dapat melalui masa-masa tersebut dan tumbuh sehat hingga kini.
Apa yang bisa kita lakukan untuk
menekan angka kematian neonatal di Indonesia?
