Apa Peran Blogger untuk Dukung Suksesnya 3-Ends?

Saturday, October 29, 2016



Dua hari lalu, tepatnya 27 Oktober 2016 diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Saya baru mengetahui hal itu saat hari H. Kebetulan paginya saya dan puluhan rekan blogger lainnya berkumpul di Binus University, FX Sudirman, Jakarta untuk belajar “The Power of Content” dalam blogger gathering oleh Serempak. 

Serempak, Seputar Perempuan dan Anak, adalah platform yang dibangun untuk mengatasi isu perempuan dan anak. Serempak telah ada sejak 2010 dan bekerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Program unggulan yang diangkat oleh KPPPA sekaligus menjadi isu penting Serempak yaitu 3-ends:

  1. End Violence Against Women and Children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak)
  2. End Human Trafficking (akhiri perdagangan manusia)
  3. End Barriers To Economic Justice (akhiri kesenjangan ekonomi)
Ratna Susianawati, SH, MH, selaku Kepala Biro Hukum dan Humas KPPPA menjelaskan dalam menyusun program kerja, kementrian melibatkan masyarakat supaya program tersebut tepat sasaran. Perempuan juga punya andil dalam suksesnya pembangunan bangsa. Itulah mengapa KPPPA dan Serempak mengadakan roadshow ke beberapa kota di Indonesia untuk menggali potensi peranan perempuan, salah satunya roadshow Serempak di Jakarta pada Agustus lalu yang menunjukkan perempuan melek teknologi mampu majukan keluarga dan bangsa. 

Hampir 100 bloggers kumpul di sini
Tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, Maman Suherman menceritakan kebakaran yang menewaskan keluarga di sebuah kota di Sulawesi. Beruntungnya ada 1 anak yang masih hidup sehingga bisa memberikan keterangan. Ternyata kebakaran itu disengaja karena ibunya gagal diperkosa oleh tetangga. Lain lagi kisah di sebuah rumah susun di Jakarta. Seorang anak ditanya tentang cita-citanya. Ia ingin sekolah di luar negeri. Kang Maman, begitu ia biasa dipanggil, surprise dan kagum mendengarnya namun setelah ditanya kembali alasan anak tersebut ia sedih. Anak itu ingin jauh dari kakak dan ibunya yang tiap hari melakukan kekerasan padanya.

Kekerasan dan pelecehan itu nyata di sekitar kita. Indonesia beruntung pada 12 Oktober 2016 Perppu Kebiri telah disahkan menjadi undang-undang. Akan tetapi terkadang korban pelecehan malu atau bingung harus lapor ke siapa agar mendapat perlindungan. Kang Maman berharap di tiap Polsek ada ruang pengaduan yang nyaman dan aman supaya korban cepat tertangani dan tidak menimbulkan trauma. Selain itu perlu adanya kelompok perlindungan anak di tiap desa dan kota supaya tempat tersebut ramah anak.
Di Indonesia perempuan masih didiskreditkan perannya, masih dianggap lemah. Perempuan bekerja hanya dianggap tambahan bagi keluarga, padahal ia punya peran besar. Kalau masalah ini saya tak perlu mengambil contoh yang jauh, ibu saya seorang single parent dan single fighter yang Alhamdulillah dapat menyekolahkan semua anaknya hingga S1. 

Booth sponsor (can you spot Sid?)

Bagaimana dengan blogger? Apa yang bisa blogger lakukan untuk menyukseskan program 3-Ends?

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, kalau blogger? Ya tulisan. Bukan asal menulis, ada golden rules supaya tulisan ini tepat sasaran ke pembaca dan membawa perubahan positif. Golden rules yang disampaikan Ina A. Murwani, MM. MBA, Deputy Head of Marketing BINUS Business School, adalah:

1. Know your target audience
Siapa yang paling banyak membaca blog kita? Pesan ini ingin saya sampaikan ke siapa? Gaya penulisan dan pilihan bahasa disesuaikan dengan target pembaca supaya tepat sasaran.

2. Select the theme
Niche tulisan itu penting. Mau parenting, kesehatan, teknologi, travel, kuliner, atau yang lain. Fokus ke 1 tema itu dan gali ide sebanyak-banyaknya. Niche ini penting juga untuk branding. Misal satu blog fokus dengan tema pelecehan perempuan dan anak maka saat pembaca mencari info hal tersebut langsung ingat blog yang itu, brand awareness. Nah ini yang masih menjadi masalah saya. Blog gado-gado! Kadang bahas parenting, kadang kesehatan, kadang juga travel (sekarang sudah ada myfoottrip.com yang khusus membahas traveling). Bu Ina menyarankan supaya tiap bulan ada 1 tema besar supaya blognya lebih tertata. Ok, noted.

3. Choose your blog name, logo, and tagline
Memilih nama blog sesuai kepribadian dan mudah diiingat. Setelah itu buat logo dan tagline yang berhubungan dengan nama dan isi blog. Helenamantra – Life of Happy Mom, gimana? Logonya apa ya?

4. Choose your color and fonts
Warna yang digunakan untuk logo dan template blog juga ada artinya maka pilih dengan bijak.

5. Always use photograph wisely
Kalau pakai foto, video, atau infografis pihak lain selalu cantumkan sumbernya.

6. Invest to build your brand
Terus menulis yang bermanfaat, sebarkan di media sosial untuk menarik pembaca, rajin blog-walking dan meninggalkan komentar, beriklan dan menggunakan Analytics supaya tahu perkembangan blog dengan lebih detail, serta pakai SEO.


Dalam gathering kali ini hadir pula Ani Berta, blogger nge-hits yang juga Sekretaris Jenderal IWITA. Teh Ani mengingatkan pentingnya komitmen seorang blogger untuk datang ke suatu acara. Bila berhalangan hadir sebaiknya konfirmasi ke pengundang. Beliau tampak lelah karena padatnya jadwal kerja namun tetap bertanggung jawab. Blogger juga harus profesional. Untuk menjaganya, selektiflah memilih job.

Seorang blogger perlu konsisten menulis dan memperkaya isi blog supaya makin bermanfaat bagi pembaca. Apabila membagi informasi yang aktual dapat digunakan 2 cara yaitu hard news dan feature stories. Untuk hard news seperti reportase acara, waktu yang ideal maksimal 2 hari setelah acara supaya informasi cepat tersebar. Jangan lupa akan 5W dan 1H. Sedangkan feature stories berciri narasi yang panjang, ada interview, observasi, maupun pengalaman supaya tulisan lebih baik.

Blogger bisa menjadi maestro melalui tulisan. Perlu interview dan mencari data lebih dalam ke berbagai narasumber. Jangan lupa verifikasi validitas data. Selain tulisan, tambahi foto, video, atau infografis yang relevan.

Mendukung program 3-Ends, ada banyak topik yang menarik diulas blogger. Perlu diperhatikan pemilihan judul yang ramah perempuan dan anak, bukan menyinggung. Isi tulisan seputar pengetahuan, kesehatan, pemberdayaan dan edukasi hukum, kewirausahaan, maupun informasi umum. Kisah sukses perempuan-perempuan hebat di tiap daerah juga bisa dibahas untuk memberi inspirasi bagi perempuan lain. Ada ide lain?


“Empower yourself by the best content” – Ani Berta


 

Irwin Day, praktisi IT, memberikan contoh peran mendukung 3-Ends. Berawal dari mengelola warnet dan menyadari pelanggannya suka membuka website yang “aneh-aneh”, beliau mengembangkan Nawala. DNS Nawala adalah layanan gratis untuk filtering/penyaringan DNS yang bebas biaya dan dapat digunakan oleh semua pengguna internet. Layanan ini memfilter atau menyaring konten negatif berupa konten porno, kekerasan, atau kejahatan internet.

Irwin juga seorang blogger yang meski jarang update blog tapi traffic-nya tetap tinggi. “Buatlah content yang menarik, bermanfaat, menghibur, juga menginspirasi,” ujar beliau, “Menulislah yang kamu suka dan bermanfaat, nanti pembaca akan datang sendiri.”

Selepas gathering oleh Serempak ini saya pulang dengan banyak PR. Memperkuat branding, merapikan blog, memperbaiki kualitas tulisan, dan menyebarkan virus positif untuk empowering perempuan-perempuan Indonesia. Selamat Hari Blogger Nasional, kawan-kawan blogger. Yuk kita dukung suksesnya 3 Ends!
30 comments on "Apa Peran Blogger untuk Dukung Suksesnya 3-Ends?"
  1. Mba Helen, thank you sharing tulisannya.
    Walaupun ga hadir dalam acara itu, tapi bisa nyerep ilmunya dari sini.
    Happy Blooger day juga ya mba Helen

    ReplyDelete
  2. Pentingnya niche di situ ya Mbak. Sebagai branding, biar orang ingat sesuatu langsung ngelink dgn blog kita. Saya masih gado-gado nih, walau banyak travel dan kuliner.

    Btw, baca tentang kekerasan anak rasanya miris. Sampai ada yang ingin sekolah diluar demi melarikan diri dari keluarga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Levina udah kuat di travel dan kuliner, hebat!
      Iya sedih dengarnya tentang kekerasan anak.

      Delete
  3. Thanks for sharing, Mbak. Jadi berasa kena nih, blogku masih gado-gado

    ReplyDelete
  4. Yup, harus fokus memperbaiki kualitas tulisan nih apalagi blogku masih random.
    Happy blogging :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Lianny udah kuat di resep masakan yang bikin ngiler

      Delete
  5. Ayo sebarkan virus-virus positif buat perempuan Indonesia ��

    ReplyDelete
  6. Wah, Helena, keren banget postingannya. Bunda masih ngedraft dan membaca kembali catatan-catatan yang ditulis terburu-buru ketika acara. Mudah-mudahan setelah disambungkan bisa bunyi, hehe... Very nice posting, Helena.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Bunda. Saya ga bisa cepat mencatat jadi mengandalkan voice recorder. Mungkin bunda bisa mencoba juga

      Delete
  7. Kalo acara yg bersifat reportase maksimal 2 hari sudah diposting ya Mba.. Biar beritanya gak basi ya Mba..

    ReplyDelete
  8. Wah lengkap juga ya ilmunya, mulai dari reportase yg h+2 lalu juga postingan terkuat jika memang lifestyle. Eh saya baru tau kalau Teh Ani itu sekjen IWITA. Udah lama ga ke event-nya IWITA.

    ReplyDelete
  9. Kampanye anti kekerasa pada anak memang harus digalakkan, terutama di desa dan daerah remote. Mgkn karena rendahnya pendidikan jd gak paham ttg ini, prihatin.

    ReplyDelete
  10. Kekerasan memanv dekat sekali ya dengan kita. Yang paling nggak kerasa, ya kekerasan secara lisan. Dan untuk korban kekerasan, yang bisa dilakukan tentu dengan cara mendukung dia untuk terus melanjutkan hidup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, butuh support untuk mengobati trauma

      Delete
  11. Bahkan pemilihan warna pun ada maknanya ya mba? Pink artinya apa mba :D
    Emak2 riweuh rada susah netapin jadwal posting, tp ttp harus berusaha maks h+2 y

    ReplyDelete
  12. waduuuh sama mba masih gado gado..terlihat dari nama blog yang gado2..apa beli domain lagi ya..aahhhahaha jadi kepikiran. tfs mba banyak ilmu di dapet

    ReplyDelete
  13. Blog gado2 juga, kesini2nya huwaaaa

    ReplyDelete
  14. aku mendukung banget program 3 ends ini, semoga para perempuan dan anak-anak selalu mendapat perlindungan

    ReplyDelete
  15. wah iya mba bener banget tipsnya. padu padan penting banget ya untuk membangun blog. termasuk soal warna dan font. Huhuu, sayanya masih gagap nih otak atik font. harus belajar lebih banyak nih. makasih mba sharingnya

    ReplyDelete
  16. Wah, ada Kang Maman di acara ini. Salut saya sama beliau. Sangat sibuk tapi masih sempat menulis buku. Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kang Maman ini pemerhati dan pendukung 3-Ends lho

      Delete
  17. seru kayaknya ni bertemu para blogger blogger terkenal

    ReplyDelete
  18. ternyata masalah font di website penting juga ya mbak

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature