Braga, Sebuah Sudut Kota Tua di Bandung

Thursday, August 18, 2016


Dari sekian jenis wisata, saya tertarik dengan wisata sejarah. Pelajaran sejarah memang membosankan bila hanya dipelajari dengan membuka buku di sekolah. Namun saat mengunjungi langsung situs atau lokasi bersejarah, rasa penasaran saya muncul. Begitupun saat berwisata ke Bandung. Tujuan favorit saya adalah Braga.

Sebuah sudut di Braga (dok.pribadi)

Jalan Braga masuk dalam kawasan Kota Tua Bandung. Selain itu dalam satu komplek yang berdekatan ada Jalan Asia Afrika, Gedung Merdeka (tempat Konferensi Asia Afrika tahun 1955), dan Sungai Cikapundung yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki.

Di ujung Jalan Braga (dok. pribadi)

Jalan Braga yang berpaving ini sudah ramai sejak tahun 1920-an karena banyaknya toko dan tempat hiburan di sana. Kini Braga selalu ramai dengan deretan toko, café, bar, juga mal. Sebagian toko dan café masih berdiri dengan arsitektur Eropa yang vintage dan instagramable.

Ada satu restoran legendaris sejak tahun 1929, namanya Sumber Hidangan. Di sini tersedia roti, kue, dan rumah makan. Memasuki Sumber Hidangan seperti saya kembali ke tahun-tahun lampau sebelum saya lahir. Meja, kursi, etalase, timbangan, sampai kasir sangat antik. Terpampang menu dalam Bahasa Belanda yang saya tidak paham artinya. Saat memilih kue, saya pun banyak bertanya ke pramusaji yang sudah berusia lanjut. Benar-benar unik. Pramusaji yang mengantarkan pesanan kami pun umurnya lebih tua dari orang tua saya.

Sumber Hidangan (dok. TheFoodXplorer)
Keunikan Braga membuatnya beberapa kali mengisi scene film layar lebar maupun sinetron. Salah satu yang terkenal yaitu film Madre yang diadaptasi dari novel karya Dee Lestari. Toko roti tempo dulu dalam Madre seperti nyata. Padahal bila sekarang ini berkunjung ke Braga, lokasinya adalah kantor PGN yang sudah tidak terpakai.

Mural menghiasi tembok Braga (dok. pribadi)
Sepanjang Braga juga dihiasi mural yang menarik. Bandung yang terkenal sebagai kota kreatif menyediakan tembok-tembok kosong Braga untuk dihias. Selain itu deretan lukisan dapat dinikmati sepanjang trotoar. Bila ada yang berminat, dapat segera membelinya.

Menyusuri Braga tak pernah membuat saya bosan. Berkali-kali ke sini selalu ada perubahan yang semakin rapi. Cuaca Bandung yang sering mendung membuat perjalanan saya juga terasa nyaman.

Menjajakan lukisan di sepanjang trotoar (dok. pribadi)
Berwisata ke Bandung memang tak cukup sehari. Selain Braga masih banyak spot-spot menarik yang bisa dikunjungi. Ada Masjid Raya dengan lapangan hijaunya, Gedung Sate, Musium Geologi, juga berbelanja di Factory Outlet. Sebaiknya sebelum berlibur, booking hotel di Bandung terlebih dahulu karena kalau musim liburan kota ini ramainya luar biasa.
14 comments on "Braga, Sebuah Sudut Kota Tua di Bandung"
  1. Mural nya keren, anak muda Bandung kreatif-kreatif ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak macam muralnya di sepanjang jalan Braga. Memang kreatif!

      Delete
  2. aku dulu pernah kebandung tapi kayaknya belum kemana2. musti masuk list nih kalo kebandung lagi

    ReplyDelete
  3. Jangankan orang luar Bandung, yang adli Bandung aja selalu suka kalo jalan-jalan di Braga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantesan Braga rame terus. Sering jadi tempat foto-foto.

      Delete
  4. banduunggg, pengen jalan-jalan kesanaa :3
    murlnya keren keren uey!

    ReplyDelete
  5. wah penasaran sama toko rotinya Madre, mampir ah tar! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toko Madre sih ga ada. Cuma di film. Mampir ke Sumber Hidangan aja, es krimnya enak.

      Delete
  6. Hanya pernah lewat saja mbak di jalan Braga ga sampe explore.hehe

    ReplyDelete
  7. Wah banyak juga ya yang perlu di explore...pernah nginap di daerah braga krn tugas dinas tapi belum taw banyak yang unik disana... Next time..

    ReplyDelete
  8. samaaaa, akupun lbh suka mempelajari suatu sejarah itu dgn dtg lgs k tempatnya, ato melalui museum mbak.. drpd buku :D.. rasanya jd lebih ngerti ttg sejarah yang dimaksud.. :)

    kalo ke bandung aku jrg ke braga tapi.. pernah lwat, tp blm sampe explore kemana2 :D.. harus dtg lagi memang

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature