Top Social

Kisah di Mobil Antar-Jemput Sekolah

Thursday, March 31, 2016
tanda bintang itu tempat favorit saya

Melihat mobil yang menjemput anak tetangga ke sekolah, saya menjadi teringat saat SD dulu. Jarak rumah dengan sekolah 4,8 km (barusan cek di google maps). Karena tidak ada yang mengantar, sejak kelas 2 saya ikut mobil antar jemput. Kala itu mobilnya tipe L300 yang sudah dimodifikasi supaya bisa memuat banyak anak. Sebelum pukul 06.00 WIB saya sudah menunggu di depan rumah.

Cak Mamik, drivernya, masih muda dan gaul. Kami diperbolehkan menyetel lagu favorit di tape mobil. Tiap hari kami bergantian membawa kaset boyband (iya..jamannya kaset #gen90an). Sambil muter-muter menjemput anak lain, kami nyanyi lagu Westlife, Backstreet Boys, juga The Moffatts. Tak lupa baca kertas teks lagu dari kasetnya. Oh ya waktu itu sedang tenarnya Kuch Kuch Hota Hai, kami juga suka. Oh…Rahul, Anjali, dan Tina sukses membuat saya mewek nonton filmnya. 
Enaknya naik mobil jemputan bisa pinjam PR dan mengerjakan di mobil. Kalau salah seragam langsung ketahuan dan segera ganti. Aturan sekolah saya ribet, minggu ke-I dan III pakai seragam putih-hijau sedangkan minggu ke-II dan IV pakai batik. Orang tua juga merasa aman karena jelas sopirnya, penumpangnya hanya siswa sekolah tersebut, dan arahnya rumah-sekolah-rumah (sst…kadang kami mampir cari buah keres di perumahan sebelah).



Meski sudah dijemput awal, pernah satu kali kami terlambat sampai sekolah karena ada anak yang belum siap saat dijemput. Kami memanggil-manggil dia dari dalam mobil supaya cepat keluar. Hasilnya, sampai sekolah kami dihukum jalan jongkok melewati lapangan. Karena dihukum rame-rame, ga malu-malu amat lah.

Setiap hari berangkat dan pulang sekolah bersama menjadikan kami dekat satu sama lain. Namun ada juga permusuhan, ya namanya juga masih kecil. A dan B berantem. Esoknya, saat menjemput B, orang tua si B mendatangi mobil jemputan dan menasihati si A. Owalah…ternyata si B laporan sama orang tuanya. Kalau ada musuhan gini, Cak Mamik ikutan pusing karena beliau bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak.

Menulis cerita ini saya jadi lebih menghargai kesabaran mas driver yang telaten menunggu anak-anak selesai jajan sepulang sekolah. Apa kabar Cak Mamik ya?

===
Ditulis untuk ODOP Challenge Day 4 - Fun Blogging






6 comments on " Kisah di Mobil Antar-Jemput Sekolah"
  1. Sy sekolah selalu naik angkutan umum, jadi belum pernah ngerasain naik mobil jemputan. Pasti seru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seru.. kalo angkot orangnya kan beda-beda mba

      Delete
  2. Aku dulu naik mobil jemputan Say. Karena rumahku paling jauh, aku dijemput paling awal diantar paling akhir wahahaha. *nasib

    ReplyDelete
    Replies
    1. DEMI APA CIKGU HAYA MAMPIR KE RUMAHKU???

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature