Helenamantra

Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Impian Sekolah Seorang Ibu Rumah Tangga

Friday, January 12, 2018


Sudah membuat resolusi 2018? Entah untuk ikutan lomba atau memang niatan pribadi.  Sah-sah aja. Saya pribadi sempat mencorat-coret hal yang ingin saya gapai di tahun baru ini. Kali ini saya tidak mau terlalu banyak membuat target. Ingin hidup yang lebih selow dengan sedikit target namun fokus menjalaninya. 

Pada usia kepala tiga ini ada satu hal yang membuat saya risau. 11 Januari kemarin tepat delapan tahun saya menyandang gelar sarjana (S1). Setiap hari bersejarah itu saya selalu ingat keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Reuni 1 dekade di kampus membuat ingat umur
Sedari dulu saya bercita-cita mengambil kuliah S2. Meski di KTP kini berstatus sebagai Ibu Rumah Tangga, impian itu tidak pernah pudar. Hanya saja kadang berapi-api, kadang agak redup terkena angin rutinitas yang tak ada habisnya.

Saya percaya menuntut ilmu merupakan kebutuhan seumur hidup manusia. Tak peduli apapun profesinya, manusia harus terus belajar baik melalui jalur formal, informal, maupun nonformal. Saya menyadari kebutuhan ilmu yang besar ketika berperan menjadi ibu. Ya, ibu juga butuh pendidikan.

Mei 2017 lalu saya mengambil “kuliah nonformal” di Institut Ibu Profesional (IIP). Selama sekitar 9 minggu saya belajar hal dasar untuk menuntut ilmu sebagai ibu. Materinya beragam, mulai dari berdamai dengan diri sendiri, menemukan kekuatan diri, hingga menetapkan visi misi kehidupan. Hikmah terbesar yang saya ambil dari program matrikulasi IIP tersebut adalah mengubah mindset “Ibu Rumah Tangga” menjadi “Ibu bekerja”. Seorang IRT juga bekerja di ranah domestik.


Mengasuh anak membutuhkan ilmu parenting. Merawat anak bukan hanya sekadar menggendong, memandikan, mengganti popok, dan menyuapi. Mengasuh anak sama dengan menyiapkan calon pemimpin masa depan. Seorang ibu bertugas sebagai arsitek peradaban. *Berat? Iye…

Semakin mempelajari ilmu parenting, semakin saya tertarik mengetahui lebih lanjut. Hal ini membuat tekad saya kembali bulat untuk melanjutkan sekolah di bidang tersebut. Maka, di tahun 2018 ini saya berfokus untuk kembali bersekolah di bidang pendidikan anak (khususnya early childhood education) dengan target mengambil Master di Eropa. Aamiin Ya Allah.


Beberapa hal yang perlu saya persiapkan yaitu menentukan jurusan dan universitas, mengambil kursus IELTS, mencari sponsor/beasiswa, dan menyusun itinerary Euro trip.

Perkuliahan di Institut Ibu Profesional yang mengubah mindset seorang ibu
Saya tertarik dengan pengasuhan anak karena kesempatan menyiapkan anak agar dapat berdikari tidak datang dua kali. Kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan anak untuk mandiri harus dipupuk sejak dini. Apabila anak tersebut berhasil, ia akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Yang ibu lakukan pada anak tidak hanya berdampak pada anak tetapi efeknya lebih luas hingga ke lingkungan.

Selain itu saya gemesss menyaksikan orang tua yang bertindak kasar pada anak, terutama balita. Mencubit, memukul, atau mendorong ketika si anak menangis dengan harapan anak tersebut diam. Lha mana mungkin diam. Dicubit kan sakit. Saya berharap dapat mengurangi terjadinya kekerasan pada anak.

Selama ini ilmu parenting yang saya peroleh langsung saya terapkan pada SID sehingga mudah mengaplikasikannya. Seperti saat ini saya sedang melanjutkan kuliah di kelas Bunda Sayang IIP. Perkuliahan ini berlangsung selama setahun dengan tugas-tugas yang sangat praktis diterapkan. Tidak semua berhasil namun ada proses pembelajaran di sana. Ke depannya saya ingin menggunakan ilmu-ilmu tersebut untuk cakupan yang lebih luas seperti membuat perpustakaan mini dan kegiatan seputar parenting supaya semakin banyak ibu bahagia. Karena saya percaya ibu bahagia dapat menghasilkan anak bahagia. Mohon doanya ya J

*
#ODOPJanuari2018 hari ke-3
8 comments on "Impian Sekolah Seorang Ibu Rumah Tangga"
  1. Belajar menjadi orang tua memang ga ada habisnya ya. Ilmu sepanjang masa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, Mbak. Sebagai tanggung jawab atas amanah dari Allah.

      Delete
  2. Suka semangatnya!
    Semoga terwujud impian kuliah S2 ya, Len.

    ReplyDelete
  3. Wah ada wisudanya segala di IIP ya mak, kirain sekedar komunitas aja. Bagus banget...

    ReplyDelete
  4. Cubit sakit ya mak, apalagi di pites, uh sakitnya sampai di hati, Karena mites nya sambil ngomel dan sumpah serapah

    ReplyDelete
  5. Cubit sakit ya mak, apalagi mites, uh sakitnya. Sakitnya sampai ke hati karena sambil ngomel dan sumpah serapah

    ReplyDelete
  6. Tugas membesarkan generasi selanjutnya karena ibu berperang dengan waktu dan teknologi. Emak gak boleh gaptek

    ReplyDelete
  7. waa sama kita prinsipnya, ibu yg bahagia insha Allah akan menghasilkan anak2 yg bahagia.. semangattt...

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature