Rajin Olahraga Bukan Berarti Bebas dari Serangan Jantung. Pahami Penyebabnya!

Sunday, November 5, 2017


Talkshow pergeseran lifestyle dan risiko penyakit jantung pada peresmian RS Awal Bros Bekasi Timur

Beberapa tahun lalu saya mendengar kabar seorang artis yang meninggal akibat serangan jantung. Artis tersebut baru saja bermain futsal. Ia termasuk rajin berolahraga. Saya pun bertanya-tanya, mengapa orang yang rajin berolahraga bisa berisiko terkena penyakit jantung? Itu yang menjalani gaya hidup sehat. Bagaimana dengan yang olahraganya hanya seminggu sekali saat Car Free Day (CFD)? Setelah CFD banyak belanja dan kulinernya pula. Risiko penyakit jantung tersebut menjadi topik hangat dalam talkshow di RS Awal Bros Bekasi Timur pada 1 November 2017 lalu.

RS Awal Bros Bekasi Timur

Kenali Penyakit Jantung Koroner

Dua tahun lalu Marcelino Lefrant merasa gaya hidupnya tidak sehat karena jadwal syuting dari pagi hingga pagi. Ia pun asal makan hingga berat badannya bertambah. Padahal dulunya ia seorang atlet bela diri yang menjaga kesehatan tubuh. 

Menyadari usianya memasuki kepala 4, ia mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat karena ia ingin membersamai anak-anaknya. Ia rajin berolahraga 1-2 jam selama sekitar 5 kali perminggu. Pola makan ia jaga betul, hanya asupan sehat yang ia konsumsi. Hasilnya, dalam setahun berat badannya turun 10 kg.

Marcelino Lefrant menjalani operasi kateterisasi jantung pada 2016 lalu (dok. LidBahaweres.com)
Ia merasa telah melakukan hal tepat namun papanya yang seorang dokter spesialis jantung mengingatkan agar Marcel melakukan medical check-up (MCU). Awalnya ia merasa tidak perlu karena gaya hidupnya sudah sangat sehat. Kecil kemungkinan dirinya memiliki risiko penyakit jantung. Namun untuk meyakinkan diri bahwa tubuhnya sehat, ia pun menjalani MCU.

“Tes di treadmill tahap 1 hasilnya baik-baik saja. Tahap 2 normal. Hingga tahap 4 ada dugaan penyumbatan di hasil tes tersebut.” terang Marcelino di hadapan audiens RS Awal Bros Bekasi Timur. Ia pun menjalani tes MRI untuk mengetahui lebih detail. Ternyata benar ada penyumbatan pembuluh darah (terjepit). Perasaannya berkecamuk, ingin menyangkal hasil tersebut namun nyatanya demikian. 

Maka pada 1 Februari 2016 Marcelino menjalani operasi pemasangan ring/kateterisasi jantung. Saat itu ia dibius lokal. Setelah keluar dari ruang operasi, ia mendapat kabar bahwa dokter memutuskan tidak jadi memasang ring. Setelah diperiksa, pembuluh darah yang terjepit tersebut sifatnya genetik. Pembuluh darah akan terjepit bila ia terlalu capek. Ia pun semakin kaget dengan penjelasan dokter.

dr. Manoefris Kasim, Sp.JP (K), Sp.KN, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang juga menangani kasus Marcelino hadir hari itu. Beliau menjelaskan pembuluh darah Marcel terjepit sekitar 2cm karena sebagian masuk ke otot. 

Penjelasan di atas menunjukkan siapapun dapat berisiko terserang penyakit jantung. Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 menunjukkan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.  12,9% kematian di Indonesia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penyakit jantung sendiri meliputi penyakit jantung koroner (PJK), penyakit jantung bawaan, penyakit jantung katup, penyakit otot jantung, gangguan irama jantung, penyakit pembuluh darah tepi, dan darah tinggi/hipertensi. Namun talkshow kali ini berfokus pada penyakit jantung koroner.

Risiko penyakit jantung koroner dipengaruhi beberapa faktor, seperti:

  • Faktor genetik: 80% pasien penyakit jantung karena turunan atau riwayat keluarga
  • Usia: semakin tua, semakin berisiko
  • Gender: Pria lebih berisiko penyakit jantung
  • Obesitas
  • Sedentary life: kurang aktivitas fisik
  • Stress
  • Merokok: Perokok berisiko 1,6x lebih tinggi memiliki penyakit jantung
  • Dislipidemia/gangguan lipid: Hypercholesterolemia berisiko 4x lebih tinggi memiliki penyakit jantung
  • Hipertensi/darah tinggi: Pengidap hipertensi berisiko 3x lebih tinggi memiliki penyakit jantung
  • Diabetes/kencing manis

Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat membuat penyakit ini kambuh. dr. Manoefris pun mendapati beberapa pasien yang terkena serangan jantung setelah lari pagi, main futsal, atau badminton. Ini mungkin karena pasien memiliki faktor lipid. Dinding pembuluh darah menjadi tipis sehingga mudah pecah saat olahraga yang terlalu berat.

Untuk kita kita harus memahami gejala PJK sebagai berikut:

1. Nyeri dada stabil (angina pektoris stabil)
Nyeri dada seperti tertindih atau timbul hanya saat bekerja. Nyeri tersebut akan hilang bila beristirahat atau diberi obat nitrogliserin.

2. Nyeri dada tidak stabil (angina pectoris tidak stabil)
Nyeri dada seperti tertindih dan berat. Meski telah beristirahat, nyeri tidak berkurang.

3. Nyeri iskemik dan infark miokard
Nyeri dada khas yang menjalar ke dada kiri, leher, dan rahang. Berlangsung 20-30 menit dan tidak berhubungan dengan aktivitas fisik. Umumnya disertai mual, muntah, dan keringat dingin.

Pria usia 40-49 tahun apabila mengalami nyeri dada khas 87% kemungkinan terkena penyakit jantung.

Lakukan langkah pencegahan berikut supaya mengurangi risiko penyakit jantung:

  • Berhenti merokok
  • Konsumsi sayur dan buah
  • Kurangi makanan asin dan berlemak
  • Kurangi konsumsi karbohidrat berlebih
  • Atur berat badan
  • Olah raga teratur tetapi batasi sesuai kemampuan diri
  • Hindari stress
  • Penderita darah tinggi, kencing manis, dan kolesterol harus minum obat dengan teratur

Dalam acara ini juga dipraktekkan pertolongan pertama pada pasien serangan jantung. Kita hanya punya waktu 4 menit untuk menolong. 4 menit yang krusial harus segera dilakukan penanganan yang tepat berupa Cardiopulmonary resuscitation atau CPR. Langkah-langkah CPR dapat disaksikan di video berikut ini.


Peresmian RS Awal Bros Bekasi Timur 

Talkshow pergeseran lifestyle dan risiko penyakit jantung di atas merupakan langkah nyata RS Awal Bros mendukung Pemerintah melakukan pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Talkshow ini untuk meningkatkan awareness masyarakat akan bahaya penyakit tidak menular tersebut.

Talkshow di atas merupakan rangkaian acara grand opening RS Awal Bros Bekasi Timur. Rumah sakit yang terletak tepat di samping BTC Mall merupakan cabang ke-11 dari RS Awal Bros. Sebelumnya Awal Bros telah hadir di Bekasi Barat, Batam, Makassar, Pekanbaru, Tangerang, Riau, dan Jakarta. Kali ini RS Awal Bros hadir di Bekasi Timur sebagai tempat rujukan berobat warga Bekasi dan sekitarnya.

Arfan Awaloeddin (berjas hitam) dan Rahmat Effendi (berbaju putih, 4 dari kiri) meresmikan pembukaan RS Awal Bros Bekasi Timur
Arfan Awaloeddin, Presiden Direktur dan pemilik RS Awal Bros, mengatakan kehadiran RS Awal Bros di Bekasi Timur sebagai dukungan terhadap Pemerintah untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam pelayanannya RS Awal Bros mengutamakan 5K yaitu Keselamatan, Kenyamanan, Kepiawaian, Kecepatan, dan Keakuratan terhadap kebutuhan pasien. Kini warga Bekasi Timur dan sekitarnya dapat menikmati fasilitas rumah sakit yang berstandar internasional (akreditasi dari Joint Commission International).

Peresmian RS Awal Bros Bekasi Timur juga dihadiri oleh Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi. Beliau menyambut baik kehadiran rumah sakit berkualitas internasional di Bekasi. Pemerintah Bekasi telah menganggarkan Rp185Milyar sebagai dana kesehatan bagi warga Bekasi pemegang Kartu Sehat. Fasilitas ini dapat digunakan di RS pemerintah maupun swasta dengan ruangan kelas 3. Wah makin sehat dan makmur ya warga Bekasi dengan kehadiran Kartu Sehat dan RS Awal Bros.

Penyerahan Kartu Sehat Bekasi secara simbolik
 Setelah acara peresmian, para undangan diajak berkeliling RS Awal Bros Bekasi Timur. Saya sempat bingung dengan penomoran lantai RS dan angka di lift. Setelah dipikir-pikir sepertinya lantai dasar rumah sakit ini berada di lantai 3 tetapi kalau mau ke lantai dasar, tekan angka 1 dalam lift. *trus bingung. Ya intinya RS Awal Bros Bekasi Timur terbagi menjadi lantai 3, 5, 6, dan 7.  

Rumah sakit ini memiliki IGD 24 jam, mobil ambulance yang stand by, alat CT Scan, radiologi, laboratorium, instalasi farmasi, dan kantin di lantai 3.

IGD 24 jam

Kantin di sudut lantai 3
Ruang CT Scan
 Lantai 5 sebagai tempat klinik spesialis seperti spesialis paru, kandungan, anak, dll. Ada pula ruang fisioterapi, endoskopi – bronkoskopi, hemodialisa, medical check up, dan heart center.

Klinik spesialis anak dengan wall paper yang lucu
Treadmill di ruang medical check up
Di lantai 7 terdapat kamar bayi sehat alias baby show untuk melihat bayi yang baru lahir. Di lantai yang sama terdapat pula ruang bersalin. 

Kamar bayi sehat di lantai 7
 Ruang rawat inap terbagi menjadi Super VIP, VIP, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. 

Super VIP room di RS Awal Bros Bekasi Timur
 FYI, RS Awal Bros khusus mengembangkan bidang jantung supaya pasien jantung dapat segera ditangani tanpa perlu berobat ke luar negeri. RS Awal Bros dapat menjalankan kateterisasi jantung dan intervensi jantung koroner (PCI). Dengan fasilitas di atas, masyarakat Bekasi dan sekitarnya makin yakin dong berobat di tempat yang tepat. Lokasinya sebelahan dengan mal sekalian memotivasi supaya lekas sembuh. Daripada sakit di RS ya mending jalan-jalan di mal. Hehehe.

RS Awal Bros Bekasi Timur
Jl. HM. Joyomartono RT. 003/RW. 021, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi

Website: bekasitimur.awalbros.com
Twitter: rsawalbros
Instagram: rsawalbros


31 comments on "Rajin Olahraga Bukan Berarti Bebas dari Serangan Jantung. Pahami Penyebabnya!"
  1. Wah, info penting tuh hal-hal yang dilakukan pertama kali kalau ada yg jantungan, aku baru tahu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ris, perlu dipelajari. Siapa tahu kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain.

      Delete
  2. Jantungku suka berdegup kencang, kalau ada dia. Hehehe.

    RS nya bagus banget ya berasa kayak bukan di rumah sakit. Mudah mudahan fasilitasnya yang super itu bisa sejalan dengan pelayanannya. Terutama buat warga bekasi yang pake kartu sehatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Chaaa, hahaha. Hatiku berdegup kencang tiap lihat polisi yang razia SIM.

      Delete
  3. iya sih sering yg meninggal mendadak setelah olahraga
    BB saya udah melar nih harus jaga bener2 huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, itu bisa jadi karena sebenarnya ada kelainan pada jantung dan pembuluh darah tapi belum terdeteksi.

      Delete
  4. Yaaah, udah nulis panjang tapi malah ilang euy :(
    Mbaa, Marcelino itu teryata sempat menjalani bius lokal ya sebelum kemudian dikabarin batal operasi pemasangan sten? Antara lega dan cemas ya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih udah ngetik lagi :)
      iya bius lokal jadi dia dengar dokternya ngapain aja di ruang operasi.

      Delete
  5. Modelnya yang lagi treadmill itu cantik bangeeettt wkwkwkwk :P
    RS-nya bagus ya. Moga bisa membuat masyarakat yg butuh layanan kesehatan bisa nyaman berobat ke sana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya cantik cantik dari hatimuuuu *nyanyi

      Delete
  6. Modelnya yang lagi treadmill itu cantik bangeeettt wkwkwkwk :P
    RS-nya bagus ya. Moga bisa membuat masyarakat yg butuh layanan kesehatan bisa nyaman berobat ke sana :D

    ReplyDelete
  7. Masih mending seminggu sekali ke CFD mbak buat jalan-jalan. Ada yg jarang olahraga sama sekali. Menang penting banget jaga pola maka, gaya hidup sehat, tidur cukup, gak stres, dan rutin melakukan olahraga. 😎👍

    ReplyDelete
  8. Aku termasuk yang jarang olahraga mbak. Ditambah ada riwayat keluarga yang terkena diabeter. Berarti harus waspada ya kalo begitu.. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuuuk perbaiki gaya hidup yang lebih sehat.

      Delete
  9. mksh sharingnya, aku olahraga paling rutin jalan kaki setiap pagi

    ReplyDelete
  10. Setelah membaca tulisan ini jadi mikir, harus sesering mungkin cek kondisi kesehatan dong ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, MCU rutin setiap tahun itu lebih baik.

      Delete
  11. Olahraga juga mesti pas takarannya ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, tahu batas diri supaya ga kebablasan.

      Delete
  12. Walaupun banyak juga yang mesti diterapkan untuk hidup sehat, tapi memang mesti dipatuhi ya, biar terhindar dari penyakit jantung. Moga kita sehat2 terus.

    ReplyDelete
  13. Oiya aku ingat tuh artis siapa yang meninggal mendadak, rame beritanya. Emang ya lifestyle itu pengaruhnya besar buat kesehatan, nggak cuma artis aja, sakit jantung nggak pandang bulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa artis yang meninggal mendadak setelah olah raga. Jadinya aku ingat banget kenapa ya bisa gitu. Nah sekarang udah jelas penyebabnya.

      Delete
  14. Awal bros ini cikal bakalnya di Pekanbaru dari singkatan Awal brothers alias Awal bersaudara. Sekeluarga dokter semua. RSnya paling besar se Pekanbaru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh Awal Brothers? Seperti grup band ya. Hehehe
      aku pernah ke RS Awal Bros yang di Batam. Itu juga gede dan terkenal.

      Delete
  15. Kok aku gagal fokus sama foto dua orang yang lagi duduk di klinik spesialis anak ya :)))
    Sukses ya buat RS Awal Bros :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. cita-cita jadi dokter ga kesampaian :D

      Delete
  16. Waaaaahhh.... ada Marcellino ya �� Ternyata dia pernah hampir dipasang ring tapi ga jadi krn alasan genetik. Bagus banget nih ada RS Awal Bros kedua di Bekasi Timur. Warga Bekasi dipermudah berobat juga menggunakan kartu kesehatan ya. Ga perlu jauh2 ke Jakarta. Pelayanan dan fasilitasnya sudah internasional pula. Mantap ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaak makasih udah mampir setelah drama komentar hilang. Iya mbak, ada Marcelino

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature