Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Playdate di Museum Polri Jakarta bersama Teman Main

Wednesday, November 29, 2017
Museum Polri atau Kepolisian Negara Republik Indonesia bisa menjadi wisata edukatif bersama anak di Jakarta. Minggu lalu saya bersama Teman Main ID (cek IG @temanmainid) playdate ke sana dari pagi hingga siang. Acaranya seru banget deh. Kami diajak mengenal lebih dekat profesi polisi dipandu para polwan.

Menjadi polisi cilik di Museum Polri, Jakarta
Setiap bertemu polisi di jalan kok hati ini dag-dig-dug tak karuan. Apakah ini cinta? Eeaaa… siapa yang deg-degan tiap ketemu polisi? Ketika naik motor lalu melihat ada polisi yang melakukan operasi tertib lalu lintas (kadang disebut sweeping atau razia), saya ikutan khawatir. Bawa SIM dan STNK? Sudah pakai helm? Spion lengkap ada 2? Lampu depan nyala? Hati dag-dig-dug bukan karena cinta tetapi takut kena tilang. Hihihi.

Namun ketika saya dan SID masuk ke Museum Polri, saya ga khawatir. Museum modern, ber-AC, dan terang benderang gini membuat nyaman saat berkunjung.

Lokasi dan Jam Buka Museum Polri

Oh ya Museum Polri terletak di Jl. Trunojoyo No.3, RT.5/RW.2, Selong, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110. Saya dan SID naik bus Transjakarta hingga halte Blok M kemudian berjalan kaki sekitar 500 meter ke museum. Letak Museum Polri dekat perempatan dengan gedung berwarna coklat. Bagian depan ada patung Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama dan dikenal sebagai Bapak Kepolisian Indonesia. Bangunan setinggi 3 lantai ini buka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 – 15.00 WIB. Tiket masuk Museum Polri gratis! Pengunjung langsung datang saja tanpa perlu registrasi.

Field trip ke Museum Polri bersama Teman Main


Kids Corner di Museum Polri

Pengunjung dilarang makan dan minum di dalam Museum Polri. Maka, kami menyimpan tas di loker kemudian naik ke lantai 2. Di sana terdapat Kids Corner yang penuh mainan dan buku. Wah, saya saja senang melihat tempat bermain seperti ini di museum, apalagi anak-anak. SID langsung mengambil kursi dan duduk di depan puzzle. Ia pun asik memasang puzzle kayu berbentuk alat berat. Akhir-akhir ini ia sangat suka dengan ragam heavy vehicle. Efek melihat pembangunan LRT di dekat rumah, mungkin.

Dinding Kids Corner dihiasi gambar warna-warni. Ada satu dinding yang berisi teka-teki raksasa. Pengunjung diajak menjadi detektif untuk menyelidiki suatu kasus. Siapakah pelakunya?
Ada juga photo booth berbentuk badan polisi lengkap dengan berbagai rambu lalu lintas. Di sini anak-anak bisa belajar arti rambu lalu lintas supaya kelak nyetirnya ga ngawur, yes!

Dan yang sempat menjadi rebutan para peserta yaitu mobil dan motor polisi. Eh tapi hanya mainan sih. SID suka banget naik mobil polisi. Dia ga mau meninggalkan si mobil, khawatir direbut kawan. Untungnya dia ga minta mobilnya dibawa pulang. Bisa kena semprit polisi beneran.

Permainan di Kids Corner Museum Polri


Sehari Menjadi Polisi

Kami ke Museum Polri ga hanya berdua tapi beramai-ramai dengan Teman Main. Saya mendapat infonya dari Mbak Ranti, pemilik blog Jendela Keluarga, yang suka membuat acara playdate seperti ini. Keren banget sih Mbak! Nah, playdate kali ini diisi berbagai kegiatan yang mengajak peserta merasakan sehari menjadi polisi.

Pertama, kami menonton film di mini theatre lantai 3 tentang polisi pariwisata. Polisi ini bertugas di tempat-tempat wisata dengan seragam yang lebih santai. Sampai di rumah, saya re-call tentang film ini. Hal yang menarik bagi SID yaitu menyelamatkan orang tenggelam.

Selama menonton, SID bisa bobok-bobokan di sofa seluas badannya. Saat itu jam tidurnya dia. Saya pikir dia akan ketiduran di sofa karena tempatnya nyaman apalagi ga ada nyamuk. Dia sadar diri kali ya, kan mau main di museum.

Wait, jangan gitu mengguntingnya *Ibu panik*

Kak Ranti menjelaskan cara membuat prakarya
Kedua, membuat topi polisi dan rambu lalu lintas. Kami kembali ke Kids Corner. Di sana Kak Ranti membagikan karton bergambar sebagai bahan prakarya. SID minta menggunting sendiri topi polisinya. Dia sudah bisa memegang gunting tapi kan masih miring sana-sini. Saya ga rela topi polisi berakhir menjadi puing. Di sisi lain, saya ingin ia turut berkreasi. Jadilah kami berbagi tugas, ia memotong bagian yang lurus, saya sisanya. Kemudian ia menempel kertas-kertas tersebut dan jadilah topi polisi kebanggaan. Yay! SID kemudian memakai seragam dan topi polisi lalu wusss… naik mobil polisi keliling lantai 2.

Ketiga, melihat koleksi Museum Polri dipandu polwan. Selesai dengan hasil prakarya masing-masing, kami diajak polwan bernama Briptu Vanessa menuju lantai 1. Di sana ada koleksi senjata dan alat transportasi yang dipakai polisi dari zaman baheula sampai modern. Melihat berbagai jenis senapan dan granat kok ya ngeri. Pengunjung diminta hanya melihat, tidak memegang koleksi. Lalu yang paling seru, anak-anak diperbolehkan masuk ke mobil polisi. Wiu wiu wiu… anak-anak pun bergantian masuk ke mobil. Wah di dalam mobil ada TV-nya. Kata SID itu buat nonton Tayo. Hahaha.

Briptu Vanessa memandu tur keliling Museum Polri
Koleksi dan sejarah Polri terdapat di lantai 1 hingga 3 tetapi kami hanya berkeliling di lantai 1 saja. Di lantai 3 ada foto dan maket bom, salah satunya maket bom Bali, sehingga bu polwan melewatkan tur di sana. Kalau lantai 2 apa mungkin karena kami sudah lama di Kids Corner di lantai 2? Padahal banyak alat-alat menarik yang bisa dipelajari anak-anak, lho. Kalau hanya berkeliling sendiri kan kurang puas. Lebih paham bila ada guide yang menjelaskan.

Wiu wiu asik ya naik mobil polisi
Overall SID was so excited to play in a museum. Tempat luas dan sepi (entah kalau akhir pekan) membuat ia bebas bereksplorasi. Saya aja sih yang khawatir dia nyenggol koleksi museum. Sepulang dari sana ia lahap makan roti kemudian jalan kaki ke arah Blok M. Eh dia minta gendong karena takut capek. Heu… bocah zaman now! Belum sampai Blok M ternyata dia sudah tertidur. Capek ya abis nyetir mobil polisi.

Oh ya, mungkin ada yang mengira SID ikut kegiatan seperti ini dari sekolah. Tidak, SID belum sekolah. Sementara ini kami lebih suka bergabung di playdate ke tempat-tempat sesuai pilihan, ya semacam study tour, sambil menjalankan homeschooling usia dini. Acara seperti ini menambah wawasan dan pengalaman bagi kami berdua bonus kawan-kawan baru.

Playdate #TemanMain14 *susah yee moto anak-anak (dok. Teman Main)
 Sebagai penutup, ini ada oleh-oleh tips berkunjung ke Museum Polri:

1. Transportasi ke Museum Polri:
Bus Transjakarta turun halte Blok M kemudian jalan kaki 500 meter ke arah utara.
Kereta api turun halte Sudirman kemudian naik angkutan umum (kopaja, metro mini, bus, dll) arah Blok M.
Berbagai angkutan umum yang melewati terminal Blok M.

2. Bawa makanan dan minuman karena tidak nampak ada kantin di museum.

3. Datang berkelompok saat hari kerja (Senin-Jumat) supaya bisa ditemani pemandu polwan. Lebih baik reservasi 3 hari sebelumnya.


4.  Boleh bermain atau membaca buku sepuasnya di Kids Corner tetapi rapikan setelah bermain.

Mumpung sebentar lagi weekend, yuk ajak anak-anak bermain dan belajar di Museum Polri, Jakarta. Kalau ada info tempat bermain seru lainnya, bagi di kolom komentar ya. Terima kasih.

Beginilah niat hati Ibu fotoin anak yang pakai baju polisi tapi si anak lebih tertarik ambil mobil-mobilan (dok. Teman Main)

14 comments on "Playdate di Museum Polri Jakarta bersama Teman Main"
  1. Wah seru playdatenya yaa, andai di sby ada 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Surabaya ada juga yang serupa gini. Komunitas buat main bareng tapi aku lupa namanya.

      Delete
  2. Museumnya kereen, paling tertarik dengan teka teki raksasanya,tapi sayangnya penjelasan kurang rinci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum baca sepenuhnya teka-teki di sana karena jagain anak yang mau ambil mobil. Hehehe

      Delete
  3. Polri, polwan, polisi, mesium, jadi ingat bapak saya yang juga seorang polisi, tapi sudah almarhum. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bangganya punya bapak seorang polisi

      Delete
  4. Seruu museumnya... Harusnya museum tuh ya begini, menyenangkan untuk dikunjungi. Kebanyakan kan museum itu ngebosenin. Tapi ini mah keren banget...

    ReplyDelete
  5. Asiik jadi polisi sehari yaa. Gimana SID, udah gede nanti mau jadi polisi gaa? :D

    ReplyDelete
  6. Hihi sampe segitu nya mak deg-degannya..btw aku jadi pengen masuk museum Polri ini soalnya belum pernah. Thanks info nya mak.

    ReplyDelete
  7. Museumnya asik buat anak-anak ya mba, enggak kaku gitu.. Ada Kids Corner-nya lagi banyak mainan sama buku.. :D

    ReplyDelete
  8. Seru banget ini tempatnya mbak. Bisa buat bermain dan belajar bareng si anak. Pengen euy ajakin si sulung ke tempat seperti ini. Sayangnya di Mataram belum ada. huhuhu

    ReplyDelete
  9. Seru banget nih main ke sini. Edukasinya banyak. Boleh ditiru nih idenya ajakin anak ke museum

    ReplyDelete
  10. wah seru banget tempatnya ya Len, kebayang nih anak2ku pastiu seneng juga kalo diajak ke sini..

    ReplyDelete
  11. Museum Polri ini sepertinya menyenangkan, tapi kok tiket masuknya gratis ya? Kira-kira apa ya maksudnya Polri menganggarkan anggaran operasionalnya untuk merawat museum?

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature