Website Gratis Hingga Aplikasi Edukasi dari Google untuk UKM Indonesia

Thursday, October 26, 2017

Google tambah beragam fitur gratis untuk membantu UKM berkembang online


Saat mencari suatu barang, butuh informasi suatu hal, atau mencari tempat tertentu, kamu bertanya ke siapa? Jawaban pertama yang terlintas ya bertanya ke Google. Mbah Google si mesin pencari yang tahu (hampir) segalanya menjadi rujukan dalam banyak hal. Selain menambah informasi, Google juga dapat meningkatkan bisnis terutama UKM. Hari ini (26/10) di De Ritz, Jakarta, Google secara resmi meluncurkan program #GoogleUntukUKM.
 
Google Untuk UKM
Google Indonesia concern mendukung UKM karena 99,99% bentuk usaha di Indonesia berupa Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, menjelaskan dari sekitar 55 juta UKM di Indonesia, masih sangat sedikit usaha yang memiliki website. Padahal di era digital seperti sekarang online marketing menjadi pilihan yang mudah dan murah untuk pemasaran.

Sebelum lanjut ke program keren Google, saya mau cerita sedikit tentang usaha keluarga. Kakak saya salah satu pelaku UKM yang mengawali bisnisnya di tahun 2009. Ketika itu bisnis online masih sepi. Ia mengandalkan Facebook sebagai media pemasaran yang efektif. Alhamdulillah bisnisnya berkembang hingga ekspor ke luar negeri. Sekarang ini Facebook aja ga cukup karena online shop makin menjamur sehingga persaingan makin ketat. Semua pengusaha berlomba tampil di halaman pertama Google. Untuk itulah diperlukan inovasi terus menerus dalam berbisnis. Lewat acara #GoogleUntukUKM saya mendapat insight langkah pengembangan usaha tas milik kakak.

Casual backpack from Foottrip

Riset Google Tentang Penggunaan Internet Wanita Indonesia

Pelaku UKM di Indonesia didominasi kaum wanita namun untuk pengembangan bisnis kaum pria lebih cepat berkembang. Survei yang dilakukan Google selama Maret – Mei 2017 kepada masyarakat Indonesia menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi.

Beberapa fakta menarik dari hasil riset tersebut yaitu:
  • 48% wanita Indonesia menggunakan internet lebih dari satu kali sehari. Yang ini iya banget. Sepertinya tiada hari tanpa internet bagi saya.
  • 93% wanita mengakses internet lewat ponsel pintar. Setuju! Sekarang smartphone jadi andalan dalam berbagai hal. Aplikasi keuangan, resep masakan, sampai tips parenting pun ada.
  • 53% wanita tidak dapat menemukan informasi yang mereka cari di internet. Hal ini karena tidak mengerti cara menggunakannya, kurangnya konten yang relevan (masih sedikit konten dalam bahasa Indonesia), dan tidak ada waktu luang.
  • 61% wanita pengguna internet ingin bekerja namun hanya 56% pria yang mengizinkan istrinya bekerja full-time. Sekarang ini paradigma mendidik anak telah beralih menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya ibu. Tetapi sebagian besar suami ingin istrinya fokus mengurus anak. Kalaupun bekerja boleh saja asal tidak full-time (bisa part-time atau wirausaha).
  • 39% wanita tertarik untuk berwirausaha. Setelah sering menggunakan internet dan melihat peluang di sana, wanita pun ingin berwirausaha. Ada juga wanita yang resign dari pekerjaannya karena menikah atau memiliki anak. Ia ingin berwirausaha agar pikiran tetap jalan. Bisa “gila” jika hanya diam di rumah.
  • 53% wanita wirausaha ingin belajar online. Tiga topik teratas yang biasa dipelajari wanita yaitu beauty, fashion, dan health science & nutrition. Hal ini berbeda dengan pria yang cenderung belajar bisnis, engineering, dan IT. Karena pria belajar technical skills tersebut, mereka cenderung lebih cepat mengembangkan bisnis. Sedangkan wanita belajar online untuk meningkatkan kepercayaan diri padahal wanita wirausaha perlu juga belajar practical skill.

Tony Keusgen Managing Director Google Indonesia dan Veronica Utami Head of Marketing Google Indonesia

Google Dukung UKM Indonesia Sukses Online

Melihat keinginan wanita Indonesia yang begitu besar dalam berwirausaha, Google membuat program pemberdayaan komunitas pengusaha wanita bernama womenwill. Program ini berbeda-beda di tiap negara, bergantung kebutuhan di negara tersebut.

“Minat perempuan untuk berwirausaha ini tinggi karena adanya kebutuhan keluarga, tetapi banyak dari mereka belum memanfaatkan konten online yang melimpah untuk mengembangkan bisnis. Google berkomitmen untuk membantu mereka berkembang dengan memberikan akses yang diperlukan dan konten yang bermanfaat.” Jelas Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia.

Pelatihan Gapura Digital dapat diikuti di 10 kota se-Indonesia (dok. Google)

Selama 2017, Google telah mengadakan pelatihan pelaku usaha di 10 kota. Hampir 20.000 orang mengikuti kursus peningkatan kemampuan digital di Gapura Digital. Gapura (Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat) bisa diikut secara cuma-cuma. Caranya hanya melakukan pendaftaran di gapuradigital.withgoogle.com lalu pilih kota pelatihan terdekat. Wah para pelaku UKM harus mengikuti pelatihan menarik ini supaya makin melek digital.

Google juga punya aplikasi edukasi mobile bertajuk Primer. Di sini para pebisnis dapat belajar bisnis lewat 24 kursus bisnis dengan durasi masing-masing 5 menit. Haduh saya ketinggalan informasi ini. Langsung cuss unduh!

Google dukung UKM sukses online (dok. Google)

Tak hanya itu, Google mengembangkan Google Bisnisku dengan dua fitur baru. FYI, Google Bisnisku merupakan platform gratis dari Google yang memungkinkan bisnis ditampilkan di Google Search dan Maps. Misal nih ada yang mengetik “Sambelan Mas Jack” di Google Search, hasilnya langsung muncul informasi warung Sambelan Mas Jack beserta lokasinya. Nah, dua fitur terbaru Google Bisnisku yaitu “Postingan” di mana pelaku usaha bisa menampilkan konten yang tepat waktu pada pelanggan saat listingannya muncul di Google Search. Bahasa simple-nya seperti post status di Facebook atau foto di Instagram tentang promo bulan ini atau acara spesial. Selain itu kini pengunjung dapat mengajukan tanya jawab di listingan Google Bisnisku. Forum tanya jawab ini terbuka, bisa dijawab oleh siapa saja baik pelaku usaha (admin) maupun local guide.

Okelah usaha tas kakak harus didaftarkan di Google Bisnisku sekalian dibuatkan website. Mumpung Google menyediakan free website untuk UKM. Laff… laff…

Google Bisnisku (dok. Google)

Setelah punya website, perlu diukur seberapa cepat loading site tersebut. Kalau lemot membuka suatu website, pengunjung males duluan. Ga jadi belanja deh. Google memiliki fitur Test My Site untuk mengukur uji kecepatan seluler situs bisnis. Apabila hasilnya tidak baik, Google akan memberi saran untuk mempercepat loading site.

Tes kecepatan loading suatu site di Test My Site
Supaya website muncul di halaman pertama Google dan menarik hati calon pembeli, pelaku usaha dapat menggunakan AdWords. Ga ribet kok. Jason Tedjasukmana, Head of Corporate Communication Google Indonesia, menuturkan bahwa Google telah mengembangkan AdWords Express sejak 2015. Dalam 10 menit pelaku usaha dapat membuat iklan bisnis yang sesuai dengan anggaran, target lokasi, kategori bisnis, dan teks iklan. Untuk pembayarannya dapat menggunakan PayPal, kartu kredit, dan ATM Bersama (kode 031 - Citibank). Yes, ga harus punya kartu kredit untuk beriklan di Google.

3 Pelaku UKM Berbagi Pengalaman Menggunakan Online Marketing

Seberapa efektif kah penggunaan Google Bisnis dan fitur-fitur lain dari Google? Siang itu hadir 3 pemilik UKM yang telah memanfaatkan fitur pengembangan bisnis dari Google.

Andina Nabila Irvani Pemilik Slight Shop, Fadly Sahab Pemilik ZAP Clinic, dan Aprilia Melissa Pemilik Let's Go Gelato dalam acara #GoogleUntukUKM
Andina Nabila Irvani, pemilik Slight Shop, menuturkan sejak awal berbisnis dirinya menggunakan jalur online marketing. 70% penjualan berasal dari sana, sisanya dari pameran dan bazar. Setelah menggunakan online marketing tools dari Google, omzetnya bertambah lebih dari 500%. Wow! Contohnya nih ia menggunakan AdWords untuk wedding shoes. Ia gunakan keywords seperti wedding shoes dan sepatu pernikahan. Hasilnya penjualan Slight Shop didominasi sepatu pernikahan custom. Eh saya udah intip websitenya. Emang cantiiik deh sepatu nikahnya. Serasa sepatu Cinderella di pesta dansa.

Dara cantik kelahiran 1990 ini tidak pernah belajar bisnis secara formal. Ia berani terjun langsung karena yakin ia belajar dari pengalaman untuk memperbaiki bisnis. Ia berpesan agar banyak belajar ke yang sudah ahli di bidangnya. Banyak ikut komunitas bisnis untuk saling bantu mengembangkan usaha. “Utamanya terjun saja dulu. Jangan takut.”, pungkas Andina.

Fadly Sahab, pemilik ZAP Clinic, mengatakan dirinya memulai berbisnis di tahun 2009 dari nol. Bisnis klinik kecantikan termasuk bisnis dengan investasi besar. Ia memulai dengan modal sendiri 15 juta rupiah, mobil pun masih meminjam orang tua. Saat itu ia masih menjadi pegawai kantoran. Sejak awal ia fokus pada online marketing yang murah dibanding cara konvensional. Ia pun memutuskan keluar dari kantornya dan fokus mengembangkan Zap Clinic. Kini Zap telah memiliki 72 cabang dengan 5000 klien baru setiap bulan. Sekitar 3000 klien berasal dari online marketing sedangkan sisanya referral.

Fadly berprinsip learn before you earn. Tahun 2009 ia belajar membuat website sendiri. Sekarang sudah ada free website dari Google. Memulai bisnis sekarang ini menjadi semakin mudah, tinggal bagaimana mengembangkan bisnis tersebut. Kuncinya yaitu belajar terus. Ia lebih suka belajar dari YouTube dibandingkan dari buku.

Aprilia Melissa, pemilik Let's Go Gelato dan Papyrus Photo, mengaku membuka usaha karena tidak boleh kerja kantoran setelah menikah. Daripada bengong, ia memulai usaha mendirikan Papyrus Photo. Awalnya studio foto miliknya ini mempekerjakan 8 orang. Kamera saja masih pinjam.

Ia makin percaya diri melebarkan sayap usahanya hingga ke Medan meski berdomisili di Bandung. Ini karena ia memanfaatkan teknologi digital. Tanpa hal tersebut tidak mungkin ia dapat mengurus 6 studio foto, 8 cabang gelato, dan mendidik 4 anak yang masih butuh perhatiannya.

“Google Bisnisku lengkap. Ada insight performa tiap cabang perbulan.” Ujar Aprilia. Bagi orang yang tertarik berbisnis, ia berpesan, “Ngapain harus khawatir mulai berdagang saat masih kerja atau ga ada pengalaman.  Kita bisa belajar kapanpun.  Go with digital and you can be limitless.”

Tiga orang sukses di atas benar-benar menginspirasi. Mereka terbukti tangguh menjalankan usaha dari nol dengan memanfaatkan teknologi digital. Pesan yang saya tangkap yaitu inovasi terus menerus sangat dibutuhkan agar bisnis makin menggurita. Selain itu gunakan kecanggihan teknologi seperti fitur-fitur Google untuk online marketing. Hal ini karena dari segi harga jauh lebih murah dibanding beriklan di banner, SMS blast, atau bazar tetapi return on investment-nya tinggi. Semoga #GoogleUntukUKM dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UKM di Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia, ya. Aamiin.
34 comments on "Website Gratis Hingga Aplikasi Edukasi dari Google untuk UKM Indonesia"
  1. Semakin memudahkan ya mba,,,, mudah2an dgn ini UKM bisa berkembang lebih maju Dan mencakup sampai pelosok ukm yg trpencil

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga yaa menjangkau pelosok Indonesia

      Delete
  2. Google memang keren ya, sekarang ini kecanggihan IT semakin memudahkan bisnis online

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bahkan bisnis yang awalnya hanya offline bisa gabung di sini.

      Delete
  3. Google memang keren... Semakin banyak program-program dari Google buat Indonesia, sekarang udah melirik ke UKM juga.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Google Business ini sifatnya internasional. Memang Google concern di sana.

      Delete
  4. Waw google udah melirik UKM ya. Keren nih tulisannya super detail nan infornatif. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, usaha suami bisa nih join di Google Bisnisku

      Delete
  5. Waah Mbah Gugel makin mengerti aja wanita yaaa eaaa, emang keren niy mendukung para UKM.

    Eh ada Dina Slight Shoes, itu temenku hiii, sukses ahh buat semuanya ya pelaku internet marketing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya kah Teh? Keren banget lho inovasi Dina dengan wedding shoes.

      Delete
  6. Semoga UKM Indonesia semakin berkembang.

    ReplyDelete
  7. Google ini selain punya divisi khusus buat komunitas, jg punya divisi bantuin bisnis/ UKM ya...
    Jadi pengen usaha lagi, meski cuma jualan online sih, belum bisa produksi sendiri hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya ya, Mbak? Google ngerti banget penggunanya

      Delete
  8. Google memang mengerti kebutuhan kita #ihiks.
    Semoga pelaku UKM makin sejahtera.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa ngerti banget ya si Mbah Gugel ini

      Delete
  9. profil ukm-nya keren2 nih, gak nyangka owner zap clinic ternyata cowok dan bisa sukses mengembangkan bisnisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa cowok lho dan dia passion di situ. Keren!

      Delete
  10. Semoga UKM2 semakin semangat berkarya ya :)

    ReplyDelete
  11. wah keren yaa kebetulan saya ada komunitas UKM bisa jadi lebih profesional untuk pengembangan usaha :)

    ReplyDelete
  12. Keren nih program google memberdayakan UKM. Memang bener UKM sangat membantu perekonomian negara, sudah seharusnya memang semua UKM go Digital. Tapi sayangnya pelatihan gapura digital nggak ada yang deket nih coba ada di Balikpapan gitu pasti mbak saya ikutan.,

    ReplyDelete
  13. Dengan begini UKM semoga semakin berkembang dan tumbuh mampu bersaing dengan kemajuan teknologi hihihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga UKM Indonesia makin banyak yang go international

      Delete
  14. Wah, bisa nih. Saya punya banyak kenalan penggiat UKM.

    ReplyDelete
  15. Helena, informatif sekali konten postingannya. Google memang awesome. Apa yang kita cari dan butuhkan tinggal tanya Paman Google. Pengen banget nih Bunda ke Gedung Google, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya Bunda udah mampir. Aku pun belum pernah ke kantor Google. Semoga ada undangan ke sana :D

      Delete
  16. Tasnya kereeeen, Mbak! *salah fokus

    ReplyDelete
  17. Jadi Makin cinta sama Mbah Google... Yang juga memperhatikan UKM

    ReplyDelete
  18. seneng banget sekarang UKM di dukung sama Google, aduh aku kok salfok ya sama venue-nya. Apik gitu tempatnya :)

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature