Pesan untuk Bjorka: Pola Asuh Keluarga Ringgo di Era Digital

Thursday, October 26, 2017

Langkah mempersiapkan dana pendidikan anak di Sun Life Edufair 2017



pameran pendidikan di jakarta
Pameran hasil karya siswa di Sun Life Edufair 2017
Berapa sih dana pendidikan anak dari SD sampai sarjana? Saya pernah menghitung biaya pendidikan untuk SID hingga lulus sarjana S1. Jumlahya bikin puyeng, 300juta lebih! Itu dengan asumsi ia masuk sekolah negeri. Kalau sekolah swasta ya tentu lebih tinggi. 

Ngomongin dana pendidikan anak memang membuat khawatir. Cukup gak ya?  Mampukah memenuhi kebutuhan anak agar ia mendapat pendidikan terbaik?

Kekhawatiran saya juga dialami sebagian besar orang tua di Indonesia. Data IPSOS (The Value of Education, Higher and Higher, 2017) menunjukkan 86% orang tua di Indonesia memilih mengorbankan tabungan pensiun demi memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Faktanya 70% orang tua di Indonesia masih mengandalkan pendapatan bulanan untuk biaya pendidikan anak dan seperempatnya mengaku tidak memiliki referensi besarnya dana pendidikan yang harus dialokasikan.

Sekarang saya dan suami masih di usia produktif untuk bekerja. Di masa yang akan datang belum tentu kondisi sama seperti sekarang. Untuk itulah merencanakan dana pendidikan penting dilakukan sejak dini.

Langkah sederhana merencanakan dana pendidikan yaitu:

1. Ketahui minat, bakat, dan pola belajar anak.

Tiap anak tercipta unik dengan kecerdasan masing-masing. Cara paling mudah untuk mengetahui minat dan bakat anak ya dengan sering bermain bersama, mengerjakan proyek keluarga bersama, berdiskusi atau ngobrol santai. Dari seringnya interaksi inilah orang tua dapat memahami minat, bakat, dan pola pembelajaran yang cocok untuk anak.


sun life edufair
Penampilan dari SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading, Jakarta

2. Pilih pendidikan yang tepat.

Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 Indonesia mengakui jalur pendidikan dalam 3 bentuk yaitu sekolah formal, nonformal, dan informal. Sekolah formal seperti TK, SD, SMP, dst; nonformal seperti kursus memasak, seni, beladiri, dsb; sedangkan informal seperti homeschooling.

Setelah mengetahui bakat dan minat anak, pilih jalur pendidikan yang tepat sesuai kebutuhan anak. Misal menentukan sekolah formal dengan pertimbangan fasilitas, kurikulum, ekstrakurikuler, lokasi, dsb.

3. Riset biaya pendidikan.

Ini bagian yang penting dan membuat deg-degan karena orang tua harus melakukan survei mengenai besarnya biaya pendidikan seperti uang pangkal, SPP, biaya kegiatan ekstrakurikuler, biaya seragam, dsb. Biaya sekolah umumnya naik 7-15% pertahun maka perlu dihitung juga future value dari biaya tahun ini.

4. Pilih investasi atau asuransi pendidikan yang tepat sesuai jangka waktu.

Setelah mengetahui biaya pendidikan yang hendak dicapai maka saatnya membuat perencanaan keuangan dan menjalankan rencana tersebut. Tulis tujuan keuangan, jangka waktu, dan alokasi sumber dayanya. Beragam pilihan investasi dan asuransi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi biaya pendidikan anak.

Saat ini SID menjalani homeschooling usia dini tetapi saya juga mencari informasi sekolah formal maupun nonformal, in case kami berubah haluan. Maka, saat mengetahui ada pameran pendidikan Sun Life Edufair 2017 di Mal Kota Kasablanka (Kokas), saya tertarik datang.

Sun Life Edufair merupakan agenda tahunan dari PT. Sun Life Financial Indonesia (Sun Life). Kali ini 20 sekolah formal dan 5 sekolah nonformal terbaik se-Jabodetabek open house di main atrium Kokas. Masing-masing sekolah menampilkan performance dari para siswa juga ada sesi Brighter Class untuk mempresentasikan profil sekolah pada para pengunjung.

Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life, mengatakan “Sun Life Edufair 2017 merupakan wujud nyata komitmen serta kontribusi kami dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan terutama untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya.”.


biaya sekolah high scope
Salah satu karya siswa High Scope
Acara yang berlangsung pada 20-22 Oktober 2017 ini selalu ramai pengunjung. Minggu siang saat saya ke sana sudah kesulitan mencari tempat duduk dekat panggung. Rupanya banyak orang tua maupun calon orang tua yang tertarik mencari tahu sekolah yang cocok bagi anak.

Mumpung nih sekolah-sekolah favorit di Jabodetabek sedang berkumpul di sini, saya ga perlu datang satu persatu ke sekolah masing-masing. Saya pun berkeliling dari satu booth ke booth lain untuk mendapat gambaran pendidikan di sekolah tersebut. Dan yang penting saya mendapat daftar biaya pendidikan selama bersekolah di sana.

Ada beberapa sekolah yang menarik seperti sekolah Islam, sekolah alam, dan internasional school. Lewat Sun Life Edufair ini saya bisa membandingkan antar sekolah kira-kira mana yang tepat untuk SID.


cara hitung biaya pendidikan
arena bermain lego di Sun Life Edufair 2017
Tak hanya sekolah formal, biaya pendidikan sekolah nonformal juga perlu dipersiapkan. Bahkan terkadang biaya les ini itu bisa lebih gede dibanding sekolah utamanya. Iya kan? Jadinya saya juga mampir bertanya ke booth sekolah nonformal seperti robotic, cooking class, dan gymnastic.

Pameran pendidikan ini telah berakhir. Saya masih kurang puas bertanya selama pameran. Ada sebagian yang belum saya datangi juga karena membludaknya pengunjung. Untungnya Sun Life meluncurkan portal informasi Bright Education sebagai referensi pendidikan dan perencanaan keuangan jangka panjang keluarga Indonesia. Di www.brightedu.co telah ada profil 25 sekolah di Jabodetabek yang meliputi kurikulum, fasilitas, ekstrakurikuler, prestasi, dan administrasi sekolah. Di sini orang tua bisa membandingkan lokasi, fasilitas, dsb antar sekolah yang ada. Selain itu terdapat fitur kalkulator untuk memproyeksikan kebutuhan dana pendidikan dan berbagai artikel menarik seputar anak, pendidikan, dan perencanaan keuangan.

www.brightedu.co adalah persembahan Sun Life untuk referensi pendidikan dan perencanaan keuangan jangka panjang keluarga Indonesia

Pola Asuh Keluarga Ringgo di Era Digital

Selain pameran pendidikan, panggung utama Sun Life Edufair juga diisi oleh talkshow menarik. Sore itu hadir keluarga selebritis Ringgo Agus, Sabai, dan sang buah hati Bjorka yang membahas mengenai pola asuh anak di era digital.

Anak generasi millennial sulit lepas dari gawai. Sepertinya sudah menjadi pemandangan lumrah di Indonesia melihat anak sekolah memiliki smartphone. Dari sekitar sepuluh anak berseragam SD yang duduk di depan saya hanya satu yang tidak memiliki smartphone.

Kecanggihan teknologi ini bagai pedang bermata dua, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Mau belajar lewat e-book, bisa. Mau nonton video materi sekolah, bisa. Mau browsing yang engga-engga juga bisa.


Talkshow pola asuh anak di era digital
Sebagai orang tua muda yang melek digital, Ringgo dan Sabai tidak akan menjauhkan anak dari dunia digital. Mereka akan menyaring hal mana yang boleh dan tidak boleh bagi anak. Kecanggihan teknologi ini diarahkan untuk memberi manfaat positif, misal sejak kecil sudah bisa menyunting foto, membuat video, dsb.

Keluarga Ringgo juga membuat video berseri “Pesan untuk Bjorka” yang berisi cerita atau nasehat Ringgo dan istri untuk Bjorka kelak. Video ini diunggah ke YouTube supaya awet tersimpan secara digital. Nantinya ketika Bjorka berusia 17 tahun ia bisa menonton video tersebut. Emang dasarnya Ringgo ini humoris, pesan-pesannya itu kocak. 



Lewat “Pesan untuk Bjorka” Ringgo ingin menyampaikan apabila suatu saat Bjorka meminta banyak hal di luar kemampuan orang tuanya maka Ringgo dan Sabai tidak selalu dapat menuruti. Tidak ada yang tahu bagaimana kondisi di masa yang akan datang. Kalau sekarang sehat dan cukup rezeki, entah bagaimana di kemudian hari.

Norman Nugraha, Chief Agency Officer Syariah Sun Life Financial Indonesia, setuju dengan pernyataan Ringgo di atas. Risiko ketidakpastian di masa yang akan datang ini dapat dikurangi dengan adanya asuransi pendidikan. “Perencanaan keuangan bekerja apabila mesin uang bekerja”, tutur Norman. “Saat mesin uang berhenti, perencanaan tetap berjalan dengan asuransi pendidikan.”.


SID sampai bengong melihat kakak Sabai yang cantiiiik
Mendengar penjelasan di atas saya makin memahami betapa pentingnya perencanaan biaya pendidikan yang tepat. Orang tua harus melek finansial agar menghasilkan anak dengan generasi #LebihBaik. Usahakan untuk tidak mengorbankan kepentingan lain seperti dana pensiun untuk memenuhi dana pendidikan. Lewat perencanaan dan eksekusi yang tepat, semua kebutuhan dapat diakomodir. Make a plan and stick to it!

18 comments on "Pesan untuk Bjorka: Pola Asuh Keluarga Ringgo di Era Digital"
  1. Langkah sederhana namun sangat beerfaedah dlm merencanakan dana pendidikan.. nice info, bund

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, asuransi pendidikan perlu dipertimbangkan sejak dini

      Delete
  2. Sid tau aja sih yang tantik tantik :p Keren banget ya pameran Edufair ini, cocok banget untuk orangtua yang lagi cari cari asuransi pendidikan utk anaknya ya mak.. Nanti aku langsung melipir ke webnya aaah. makasi infonya mama Sid

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini buat persiapan Abang masuk sekolah sebentar lagi

      Delete
  3. Sid tau aja sih yang tantik tantik :p Keren banget ya pameran Edufair ini, cocok banget untuk orangtua yang lagi cari cari asuransi pendidikan utk anaknya ya mak.. Nanti aku langsung melipir ke webnya aaah. makasi infonya mama Sid

    ReplyDelete
  4. Aktual sekali mbak tulisannya. Suka deh dengan pola asuh ringgo/Sabai untuk anaknya, Bjorka xD

    ReplyDelete
  5. Bener mba. Asuransi mah penting banget.. Apalagi mnrtku utk orang yg susah menabung, wajib lah punya asuransi. Krn siapa yg tau nantinya dia gmana. Anak2ku udah aku siapin asuransi dr mereka bayi. Ini proteksi mereka, kalo sampe ada kenapa2 dengan aku dan suami, mereka ttp akan terjamin hidupnya sampe selesai kuliah dengan uang pertanggungan asuransi yg udh kita persiapin. Krn aku dan suani tipe boros. Kita hobi traveling, jd mau ga mau asuransi ptg bgt utk anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Fanny yang kerja di financial industry pasti udah khatam urusan asuransi begini. Berasa ya manfaatnya. Dengan asuransi pendidikan, liburan bisa jalan terus (asal ada dana liburan, hehe)

      Delete
  6. betul dana pendidikan ayng semakin mahal perlu dipersiapkan sejak dini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, hadir di Sun Life Edufair saya mendapat banyak informasi tentang perkiraan dana pendidikan yang harus disiapkan.

      Delete
  7. Sid terpesona ya :) iyaaa pesannya kocak �� Pendidikan anak makin lama makin gede ya, harus nabung buat biaya kuliah... semangat^^kitaaa

    ReplyDelete
  8. Iya ya bun. Semakin ke sini, biaya pendidikan semakin mahal. Apalagi nanti angkatan anak kita ya klo sekolah

    ReplyDelete
  9. Sid kamu sebegitu terpukaunya sama tante sabai yaaaa 😁😁😁

    ReplyDelete
  10. Generasi milenial memang cenderung visual, lebih ngena kalo dikasih materi yg sesuai minatnya. Dan aku rasa pesan untuk Bjorka ini jd ide menarik untuk memberikan pesan yg mudah diingat sm anak yah.

    Jd pengen bikin vlog hehehe

    ReplyDelete
  11. Sid terpesona lihat mama papa Bjorka, di pikir hihi. Sekelas Ringgo Agus Rahman aja nggak yakin bisa memenuhi semua hal untuk anaknya ya mba, memang masa depan nggak ada yang tahu, jadi sebaiknya di rencanakan

    ReplyDelete
  12. Lalu aku jadi makin galau mengenai pendidikan anak. Yes asuransi !!! Makasih mba ulasannya super komplit.:D SID sana minta gendong tante Sabai ;)

    ReplyDelete
  13. Ini juga deket tapi lagi-lagi kelewat infonya, hehehe. Terima kasih sudah sharing, Mbak.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature