Ikuti 4 Langkah Budgeting & Saving Berikut Ini Supaya Keuanganmu Merdeka

Monday, August 28, 2017


“ Merdeka!”

Kata tersebut sering kita dengar selama Agustus karena bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Dulu masyarakat berjuang melawan penjajah untuk memperoleh kemerdekaan. Sekarang kita udah merdeka apa belum, sih? Merdeka tak hanya bebas dari penjajahan bangsa asing, lho. Merdeka juga berarti bebas dari hutang menumpuk akibat gaya hidup yang berlebihan. Yup, mau dong keuangan kita merdeka. Tiap bulan ga pusing memikirkan membayar ini itu. Gimana caranya?

cara membuat budgeting keuangan keluarga
Yuk, atur anggaranmu sesuai porsi pengeluaran

Eits, saya ga bermaksud menawarkan barang atau kerjaan. Ini lho saya mau berbagi pengalaman mengikuti VISA Financial Literacy Series #ibuberbagibijak mengenai budgeting & saving di The Hook, Jakarta Selatan pada 24 Agustus 2017 lalu. Financial literacy kali ini merupakan bagian kedua. Mrs. Adhe Hapsari, Director of Corporate Communication VISA for Indonesia, Vietnam, Cambodia, and Laos, mengatakan bahwa pengetahuan keuangan wanita di Indonesia lebih rendah dibanding laki-laki. Padahal wanita itu menjadi manajer keuangan keluarga. Untuk itu VISA mengadakan financial literacy ini yang dibagi dalam beberapa tahap. Dengan metode seperti ini, ilmunya lebih merasuk ke sanubari. *eh
atur keuangan keluarga
Mrs. Adhe Hapsari, Director of Corporate Communication VISA for Indonesia, Vietnam, Cambodia, and Laos

Setelah financial check-up di sesi pertama, kali ini Prita Hapsari Ghozie, CEO & Chief Planner ZAP Finance, membahas mengenai budgeting & saving. 

Haduh…pake budgeting segala. Penghasilan masih kembang kempis gini. 

Mbak Prita mengingatkan gaji besar atau kecil tidak langsung berhubungan dengan kaya, tetapi gaya hidup. Berapapun gajinya bisa cukup untuk memenuhi biaya hidup tetapi tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup. Nah lho…

Biaya hidup versus biaya pamer ini yang bahaya. Bayangin deh kalau ada orang yang demi foto OOTD di Instagram, ia rela belanja baju setiap hari. Sebulan udah 30x belanja, dong. Ada juga tuh yang sering pamer foto sedang liburan ke luar negeri ternyata dibalik itu ia pinjam sana-sini. Sampai-sampai di bandara ia dicegat oleh sekelompok orang yang merasa ditipu olehnya. Amit-amit… Ya Allah semoga kami dilindungi dari hal sedemikian.

biaya hidup vs gaya hidup

Supaya bisa merdeka secara keuangan, ini 4 langkah budgeting &saving oleh Prita Ghozie:

1. Tentukan Prioritas

Punya tas mewah, beli smartphone terbaru, atau liburan ke luar negeri boleh aja kok. Punya MAU boleh aja tapi jangan sampai mengorbankan tanggung jawab. 

Coba deh dilihat kebutuhan saat ini dan masa depan. Kebutuhan saat ini yaitu kebutuhan yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan. Sedangkan kebutuhan masa depan akan jatuh tempo lebih dari 12 bulan lagi. 

Kemudian tentukan prioritas alokasi penghasilan sebagai berikut:
  1. Zakat, infak, sedekah, persepuluhan: kewajiban agama harus didahulukan ya. Pos ini termasuk membantu keluarga besar apabila ada tanggungan.
  2. Biaya pinjaman: sebaiknya segera lunasi utang bila ada dana lebih supaya utang tidak semakin menumpuk. Bangga dong punya barang-barang yang lunas. Eh tapi ada juga tipe yang suka berutang supaya ada motivasi kerja.
  3. Tabungan dan investasi masa depan: jangan primerkan belanja dan tersierkan pensiun. Pertimbangkan risiko likuiditas dalam memilih instrumen investasi.
  4. Persiapan masa sulit: mempersiapkan dana darurat
  5. Biaya hidup
  6. Anak & pendidikan: biaya sekolah, kebutuhan anak, dsb.
  7. Gaya hidup
Gaya hidup paling terakhir maksudnya bila dana tidak cukup untuk pengeluaran gaya hidup, ya sudah tahan diri dulu ya.  Atau nomer 1-7 dapat dilakukan sesuai porsi yang telah ditetapkan. Berapa porsinya? Simak terus ya.

atur keuangan keluarga
Prita Hapsari Ghozie, CEO & Chief Planner ZAP Finance

2. Alokasi Dana

Di sini peserta langsung praktek mengalokasikan dana. Mbak Prita memberi soal mengenai seseorang yang berpenghasilan 20juta rupiah perbulan kemudian ia memiliki berbagai rencana pengeluaran bulanan. Peserta diminta mengisi worksheet sesuai pos-pos pengeluaran. Dalam 5 menit rumit juga ya memilih pengeluaran mana yang tepat. Apalagi ada godaan antara dana darurat dan biaya ke salon. Hehehe…

Ini nih alokasi dana yang ideal untuk masing-masing pengeluaran:
cara atur keuangan pribadi
Mengenai cicilan, boleh saja menyicil tetapi perhatikan jangka waktu. Misal mau nyicil beli tiket pesawat untuk liburan. Jangan sampai liburan telah selesai tapi masih punya utang tiket. 

3. Meraih Mimpi

Jangan cuma bermimpi. Ikuti langkah berikut supaya mimpi itu terwujud.
financial quote
Tulis tujuan finansial yang ingin dicapai beserta jangka waktunya (jangka pendek, menengah, atau panjang). Lalu tulis pula alokasi sumber dayanya.

Dalam menetapkan tujuan harus sejelas mungkin. Misalnya ingin liburan ke Eropa 5 tahun lagi. Setelah mencari informasi ternyata liburan tersebut butuh biaya Rp34juta. Mulai sekarang bisa menabung Rp500ribu/bulan di tabungan berjangka (asumsi bunga 5%/tahun) untuk mewujudkan impian berlibur ke Eropa.

4. Anggaran Bulanan & Musiman

Dalam menganggarkan pengeluaran, perlu mencocokkan penghasilan dan pengeluaran tersebut. Pengeluaran bulanan diambil dari gaji bulanan. Sedangkan pengeluaran & investasi yang sifatnya tahunan diambil dari bonus, THR, atau tunjangan lainnya. Contohnya bonus tahunan digunakan untuk membayar pajak kendaraan, PBB, membeli hewan kurban, dan pengeluaran lain yang sifatnya tidak rutin. Cara seperti ini supaya kebutuhan bulanan lancar tanpa mengorbankan kebutuhan di masa depan.

Penting juga lho memisahkan pengeluaran dalam beberapa rekening. Biaya administrasi akan naik tapi cara ini ampuh untuk mengurangi godaan pengeluaran yang tidak sesuai.

Maka, ketika ada dana masuk langsung dibagi dalam 3 rekening, yaitu: biaya bulanan, dana darurat, dan tabungan & investasi. Pos tabungan & investasi dari gaji rutin dialokasikan ke 5% dana rumah, 10% dana pendidikan, dan 10% dana pensiun. Sedangkan pos investasi dari bonus dapat digunakan untuk dana liburan atau belanja. Dengan begini kita bisa tetap menikmati gaya hidup tanpa mengorbankan tanggung jawab. Tetap happy, kan…
tips hemat keuangan
Mumpung minggu ini waktunya gajian, ini checklist bulanan sebagai pedoman:

1. Sebelum terima gaji, buat rencana pengeluaran
2. Terima gaji
3. Bagi uang sesuai pos rekening
4. Bayar cicilan
5. Bayar tagihan bulanan (listrik, air, gas, SPP sekolah, dsb)
6. Transfer otomatis ke rekening dana darurat
7. Transfer otomatis ke rekening investasi
8. Ambil uang tunai per minggu di ATM (ingat ya… seminggu sekali aja ketemu sama ATM)
9. Mengisi uang elektronik
10. Hiburan-hiburan

Empat langkah di atas mudah, kan. Yakin deh para manajer keuangan keluarga pasti bisa melakukannya. Oh ya, ada PR nih dari Mbak Prita. Suami dan istri masing-masing menulis pengeluaran bulanan keluarga dan 3 impian yang ingin dicapai. Saat menulis, ga boleh menyontek. Kemudian cocokkan jawabannya. Kalau hasilnya beda jauh, perlu lebih sering ngobrol bareng tuh. Keuangan dan impian juga perlu dikomunikasikan kepada pasangan.
finance quote

Ternyata perencanaan keuangan itu PENTING BANGET, ya. Dengan memiliki impian yang jelas, pengeluaran keuangan lebih terarah. Semoga tips di atas bermanfaat untuk meraih kemerdekaan keuangan. Mau belanja bulanan, bayar cicilan rumah, treatment ke salon, atau liburan keluarga, boleh-boleh aja. Kan udah ada anggarannya. Punya tips mengatur keuangan a la kamu? Bagi di kolom komentar, ya!

Info lebih lanjut sila ikuti instagram: ibuberbagibijak
49 comments on "Ikuti 4 Langkah Budgeting & Saving Berikut Ini Supaya Keuanganmu Merdeka"
  1. Menentukan prioritas, aduh belanja madukin nggak ya maklum emak-emak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung belanja apa nih. Yang bulanan atau pribadi. Nanti Masuk ke pos Yang berbeda

      Delete
  2. Biaya hidup dan gaya hidup *yang saya bold italic inderline-in*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa dua hal ini yang perlu diketahui supaya keuangan ga bocor

      Delete
  3. makasih sharingnya mbak. Saya juga membuat anggaran belanja yang kiranya membeli barang agak mahal mbak, agar keuangan tercukupi dan tidak ngutang...

    ReplyDelete
  4. Nah itu tuh, tips yang dari mas Warren. Juarak!

    ReplyDelete
  5. Terkadang gaya hidup ngalahin kebutuhan hidup.
    Padahal itu yang nggak boleh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ga boleh kebanyakan gaya sih. Hehehe

      Delete
  6. Wahhhh makasih tipsnya, Mbak. Aku payah nih mengelola keuangan. Mau aku praktekin ah. Eh tapi aku sudah menerapkan ke atm seminggu sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah bagusss itu. Tempatku dekat ATM, ini yang bahaya. Banyak godaan

      Delete
  7. tertohok sama kata-katanya mba prita.. semua yang dia katakan bener banget ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa sakit tapi benar adanya. Harus berubah, mumpung baru gajian

      Delete
  8. Seru dan bermanfaat ya mbak ikut workshop financial seperti ini, tips nya sangat aplicable buat sehari2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mulai rutin catat pemasukan dan pengeluaran harian nih. Mumpung ada buku bu bijak

      Delete
  9. Merencanakan keuangan sangat penting, terutama dalam membuat anggaran, supaya lebih terkontrol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tahu uang masuk dan keluar kemana, lebih bisa atur keuangan ya

      Delete
  10. yey Alhamdulillah dpt pencerahan.. thanks Mba Helen,

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. Semoga kita bisa ikut lagi bulan depan. Aku butuh belajar investasi nih

      Delete
  12. Siaplh ilmuny mdh2an bisa jd bijak beneran Ini,,,kdang Klau sdh nyisihin Dana tdk trduga suka d pake blnj^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dana darurat harus di rekening terpisah. Ga boleh tercampur dengan belanja bulanan

      Delete
  13. Ah, bermanfaat bangeeet ini tulisan. Makasih sharingnya ya Mba Helen. Mau praktekin mulai bulan depan yang tinggal menghitung hari, hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, Nyak. Mari memperbaiki budgeting keluarga

      Delete
  14. Dana darurat ini yg aku msh blm ada, kudu mulai segera, moga2 sih gk pernah kepake TFS yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat freelancer yang berkeluarga sekitar 12x biaya bulanan. Lebih baik nyicil dari sekarang

      Delete
  15. Alhamdulillah keuangan masih terkendali karena aku beli sesuatu kalau memang sudah butuh sekali. Mendahulukan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih Mbak Leyla udah bisa nahan diri ya. Udah paham basic needs.

      Delete
  16. Kalau nggak ada perencanaan keuangan yang baik, tak bisa saving :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saving buat liburan itu penting yaa Mbak.

      Delete
  17. Akuu ini ptioritasnya msh blm bnr. Masaa prioritasnya traveling :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga apa-apa selama ada yang bayarin. Eh...

      Delete
  18. Weldone, banyak banget ilmu yang bisa diambil di sini. Heee
    Berapapun gajinya bisa cukup untuk memenuhi biaya hidup tetapi tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup.

    Mski masih mncoba blajar jd manajer keuangan, perlu bnget banyak ilmu dan pngetahuan ttg kiat mengatur dana keuangan.
    Tfs ya mama Sid buat sharing nya 😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes. Akupun masih belajar mengatur keuangan. Setelah punya anak makin berasa pentingnya bijak mengurus keuangan

      Delete
  19. Ngeri juga ya kalau yang bela-belain utang demi gaya hidup itu, untungnya juga nggak seberapa demi like atau komen aja kadang. Makanya penting banget buat tamu ilmu pengaturan anggaran kayak gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga ada habisnya deh kalau ikutin gaya hidup

      Delete
  20. tipsnya keren banget Helen, tapi aku sering banget lupa atau lebih tepatnya mengabaikan rencana pengeluaran dan malas mencatat pemasukan dan pengeluaran. walhasil, sering defisit di akhir bulan karena ga terkontrol pengeluaran. #tepokjidat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Install aplikasi keuangan di HP aja. Kalau aku lebih suka yang manual, nulis di buku. Konservatif banget yak

      Delete
  21. Catat dan atur keuangan kadang suka angin-anginan. Tapi kerasanya tiba-tiba aja pas mendekati tengah bulan, deg-degan, kenapa duit tinggal segini? Hehehe.
    Terimakasih Share tips-nya mbak Helen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iyaaa bingung uangnya mengalir kemana. Kalau ga dicatat, susah dipantau

      Delete
  22. Nah bener....bikin anggaran itu ternyata sebelum terima gaji ya. Truss baru deh tinggal ngebagi doang wkwk. Ilmunya dapat banget ikutan event ini ya mbak

    ReplyDelete
  23. Suka banget saya sama paparan Pritha Gozie, sering baca ulasannya di media, di sini lebih lengkap :)

    ReplyDelete
  24. anggaran buat single jomblo ada gak mbak? :))

    ReplyDelete
  25. Alhamdulillah, tipsnya sanagt membantu saya dalam belajar mengatur keuangan dengan bijak :)
    kalau nurutin gaya hidup mah nda akan ada selesainya ya mba haha.

    Sekarang kudu konsisten juga mencatat uang keluar biar ketahuan sebulan itu berapa yang harus dikeluarkan utk belanja dan beli kebutuhan rumah tangga :)

    ReplyDelete
  26. Nah ini suka ruwet banget, mengatur alokasi dana buat pos mana saja. Sudah dibagi-bagi eh gak disiplin jadi tetap aja amburadul. Hikss.

    ReplyDelete
  27. setuju banget, pengahasilan besar dan kecil diikuti oleh gaya hidup. AKupun kudu berhati-hati dengan pendapatan dari suamiku yang wiraswasta, harus pandai-panda mengatur keuangan ya, Mbak

    ReplyDelete
  28. Godaan online shopping selalu menghantui, bengong dikit langsung ngecek promo olshop. Mesti pinter-pinter nyusun anggaran belanja nih.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature