30 Menit Lebih Dekat bersama Ibu Septi Peni Wulandani, Founder Institut Ibu Profesional

Thursday, August 3, 2017


Resume 30 Menit Lebih Dekat bersama Ibu Septi Peni Wulandani

Hari ini grup Whatsapp Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 4 JAK 1 kedatangan tamu spesial yang udah ditunggu-tunggu sejak 9 minggu lalu. Siapa lagi kalau bukan founder Institut Ibu Profesional, Ibu Septi Peni Wulandari. Saya langsung mengajukan diri menjadi notulis supaya "terpaksa" menyimak dengan teliti obrolan hangat malam ini. Berikut resume-nya.

Hari/Tanggal : Kamis, 3 Agustus 2017
Waktu : 20.30 - 21.05 WIB
Narasumber : Septi Peni Wulandani (Founder IIP)
Notulis : Helena

Biodata Narasumber: 





Sesi tanya jawab:
Q1. (Ayu)
Ibu, ijinkan sy mengungkapkan kekaguman sy thd bapak dan ibu. Sy ingin menanyakan:
1. Bagaimana pola komunikasi keluarga sehingga bisa tercipta team yg supersolid, adakah kendala?
2. Dalam home schooling yg bapak Dodik dan Ibu Septi terapkan, adakah menggunakan target atau standar spt sekolah2 umumnya? Bila tidak lalu bagaimana kriteria pendidikan akademik

A1: Mbak Ayu,

1. Pola komunikasi saya dan pak dodik pakai pola yg cair, dibanyakin forum keluarga yg santai
2. Di HS kami indikator akademiknya adalah meningkatnya 4 hal:
*intellectual curiosity*
*creative imagination*
*art of discovery and invention*
*noble attitude*

***
Q2: Karyati Niken
Assalamualaikum bu Septi 😇 bu septi dan pak dodik itu pasangan yg luar biasa sekali kolaborasi dan kerjasamanya dlm rumah tangga, saya sangat terharu. Mau nanya "apa dan bagaimana ibu Septi jika tanpa pak Dodik?"
Bu Septi, boleh tahu tidak ya, apakah kalimat penyemangat yang biasanya dilontarkan dalam kehidupan rumah tangga, dari bu septi ke pak dodik dan dari pak dodik ke ibu septi?

A2: Mbak Karyati, ini jawaban pak dodik (saya tanyakan langsung hehehe)
dirimu tanpaku itu sudah pasti berkembang baik, seperti kebanyakan ibu yang mendidik anaknya saja, itu sudah pasti baiknya, Nah ketika aku hadir, apa nilai lebihnya? Harus bisa sangat baik. Kalau seorang suami/ayah hadir di pendidikan istri dan anaknya tidak membuatnya lebih baik, maka mendingan tidak hadir, malah jadi penganggu nanti

***
Q3: Ummi Kalsum
Buuuu..... Bahagia bangeet jadi ibuu yaaa... Yang di bimbing bapak.... ? Apa....ibu yg bimbing bapak....?

A3: Pak dodik itu guru saya

***
Q4: Fenny Melisa
Ibu Septi yang saya homati, saya izin tidak mengerjakan NHW terakhir yang merupakan ujung tombak dari matrikulasi IIP ini karena saya bukan tipe yang tampil Ibu..jadi sungkan rasanya membuat sebuah kegiatan atau jadi inisiator sebuah kegiatan perubahan.

A4: Tidak harus tampil mbak, seorang konseptor juga penting. Pak dodik itu konseptor, saya yg berperan tampil ke depan
 
***
Q5: Ami
Ibu Septi yg kami sayangi..berkenankah Ibu meluangkan waktu bertemu dengan kami disela2 kesibukan ibu d family camp Bogor September nanti Bu
Ibu Septi yang kami amaatttt sayangi. Bagaimana teknis mengaturnya Ibu? apakah lewat fasil kami dulu Bu?
Ibu Septi...bolehkah kami tau...perkenalan dg Pak Dodik bgm? apakah langsung klop?
 
A5: Kita atur ya, semoga bisa

***
Q6: Fiona
Ijin tanya ya bu.. Bagaimana proses transformasi ibu, sebelum dan sesudah dipinang oleh Pak Dodik? pesan perubahan apa yang sebaiknya ibu pesankan utk kami semua?

Bu ijin tanya lagi, jika konseptor dan motivator ada sungguh luar biasa hasil perpaduan ibu dan bpk seperti sekarang ini..
Namun jika pasangan belum bs melangkah beriringan (kita sudah berupaya maksimal) apakah lbh baik kita tetap jalan terus, atau menunggu pasangan sandal yg satu lagi bu...
Ibaratnya pakai sandal jepit satu sisi tetap bisa jalan tapi kok kyknya kurang enak ya bu kalo satu sisi saja
🙏 Mohon pencerahannya
 
A6: Ini pesan pak dodik dulu ke saya saat menikah di tahun2 awal
*bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik*
 
***
Q7: Alphi
Bu Septi,  bagaimana kiat Ibu menyerap banyak ilmu untuk ditularkan ke anak-anak? Bagaimana menjaga semangat belajarnya bu?

A7: Saya berprinsip *belajar bersama* anak-anak, *bukan mengajar*
Sehingga konsisten mempelajari hal baru bersama mereka 15 menit sehari

***
Q8: Miftah
Assalamualaikum bu septi, selamat datang.. Salam kenal.. Senang sekali kedatangan tamu spesial kali ini.. Sangat ditunggu..
Saya mau langsung bertanya..
-Boleh ibu ceritakan hal yang paling melekat/berkesan di hati ibu ketika awal mula mendirikan ibu profesional..
Melihat kekompakannya dengan pak dodik.. Saya jadi termotivasi..
- Apakah zaman dahulu ibu pernah mengalami perasaan kurang percaya diri?
Mohon pencerahannya buat saya supaya menjadi orang yang pede & hebat seperti ibu.. Jujur pede saya masih sangat kurang..

A8: Hal yg paling berkesan ketika mendirika IIP di awal dulu adalah ketika sesuatu gagasan yg saya mulai hanya berdua dengan pak dodik saja, menjadi diterima oleh banyak keluarga di Indonesia.

IIP ini muncul salah satunya dipicu oleh ketidakpercayaan diri saya di awal menjadi IRT. Dan saya berproses memantaskan diri
 
***
Q9: Jihan
Ibu saya mau bertanya
1. Bagaimana mengelola emosi ketika marah atau lelah menghadapi anak (balita)? Apa boleh nangis di depan anak?
2. Bu Septi, maaf agak pribadi pertanyaannya.
Jika berkenan menjawab, pernahkan ibu dan Pak Dodik "bertengkar"?
Kalau seperti itu, apa yg biasa dilakukan?

A9: Boleh nangis mbak, silakan, yg tidak boleh adalah marah-marah di depan mereka, karena akan membuat luka.
2. Kami pasangan normal mbak, pasti pernah bertengkar. Bertengkarnya kami tidak di hadapan anak2. Dan kami punya *golden rules*

✅ Tetaplah berkomunikasi seberapapun emosi

✅ Segala hal yg terucap saat emosi batal demi hukum

✅ Apabila ada pertentangan pendapat, kembalikan ke Qur'an dan hadist
 
***
Q10: Vidia
Speechless.. bisa keep in touch sama ibu disini.. 😍😍
Ibu, gimana ya caranya ibu mendidik anak2 ibu yg saya lihat semuanya luar biasa??
Pasti butuh ketelatenan dan kesabaran yg luar biasa ya bu??
Bagi tips2 nya untuk kami dong bu..
😁
Kadang kami, eh saya masih suka kurang sabar menghadapi anak..

A10: : Semua anak itu lahir hebat mbak, kitalah yg harus memantaskan diri agar layak mendapatkan amanah anak-anak hebat tersebut
 
***
Q11: Neni
Assalamu'alaikum ibu septi😊
salam kenal ibu, nama saya Neni..
saya ingin bertanya bu, kesuksesan seorang ibu dalam mendidik anaknya dilihat darimana yaa bu? apa parameter kesuksesan tersebut ya bu?

A11: Mbak Neni, masing-masing beda parameternya, kalau saya pribadi sampai bisa mengantarkan mereka menjadi pribadi aqil baligh, yg siap memikul beban syar'i di kehidupan ini

***
Q12: Ninit
Assalamualaikum bu septi cantik dan sholihah salam kenal sy ninit.
Bu sy ingin menanyakan bagaimana menurut ibu tentang sekolah dengan mengirim anak ke pesantren di usia lepas dari 12 tahun
Anak laki laki  saya  kebiasaan dekat dengan ibunya.
Keinginan melepasnya dan mengasah kemandirian menjadikan kami ingin menitipkan di salah satu pesantren.
Yg pasti akan banyak yg berkorban dan dikorbankan selain munkin berbuah manis, insya Allah
Tp menurut pandangan ibu bagaimana?

A12: Melatih kemandirian tidak harus di pesantren bun, itu salah satu cara saja. Masih banyak cara yang lain

***
Q13: Farida Hayu
Assalamu'alaikum Bu Septi. Aduh Bu saya dri belum tau ttg IIP udh ngfans bgt sm Ibu& keluarga. Ampe speechless niy mau Tanya apa, Bu..hehe🙏😍

Bu Septi, mau Tanya, apakah asalan awal&yg mendasar utk Ibu& keluarga memutuskan utk ber-HS? Bagaimana awal2 ibu&keluarga memulainya?

Bu Septi, Maaf mau tambah 1 Pertanyaan lg ya..🙏
Bagaimanakah menurut Ibu atau mgkn berdasarkan pengalaman Ibu, cara utk menyelesaikan masalah inner child negatif supaya terwujud seorang ibu yg professional lahir batin?
 
A13: Anak-anak yg memutuskan HS, saya yg justru belajar banyak dr mereka
Adakah luka masa lalu dalam orangtuamu mendidikmu dulu?
 
***
Q14: Maya
Assalamualaikum, Bu Septi, saya Maya. Ikut kelas martikulasi ini seperti menemukan cahaya ditengah keresahan sebagai ibu baru.. Apakah bisa jadi ibu yg baik & menghasilkan generasi yg baik.

Bu, sy ingin bertanya.
1. Bagaimana cara menjaga kekompakan thd pasangan bila salah satu hilang semangat terhadap misi keluarga?
2. Mohon tips bu, untuk saya sebagai istri agar dapat mendampingi suami untuk menjalankan misi keluarga
 
A14:
1. Tipsnya harus sering ngobrol bareng, makan bareng, jalan bareng, ngopi/ngeteh bareng. Yg bareng2 aja deh hehehe.

2. Misi keluarga adalah peran atau tugas yang diamanahkan Allah terhadap hadirnya keluarha kita. Mengapa kita dipertemukan dengan suami/istri kita, mengapa hadir anak-anak di rumah kita, pasti Allah sudah punya misi khusus. Kita bertugas mencarinya.

Itulah mengapa peristiwa pernikahan adalah peristiwa besar peradaban, Kitabullah menyebutnya Mitsaqon Gholidzo, itu karena ada peran peran besar peradaban, ada janji janji besar yang ditunggu dunia dan ditanya di akhirat kelak, dari sebuah pernikahan atau sebuah keluarga. Itulah mengapa disebut bahwa perceraian mengguncang Arsy, karena ada peran dan tugas sebuah pernikahan yang sirna bersamaan dengan terjadinya perceraian.
Dengan mengetahui Misi keluarga akan memperkecil terjadinya perceraian di rumah kita
 
***
Q15: Arum
Bu septi yg saya hormati,saya ingin bertanya bagaimana membagi perhatian dengan anak-anak agar anak2 terpenuhi kasih sayangnya sehingga mreka bs saling menyayangi (meskipun wujud sayang itu tidak selamanya akur)

A15: -
***
Q16: Tina
Assalamu'alaikum bu.
Sy ingat kata2 ibu. Semua dimulai dr mencari pasangan yang baik. Berhubung sy masih single ni bu. Apa pertanyaan2 prinsipil yg seharusnya kita tanyakan kpd calon pasangan agar kelak bisa mendidik anak2 dg baik dan bermanfaat untuk umat?
Apa doa yg sll ibu panjatkan shg bertemu dg pak dodik yg hebat

A16: -

***
Q17: Ana
Assalamualaikum Bu Septi bagaimana bisa me-recharge selalu semangat mendidik anak-anak sekaligus membina rumah tangga bersama suami?
 
A17: -

***
Q18: Netty
Assalamualaikum Ibu Septi...
Ibu, saya kagum sekali dengan konsep sekolah school of life lebah putih yang ibu dirikan..
Rasanya ingiiin sekali kami sekeluarga bergabung menimba ilmu bersama disana..
Untuk mewujudkan hal ini  berarti kami harus hijrah ke sana..
Kira2 lebah putih akan buka cabang Jakarta ga ya bu?

A18: -

***
Q19: Sukeng
Bu septi bisa minta kata2 penyemangat buat kami menjelang kenaikan kelas
 
A19: Aduh udah selesai yaa...saya harus pamit, saya buatkan kata-kata dulu deh

*Mendidik anak itu bukan membuat mereka bisa menjawab 1000 pertanyaan yang jawabanya sudah diketahui, melainkan membuat anak bisa bertanya 1 pertanyaan yang membuat mereka menemukan 1000 pengetahuan*

Matrikulasi ini tidak cukup untuk membuat kita semua bisa mengantarkan anak seperti kalimat di atas, maka teruslah belajar dan tetap semangat

***
Demikian 30 menit++ yang berlalu begitu cepat. Aliran pertanyaan dari para peserta MIIP penuh semangat, sampai-sampai ada beberapa pertanyaan yang belum sempat terjawab. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari obrolan singkat dengan Bu Septi malam ini dan semoga Ibu bisa datang ke kopdar kami bulan depan. Aamiin...

17 comments on "30 Menit Lebih Dekat bersama Ibu Septi Peni Wulandani, Founder Institut Ibu Profesional"
  1. Sering banget lihat postingan teman-teman yang lagi ikutan Institut Ibu Profesional ini. Terus kepengen daftar juga, tapi khawatir gak sempat beresin tugasnya. Heuheueheu.

    Salut deh sama teman-teman yang udah pada lulus ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat ikutan, Mbak. Kemungkinan September atau Oktober dibuka kelas baru. Seminggu butuh fokus sekitar 2-4 jam aja kok. Kelasnya lewat whatsapp jadi fleksibel mau cek materi pukul berapa.

      Delete
  2. ibu keren ini, pernah ke bengkulu juga, banyak dapat ilmunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah belum pernah ketemu langsung. Jadwal beliau padaaaat

      Delete
  3. Wah banyak ilmunya. Makasih ya mba udah mau menuliskan ulang. Jadi termotivasi

    ReplyDelete
  4. Waah asyik ya Mba, join obrolan seperti ini bisa tambah banyak ilmu. *Ikut nyimak :)

    ReplyDelete
  5. Terima kasih banyak sharingnya mba.

    ReplyDelete
  6. bnyak yang bisa dijadikan motivasi. Terimkasih mbak

    ReplyDelete
  7. Serius mba makasih ilmunya dan menulis ulang sangat memotivasi untuk aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. terus belajar menjadi ibu yang lebih profesional ya mbak

      Delete
  8. Inspiratif banget, semogaa aku juga bisa kaya ibu Septi, aamiin ☺

    ReplyDelete
  9. Iya. Inspiratif banget!

    Suka banget sama ini:

    *Mendidik anak itu bukan membuat mereka bisa menjawab 1000 pertanyaan yang jawabanya sudah diketahui, melainkan membuat anak bisa bertanya 1 pertanyaan yang membuat mereka menemukan 1000 pengetahuan*

    Huuaaa, dalem banget yak!

    ReplyDelete
  10. Udah lama tau tentang Bu Septi dengan anak-anaknya yang luar biasa hebat, salut sama cara beliau dalam mendidik anak-anaknya.

    30 mnenit obrolan yang bermanfaat sekali yo mba :)
    Smoga next bisa ngobrol-ngbrol langsung sama beliau hehe

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature