Ini Manfaat Bermain Lego yang Perlu Kamu Ketahui

Sunday, August 20, 2017


Main Lego itu nampaknya rumit harus memasang tiap bagian dengan sesuai. Namun begitu bentuknya mulai terlihat, saya jadi makin semangat menyusun brick. Malahan saya keasyikan sendiri sampai lupa bahwa ini mainannya SID. Sebenarnya punya Lego untuk anak atau emaknya, sih? Hihihi… 

lego untuk anak usia 1-7 tahun
Manfaat bermain Lego
Mainan asal Denmark ini sudah ada sejak 80 tahun lalu. Pantesan nama “Lego” begitu menempel di ingatan, bahkan untuk mainan balok dengan merek lain tetap saja orang menyebutnya “Lego”. Iya, kan?

Bermain lego bukan hanya sekadar menyusun balok. Permainan ini memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak. Apa saja? Yuk simak rangkuman parenting talkshow bertajuk “Bersama Lego Membangun Anak Indonesia yang Kreatif” di Kota Kasablanka, Jakarta, pada 19 Agustus 2017.

Di Food Society, Mal Kota Kasablanka berdiri mini stage dengan latar giant mosaic 3D Garuda. Lambang negeri tercinta ini terdiri dari 3500 bricks yang disusun sedemikian rupa membentuk burung garuda dengan lima sila. Hal ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72. Rizka Sucianty Gunawan, Trade Marketing Lego di Indonesia, mengatakan bahwa Lego juga mengadakan Lego Challenge menggunakan 72 brick untuk disusun menjadi hal yang Indonesia banget. Ada yang membuat Monas, candi, juga simbol pancasila yang kemudian dipajang di area tersebut. Kreatif! 

Yup, bermain Lego dapat membiasakan anak untuk berpikir serta berprilaku kreatif sejak dini. Anak menjadi tertantang untuk memecahkan masalah dari permainan Lego.

mainan edukatif murah
Lego bertemakan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Ada motor yang digantung di panjat pinang.
Dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH yang hadir pada siang itu menuturkan pertumbuhan otak anak di awal masa kehidupannya begitu cepat. Bayi lahir dengan massa otak 400gr. Pada usia 3 tahun, massa otaknya menjadi 1100gr. Bandingkan dengan otak dewasa yang memiliki massa 1400-1600gr.

Inilah waktu yang penting untuk memberi stimulasi yang tepat agar pertumbuhan otaknya optimal. Stimulasi dapat diberikan dengan cara bermain karena bermain memberikan banyak manfaat, seperti: melatih kognitif, kreativitas, komunikasi, dan interaksi anak. Bermain juga melatih konsentrasi untuk mempersiapkan anak sekolah. Selain itu anak berlatih bersikap kooperatif, patuh, dan mengendalikan diri. Dari sisi orang tua dapat mengenal karakter anak dan meningkatkan bonding dengan anak melalui bermain bersama.

Dr. Bernie mengingatkan untuk memberikan stimulasi sesuai usia anak. Ketika anak belajar merangkak, letakkan mainan di depannya supaya ia tergerak untuk meraih mainan tersebut. 

Mainan edukatif bisa berupa buku cerita bergambar, mainan pura-pura seperti boneka dan mobil-mobilan, board games, juga Lego. Pilih mainan yang membuat anak aktif bergerak.

Perhatikan juga mainan yang aman untuk anak. Lihat bagian “Peringatan/Warning” yang tertera di kemasan. Pilih mainan yang telah mendapat sertifikasi SNI. Sesuaikan pula dengan usia anak. Untuk anak kurang dari 3 tahun, hindari mainan dengan diameter kurang dari 4,4 cm. Bahan pembuat mainan juga harus terbuat dari bahan yang aman. Dan yang tak kalah penting bentuk mainan tersebut aman, tidak runcing, ataupun tepinya tidak bergerigi.

Bagaimana dengan media digital? Sesuai American Academy of Pediatrics, screen time untuk anak usia 2-5 tahun maksimal 1 jam perhari. Sebaiknya tidak memberikan media digital ketika makan dan 1 jam sebelum tidur. Kalaupun ingin mengenalkan gawai ke anak, pilih program yang terbaik untuk anak dan orang tua perlu menemani dalam penggunaannya.

lego murah
Sementara para ibu menyimak parenting talkshow, anak-anak bebas bermain Lego
Daripada main gawai, mendingan main Lego aja deh. Dari kepingan balok-balok berbagai bentuk bisa disusun menjadi banyak kreasi menarik. Yang penting, pilih Lego sesuai usia anak. Ada Lego Duplo untuk anak usia 1,5-3 tahun. Lego ini memiliki ukuran cukup besar yang mudah dipasang-lepas oleh batita. Untuk usia 4-7 tahun bisa memainkan Lego Juniors. Komponennya kecil tetapi mudah dirangkai. Ada pula Lego Creator untuk anak usia 6-12 tahun dengan tingkat kerumitan yang lebih menantang.

Selain Lego yang dijual secara retail seperti di atas, ada Lego yang tidak dijual untuk umum. Lego-lego ini khusus untuk pendidikan. Hal ini diungkapkan oleh Gunawan Tunas dari Lego Education Program. Di Indonesia, Lego telah bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk mengadakan ekstrakurikuler Lego. Berbagai perlombaan telah diikuti para peserta Lego Education Program. 

Mendengar penuturan beliau, saya teringat Lego robotic di Legoland, Malaysia. Di sana anak-anak membuat pemrograman melalui komputer supaya robot Lego bergerak ke titik tertentu. Canggih banget! 

Ada yang ngintip truk Lego
Cukupkah anak bermain? Gunawan mengutip kata-kata dari Kak Seto bahwa bermain merupakan hak anak. Apabila anak kurang bermain di masa kecilnya, maka ia tidak akan pernah dewasa. Akibatnya ia akan bermain ketika dewasa hingga lalai terhadap kewajibannya.

Bagaimana dengan pandangan Lego yang mahal? Urusan harga itu relatif. Lihat pula nilai dari mainan tersebut. Berbagai manfaat yang telah disebutkan di atas membuat Lego bernilai tinggi. Kualitasnya juga sudah terbukti. Dari satu juta bricks yang diproduksi hanya 18 buah yang cacat. Meskipun sudah dipakai bertahun-tahun, ukuran Lego masih sama dan bisa menjadi mainan yang turun-temurun.

Sissy Prescillia Sungkar membenarkan hal tersebut. Koleksi Lego miliknya sejak kecil masih bisa dipakai hingga ia memiliki anak. 

(ki-ka: CJ sebagai MC; dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH; Sissy Prescillia; Gunawan Tunas)
Artis yang juga ibu dari 2 anak ini suka bermain Lego di kala senggang. Ketertarikannya bermain Lego muncul ketika ia hamil anak pertama. Ia lebih sering di rumah sehingga merasa bosan. Ia pun bermain Lego dan menjadi ketagihan mengumpulkan berbagai tipe Lego. Hobinya ini menular ke anak sulungnya. Ia bebaskan Maika berkreasi menggunakan kepingan Lego menjadi bentuk-bentuk sesuai imajinasinya.

Saking sukanya Maika dengan Lego, ketika bepergian jauh Sissy membawakan Lego untuk dimainkan selama perjalanan. Lego disimpan dalam plastic zip lock supaya isinya tidak tercecer. Wah, ide yang menarik nih untuk SID.
giant mosaic 3d garuda dari lego
Wow! 3D Garuda dari 3500 bricks
Banyak ya manfaat yang diperoleh dengan bermain Lego. Anak akan berkembang dengan optimal melalui stimulasi yang tepat seperti ini. Orang tua juga bangga memiliki anak yang kreatif dan aktif berkreasi. Yuk, main Lego lagi!


19 comments on "Ini Manfaat Bermain Lego yang Perlu Kamu Ketahui"
  1. Anak daya dulu suka main lego, koleksinya pun macam2. Agak gedean dikit sekarang beralih main sepeda diluar, legonya pun terlupakan... Sesekali saya ajak main lego lagi bersamasama.

    ReplyDelete
  2. Huaaaa... ada lautan lego. Fadel sangat excited sama lego. Sejak usia 2 tahun, awalnya mainan balok yang besar-besar. Disusun jadi mobilan, gedung, dll. Makin gede Fadelnya, legonya makin rumit dan partnya makin banyak. Dia selalu senang jika berhasil merakit lego jadi bentuk yang dia inginkan. Ah, kapan ya event lego ini main ke Makassar. Fadel wajib hadir nih!

    ReplyDelete
  3. Lego aku juga masih suka main kutak utikk... Walau merek bukan lego tetep nyebutnya lego setuju mba

    ReplyDelete
  4. Lego memang permainan aku waktu kecil itu semacam mainan bongkar pasang.

    nurazizahkim.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Lego memang permainan aku waktu kecil itu semacam mainan bongkar pasang.

    nurazizahkim.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Kapan yaa event ini diadain lagi di Makassar? Jadi pengen bawa anak2 bermain di lautan lego 😍

    ReplyDelete
  7. Boleh nih buat Gie dan Sagara. Mainan kalau tahu teknik stimulasi ke anak sangat bermanfaat ya

    ReplyDelete
  8. Surga banget ni acaranya buat bocah, main lego sepuasnyaaa...

    ReplyDelete
  9. Emaknya juga anteng deh klo main lego hahaha.

    ReplyDelete
  10. Lego ini memang mainan kreativitas yang enggak ngebosenin menurut aku. Legonya sendiri juga terus mengembangkan diri sih. Menawarkan karakter-karakter baru. Bikin gemes.
    Aku aja suka banget lihat lego sampai sekarang.

    ReplyDelete
  11. Si bontot saya, paling suka nih ama lego. Malah dia bisa kreasi sendiri jadi bentuk yang unik.

    ReplyDelete
  12. Jadi penasaran pengin beli lego. Sempet takut bakal dimakan si kecil..mungkin nanti kalau sudah dua tahun lebih..thanks mba sharingnya.

    ReplyDelete
  13. U.kreatif memang perlu media y mba,,. Dan Lego Salah satu yg tepat u. Kreatifitas

    ReplyDelete
  14. Di rumah, anak2 sakbapake suka maen lego. Iki bapake suka beli lego ngakunya buat anak tapi ya suka mainin haha

    ReplyDelete
  15. kalau mau beli lego online yang rekomended di mana ya kak ?
    ,soalnya jauh dari mall hehe


    WWW YUKGAS ID

    ReplyDelete
  16. Jangankan anak2, saya aja kalau main lego gak mau diganggu hahaha...

    ReplyDelete
  17. Kalau saya lego juga untuk pengalih perhatian anak saat mereka susah dialihkan. Hehe...

    ReplyDelete
  18. Aduuh, jd inget maska pingin ke legoland. Mbuh kapan keturutan :/

    ReplyDelete
  19. Mainan kesukaan dari dulu sampe sekarang nih mbak

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature