Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Memetik Pelajaran dari Bermain di Taman

Wednesday, May 10, 2017

Sid sudah hafal kebiasaan kami tiap sore. Setelah mandi dan sholat Ashar, ia bergegas mengambil sepasang sandal biru miliknya. Dengan sigap ia memakai sandal yang ia sebut “sandal baru” meski sudah berbulan-bulan ia pakai. Lalu ia berdiri di depan pintu menunggu saya membuka pintu untuk pergi ke taman. 

bundaran gkb

Ketika pindah ke tempat tinggal ini sekitar setahun lalu, saya paling senang melihat ada fasilitas taman yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Awalnya hanya lapangan dengan sedikit tanaman hias dan area berbatu untuk pijat refleksi. Beberapa bulan kemudian ada ayunan, jungkat-jungkit, dan mainan anak-anak lainnya. Kebetulan mainan ini muncul mendekati pemilihan ketua pengurus komplek, semacam ketua RW lah. *you-know-what-I-mean*

Fasilitas bermain untuk anak-anak semakin lengkap membuat kami makin rajin bermain di taman. Bisa dibilang hampir tiap sore kami ke sana untuk bermain sekaligus bersosialisasi dengan para tetangga. 

Bermula dari taman dekat rumah, kebiasaan ini kami lanjutkan dengan berkunjung ke taman-taman lainnya. Syukurlah di Jakarta semakin banyak ruang terbuka yang dijadikan taman bermain ramah anak. Di antara gedung-gedung dan hiruk pikuk polusi kendaraan, terselip lahan hijau yang dinaungi pepohonan besar. Bisingnya lalu lintas sedikit teredam bila kami bermain di taman.

Baca yok baca: Bermain Sambil Belajar Tentang Idul Adha (Anak 1-2 Tahun)


Ketika kami berlibur ke rumah nenek, saya pun mencari taman untuk Sid bermain yang lokasinya dekat rumah. Kota industri tempat nenek tinggal menyediakan sedikit pilihan. Namun kami bisa menemukan sebuah taman yang baru dipugar dengan jarak yang mudah dijangkau. Memang tidak bisa sesering seperti di Jakarta tetapi Sid selalu excited saat saya ajak dia main swing swing di taman.

tempat wisata keluarga




Belajar di Taman

Kebahagiaan bermain di taman sebenarnya dari saya yang kemudian menular ke anak. Saya lebih suka berada di luar ruangan dengan pemandangan hijau menyegarkan. Jenuh rasanya jalan-jalan di pusat perbelanjaan (juga harus menahan banyak godaan 😝). Maka saya memilih alternatif bermain di taman.

Bermain di taman juga menyalurkan energi anak. Rumah bisa berantakan kalau anak bosan dengan kegiatan yang monoton dan ruang yang sempit. Beda dengan taman yang luas di mana anak bisa bereksplorasi dengan bebas. Ia dapat berlari dan mencoba berbagai permainan ketangkasan yang melatih motoriknya. Ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, juga monkey bar. Si Kinestetik sangat suka permainan monkey bar. Itu lho tiang yang bisa dipanjat sampai atas. 

taman main di gresik


Bonding orangtua dan anak semakin kuat dengan bermain bersama. Maka saat Sid bermain, saya tak kalah hebohnya mendampingi. Apalagi masa di mana ia belajar berjalan. Punggung sampai sakit karena membungkuk sambil menuntun Sid yang berjalan setapak demi setapak mengelilingi lapangan basket. Anggap saja olahraga! 

Taman dengan berbagai flora dan fauna bisa menjadi tempat pembelajaran mengenal alam. Di taman, Sid belajar kosakata baru sambil melihat bentuk nyata benda tersebut. Ada bunga berwarna-warni, bagian-bagian pohon, kucing, semut, juga ulat. Pernah satu kali ada ulat berwarna hijau yang merambat di baju Sid. Syukurlah ia tidak panik dan ulatnya bisa segera saya singkirkan.

Bermain di taman juga mendekatkan kami dengan para tetangga. Ibu-ibu muda dengan balita sering membawa anaknya bermain di taman. Para ibu ngobrol sementara anak-anak berebut mainan, eh maksudnya main bersama. Hehehe. Ibu rumah tangga kadang bosan juga berdua dengan anak di rumah. Taman bisa menjadi tempat refreshing sambil bersosialisasi dengan rekan seprofesi.

Baca yok baca: 8 Kecerdasan Majemuk Anak Meningkat Setelah Mengikuti Aktivitas Berikut Ini



Pun dengan anak-anak yang bisa saling belajar berinteraksi. Sid punya kawan dekat untuk bermain bola bersama atau berbagi cemilan. Kecerdasan interpersonalnya diasah untuk berbagi dan bergiliran bermain dengan anak lain. Well, kadang masih rebutan dan berakhir dengan tangisan. Ya begitulah anak-anak.

Area Promosi Kesehatan

bundaran gkb

Tulisan tersebut terpampang jelas di taman yang menjadi jujugan rutin Sid dan saya. Apa ya maksudnya? Taman tersebut sudah ada sejak lama tetapi kurang terurus. Seingat saya tempat tersebut remang-remang dan tidak ramah anak karena berisi remaja yang asyik pacaran. 

Sejak ada signage bertuliskan “Area Promosi Kesehatan”, taman nampak lebih terang dan bersih. Di sana-sini terlihat peringatan untuk berprilaku sopan dan menjaga kebersihan. Bahkan ada tulisan “Hindari Sex Pranikah”.

hindari sex pranikah

Taman yang terletak di Bundaran GKB, Gresik ini berdekatan dengan 2 arena bermain lainnya. Namun saya memilih tempat ini karena dua area lain tersebut diberi tanda dilarang parkir dan dilarang berhenti. Sedangkan saya tidak melihat adanya lahan parkir kendaraan yang layak. Bingung kan mau memarkir kendaraan di mana.

Taman ini dilengkapi dengan permainan anak-anak. Sid sudah mencoba semua mainan yang ada. Sayangnya sebagian mainan rusak. Beberapa ayunan keropos bahkan tempat duduknya hilang. Sebagian besar cat pada mainan telah mengelupas. Meski demikian, Sid nampak enjoy berlama-lama main di sana.

Oh ya, Setiap kami ke sana, baik pagi maupun sore, ada saja keluarga yang membawa anaknya bermain. Hati ini ikut bergembira melihat keluarga kecil menyempatkan untuk family time.

taman bermain di gresik


*
Banyak hal yang bisa dipetik dari aktivitas bermain di taman. Orangtua dan anak sama-sama mendapat manfaatnya. Dan... main di taman tidak membutuhkan banyak biaya. Kebanyakan taman kota itu gratis. Palingan bayar parkir kalau ada tukang parkir. 

Baca yok baca: Hal-Hal Sederhana Untuk Mendidik Anak Lebih Mandiri



Sebagai pecinta outdoor playground, saya berharap semakin banyak taman ramah anak di Gresik dan kota-kota lain. Buat kita sebagai pengunjung, rawat taman yang ada dan jaga kebersihannya.

Bagaimana dengan taman di kotamu? Sering main ke sana? Bagi ceritamu di kolom komentar, ya!

26 comments on "Memetik Pelajaran dari Bermain di Taman"
  1. aku jadi diingatkan lagi soalnya belum ngajak anak main di sekitaran rumah, taman paling dekat ada di pemda, cukup hijau juga tapi bukan diperuntukan untuk anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. di Bogor ada tuh taman yang baru diresmikan. Menarik buat dikunjungi karena ada banyak permainan buat anak termasuk permainan tradisional. Dekat apa ga dari rumah?

      Delete
  2. Semakin banyak taman, semakin banyak anak bereksplorasi ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak jadi punya lahan untuk bebas bereksplorasi. Lumayan lah mengurangi waktu bermain gawai

      Delete
  3. Di desaku nggak ada taman kayak gini Mbak. TApi untung rumahku dekat TK (yg tanpa pagar tentunya) heheh, namanya di desa. Jadi ya bisa nebeng main di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihih...anakku juga kadang main di PAUD dekat rumah.

      Delete
  4. kalo taman yang paling deket dengan rumah namanya lembah gurame mba, selalu rame kalo tiap minggu, karena sebelahnya ada pasar dadakan gitu^^.....cuman sayang kurang terjawa kebersihannya:(...tapi mayan lah, masih bisa buat nongki2 cantik da jogging^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini yang di Depok? Pernah dengar Lembah Gurame. Pasar dadakan bikin tergoda belanja dadakan, heheh

      Delete
  5. kalo taman yang paling deket dengan rumah namanya lembah gurame mba, selalu rame kalo tiap minggu, karena sebelahnya ada pasar dadakan gitu^^.....cuman sayang kurang terjawa kebersihannya:(...tapi mayan lah, masih bisa buat nongki2 cantik da jogging^^

    ReplyDelete
  6. Hi mba, aku juga tiap sore suka ajak hana jalan jalan ke taman deket rumah. Lumayan ada perosotan dan ayunan skalian nyuapin makan dia. Selain bonding dengan emak nya hana bisa belajar sosialisasi dengan teman teman yang ada di taman tsb.
    Tfs yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh teman-temannya Sid juga sering main sambil makan di taman. Kalau kami bawa cemilan aja. Capek ngejar-ngejar Sid buat suapin makanan

      Delete
  7. Saya harus 2 atau 3 orang klo sendiri masih give up. Ekspektasi manis selalu buyar

    ReplyDelete
    Replies
    1. babam emang yaa suka ngajak mamanya olahraga. Anak sehat!

      Delete
  8. betul taman bukan saja buat anak buat yg dewasa juga bagus ya buat refreshing apalagi aklau tamannya hijau dg pepohonan. Kalau ke bandung aku suka ke taman dan duduk2 sambil ngobrol dg anak2ku, alma. sayang di kotaku cirebon belum ada taman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ganti suasana ngobrol di taman asik juga nih

      Delete
  9. Wahh selalu menyenangkan ya mbak helena bermain dengan anak mah, mudah2 mainan dan cat yang mulai keropos di taman gresik itu bisa di perbaiki supaya tambah indah dan enak dipake buat family time. Di tempat saya juga ada taman kota malah di pinggir sungai, biasanya saya juga bermain dengan adek disana,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayang kan kalau tempat bermain seperti ini kurang terawat. Semoga yaa lebih diperhatikan oleh pemerintah

      Delete
  10. Kalau di Jakarta ada RPTRA mba, semua kegiatan buat anak2 ada di situ bukan buat jomblo...wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iya yang gede tuh RPTRA Kalijodo. Pengen deh mampir ke sana

      Delete
  11. Duh ayunaaaan, aku yang udah buibu pun suka loh main di taman kalo ada ayunannyaaa.. Bisa berayun sampe kerudung berkibar-kibar gitu kaaaannnn *apa siiih?x)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini nih yang bikin mainan di taman ga awet. Emaknya ikut main! hahahaa

      Delete
  12. Seandainya di setiap kota ada taman seperti ini anak-anak punya tempat bermain yang leluasa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes, taman kota itu penting. Hiburan gratis murah meriah :D

      Delete
  13. Senangnya Sid main di taman bermain gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. susah diajak pulang kecuali dia merasa capek :)

      Delete
  14. Saya juga suka ke taman kota.
    Lumayan bisa ngadem.
    Soalnya Kota Medan itu panasnya luar biasa.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature