Warisan Buku Sekolah dari Pasar Blauran

Wednesday, August 31, 2016
Warisan buku sekolah dari Pasar Blauran, Surabaya

Waktu sekolah saya bertanya-tanya, mengapa tiap tahun seragam olahraga ganti warna. Siswa harus beli supaya tampil seragam padahal baju tahun lalu masih layak. Pengeluaran yang juga besar untuk beli buku paket. Saat daftar ulang sudah diberi daftar buku beserta penerbitnya. Bisa beli di sekolah, bisa pula cari sendiri. Kalau tidak mau repot, ibu memberi saya uang untuk beli di sekolah saja. Tetapi ada kalanya kami hunting di toko buku langganan untuk mencari harga yang lebih murah. 

Buku-buku paket ini, kami biasanya menyebut kitab, hanya dipakai 1-2 semester kemudian menumpuk di gudang. Jarang ada saudara yang meminjam karena jarak usia yang jauh dengan saya. Harganya lumayan kalau tiap semester beli baru. Saat SMA ibu pun mengusulkan untuk beli buku bekas dan pinjam dari kakak kelas. Berburu buku bekas ini harus teliti supaya mendapat buku dengan kualitas yang layak.

Baca juga: Koleksi Buku Bayi 1 Tahun Pertama

Di Surabaya, ada 2 tempat yang terkenal menjual buku paket bekas yaitu Pasar Blauran dan Jalan Semarang. Ibu mengajak saya ke Pasar Blauran karena familiar dengan tempat tersebut sambil wisata kuliner di sana. Letaknya di seberang pusat perbelanjaan Wijaya yang kini sudah berganti menjadi BG Junction.

Pasar Blauran (dok. panduanwisata)
Masuk ke Pasar Blauran harus ada tujuan jelas, kalau tidak bisa kalap. Pasarnya besar dan toko yang menjual buku bekas banyak sekali. Sebelum ke sana harus menyiapkan catatan judul buku, pengarang, dan penerbit yang dicari. Kalau lapar, di sepanjang lorong banyak penjual makanan dan snack khas Surabaya. Pasar ini buka sampai malam dan selalu ramai.
Menggunakan buku paket bekas ini ada enak - ga enaknya. Enaknya memakai buku paket bekas itu:
  • Pengeluaran untuk beli buku lebih hemat dibanding beli baru, apalagi ibu saya jago menawar.
  • Kalau kualitas buku masih bagus dan rapi, tidak terlalu kentara buku bekasnya. Tidak malu dengan teman (ada gengsi sedikit bila memakai buku bekas).
  • Lebih beruntung lagi soal-soal di buku sudah ada jawaban dari pemilik sebelumnya. Untuk buku yang pinjam dari kakak kelas, saya pilih senior yang rajin dan rapi karena bukunya terawat.
Cari buku apa saja ada di sini (dok. bukuonlinestore)

Ga enaknya memakai buku paket bekas itu:
  • Kalau sedang apes dapat yang banyak coretannya. Ada saja gambar robot atau bunga, mungkin pemiliknya bosan mendengarkan guru.
  • Pernah juga sampulnya sudah hilang jadi saya ganti dengan kertas buffalo yang tebal.
  • Warna kertasnya sudah lusuh membuat malas belajar. Kalau buku baru, warna kertasnya masih kinclong jadi senang membacanya.
  • Karena ini cetakan lama, ada materi yang berbeda dari cetakan terbaru. Biasanya hanya beda 1 halaman jadi tidak terlalu berdampak.
Sekarang ini untuk sekolah negeri dan beberapa sekolah swasta tidak perlu membeli buku paket lagi. Buku bisa dipinjam dari sekolah. Enak ya, tidak perlu repot mencari sendiri. Tetapi ada sebagian sekolah yang jumlah bukunya lebih sedikit dari jumlah murid. Jadinya sebagian murid tidak kebagian buku paket. Untungnya buku-buku wajib ini bisa diunduh secara online dalam bentuk e-book. Ke sekolah jadi semakin ringan dengan e-book.

Baca juga: Ide bermain bersama anak

Ada pengalaman dengan buku paket sekolah jaman dulu? Atau masih kerepotan mencarikan buku sekolah untuk anak?
12 comments on "Warisan Buku Sekolah dari Pasar Blauran"
  1. buku paket dulu turun temurun mba jaman kakak, sodara masih kepake uda gtu dulu emang disedian dari perpus jadi nda perlu beli kecuali LKS pasti beli dari guru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah enak banget tuh bisa lebih hemat. Jamanku suka gonta ganti kurikulum sih

      Delete
  2. udah kayak senen ya mba klo di jakarta

    ReplyDelete
  3. Aku dulu pernah ngajar di bimbel. Zaman internet masih susah dan anggaran beli buku masih sedikit. Baru lulus kuliah waktu itu. Jadi cari beli buku bacaan di pasar Senen dan UNJ.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh di UNJ juga ada buku second gini?

      Delete
  4. Buku bekas masih banyak manfaatnya, yang langka dan bersejarah banyak yang cari

    ReplyDelete
  5. wah asyiknya ya, kalau aku bisa hunting seharian di sana tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ntar bisa kalap lihat tumpukan buku, mba

      Delete
  6. saya pernah ke Blauran ...dulu klo nyari buku second di jalan semarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang Jalan Semarang sudah makin tertata lho

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature