Lactacyd Baby: Cara Mudah Merawat Kulit Bayi Sensitif

Wednesday, June 1, 2016
Masalah bayi itu ada-ada saja. Saya sempat tidak tega mengganti popok BabySID karena melihat kulitnya yang merah dan lecet. Masalah ini biasa disebut ruam popok karena kondisi popok yang lembab sedangkan kulit bayi masih sensitif. Waduh ini diapakan ya? Sementara waktu saya pakaikan popok kain tapi konsekuensinya cucian popok menumpuk. Ribet dong padahal saya maunya praktis aja, heheh. Saya taburi bedak di bagian yang kemerahan. Eits…ternyata cara itu tidak dianjurkan karena dikhawatirkan bedak masuk lewat kemaluan atau terhirup dan mengendap di tubuh bayi. Jadi harus bagaimana?

Mother and Baby Indonesia, majalah yang selama 8 tahun konsisten mengedukasi tentang parenting, mengadakan talkshow bersama Lactacyd Baby dengan tema “Healthy Skin Healthy Baby, Cara Tepat Merawat Kulit Sensitif Si Kecil”. Sabtu (28/5) lalu bertempat di Igor’s Pastry, Jakarta Selatan, acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dipenuhi para peserta yang sudah tidak sabar curhat masalah kulit anak.
ki-ka: Tara Amelz, dr. Ling, dan MC Cisca Becker



Kulit Bayi Lebih Sensitif Dibanding Kulit Orang Dewasa

Sesi pertama dibuka oleh dr. Liem Hui Ling yang memberikan penuturan mengenai sensitifnya kulit bayi. Bayi terlahir dengan kulit tipis dan pH lebih tinggi dibanding orang dewasa. pH normal dewasa di kisaran 4-6 sedangkan pH bayi 7-8. Hal inilah yang membuat kulitnya sensitif sehingga mudah mengalami gatal, kemerahan, ruam popok, juga iritasi lainnya.

Untuk mencegah iritasi kulit pada bayi perlu diketahui penyebabnya, antara lain: kebersihan air mandi, popok, dan sabun yang dipakai. Kita bahas satu persatu ya:
  1. Gunakan air bersih dengan suhu yang hangat, tidak panas maupun dingin. Air yang terlalu dingin dapat menaikkan pH tubuh bayi sedangkan air panas dapat merusak kulit. Tips dari saya, gunakan bak mandi dengan indikator suhu. Warna indikator akan berubah bila air terlalu panas. Bayi cukup dimandikan selama 5 menit. Jangan terlalu lama ya, awas masuk angin!
  2. Ganti popok secara berkala. Jangan sampai penuh dan membuat pantat bayi lembab. Tuh seperti BabySID yang terkena ruam popok.
  3. Pilih sabun khusus bayi dengan pH 3-4 yang telah teruji klinis dengan kandungan bahan alami. Sabun untuk dewasa cenderung membuat kulit bayi mudah kering dan iritasi.
Para peserta menyimak materi sambil live tweet

Merawat kulit sensitif anak yang aktif

Puas dengan penjelasan dr. Ling, kini giliran Tara Amelz, penulis cintaruhamaamelz.com, yang menceritakan pengalamannya menghadapi si manis Snow dengan kulit sensitif. Awalnya Tara mencari informasi cara mengatasi masalah ini ke forum-forum parenting lewat dunia maya. Pilihannya pun jatuh pada Lactacyd Baby sebagai sabun cair yang aman untuk bayi dan dewasa.

Hingga kini Snow memakai Lactacyd Baby untuk melindungi kulitnya dari iritasi. Apalagi Snow yang kini berusia 2 tahun begitu aktif. Pesan dari dr. Ling, bagi anak aktif bisa mandi lebih dari 2x sehari dan tetap menjaga suhu air mandi yang hangat. Cukup teteskan 3-4 sendok Lactacyd Baby ke air untuk mandi. Perhatikan daerah lipatan tubuh yang rawan iritasi. Untuk bagian yang terkena iritasi, teteskan Lactacyd Baby ke kapas dan tepuk-tepuk ke bagian tersebut. Pakai setiap hari supaya memberikan perlindungan optimal. Kandungan Lactic Acid dan Lactoserum dari ekstrak susu yang terbukti secara klinis ini pun aman bagi anak yang alergi susu sapi.
Photo booth lucu

Perbedaan alergi dan iritasi kulit sensitif

Kulit kemerahan dan gatal-gatal tidak melulu kulit sensitif, bisa pula alergi. Apa bedanya? Dalam sesi tanya jawab dr. Ling menjelaskan bahwa alergi karena terkena reaksi dari luar seperti gatal-gatal setelah makan udang, telur, dsb. Sedangkan bayi cenderung mengalami iritasi di area tertentu karena kulitnya sensitif. Namun untuk lebih memastikannya perlu berkonsultasi dengan dokter. Orang tua yang alergi pun melahirkan anak dengan risiko alergi. Bila alerginya membuat kulit kering, pH anak menjadi tinggi dan dapat menyebabkan iritasi. Maka kenali dan hindari penyebab alergi.

Menjaga kebugaran setelah melahirkan

Masalah kulit bayi sudah teratasi. Kini para peserta diajak memperbaiki postur tubuh oleh Adianti Reksoprodjo. Mba Anti ini seorang pelatih Crossfit yang memang aktif menjaga kebugaran tubuh. Sebenarnya ibu hamil boleh berolahraga sesuai kemampuan dan konsultasi ke dokter. Namun saat hamil anak kedua, ia sempat berhenti berolahraga selama 7 bulan. Hal ini membuat hormon endorfinnya turun dan berujung stress. Belum lagi setelah melahirkan secara Caesar. Bahkan dirinya pernah mengalami sindrom baby blues. Setelah lukanya sembuh dan dokter memberi lampu hijau, ia siap kembali berolahraga dan sindrom itu pun mereda.

Adianti mencontohkan gerakan latihan bersama bayi

Para ibu yang sibuk mengurus anak bukan menjadi alasan untuk tidak berolahraga, termasuk juga ibu menyusui. Supaya ASI tetap lancar maka perlu minum air lebih banyak. Perubahan fisik setelah melahirkan serta kesalahan sikap duduk dan menggendong rawan membuat tubuh sakit. Saya mengiyakan pernyataan Mba Anti. Pinggang dan punggung gampang sakit. Berikut ini tips dari beliau untuk memperbaiki postur tubuh:
  • Duduk di kursi dengan posisi kaki menempel di lantai, tegakkan punggung, turunkan bahu, relaks
  • Gendong anak di depan, bukan samping. Bila menggunakan baby carrier tetap digendong di bagian depan.
  • Jangan membungkuk. Bila mengambil barang di lantai meskipun ringan, berlututlah.
  • Saat memandikan bayi, letakkan di atas tempat yang sejajar dengan tinggi ibu seperti di atas meja (BabySID dulu mandinya di meja makan). Begitu pula saat memakaikan baju atau mengganti popok.
  • Duduk dengan posisi punggung tegak saat menyusui. Tarik perut ke dalam, ambil napas, dan tegakkan punggung untuk menaikkan postur tubuh. Untuk menopang bayi dapat digunakan bantal. Kaki rata sejajar, jangan menggantung. Pakai bantalan kaki atau kursi kecil bila perlu.

Latihan bersama bayi - dok. twitter @suci_risalah
Pendiri sekaligus pelatih @fitmumandbub ini mengajak para peserta yang membawa anak untuk berlatih bersama. Mba Anti pun menggendong anak keduanya dan mencontohkan beberapa gerakan seperti plie squat, baby thruster, dan the lunge twist. Saya pun antusias mengikuti latihan ini sebanyak masing-masing 6x sambil menggendong Sid. Ngos-ngosan! Ketahuan deh jarang olahraga. Aktivitas ini selain menyehatkan tubuh ibu juga meningkatkan bonding ibu dan anak. Mengajak anak berolahraga juga menanamkan kebiasaan hidup sehat dan aktif. Kalau mau melihat contoh gerakan Train with Baby bisa dilihat di akun instagram @adianti.

Fun edukatif talkshow yang berlangsung selama 2 jam ini berlangsung meriah dan sarat informasi. Selama acara banyak dibagikan hadiah bagi para peserta yang aktif. Alhamdulillah saya pun ketiban rejeki saat lucky draw. Sid senang mendapat handuk lucu dari Mother & Baby dan Lactacyd Baby. Kini tak perlu panik dengan iritasi kulit, ruam popok, dan gatal karena biang keringat. Kan sudah ada Lactacyd Baby.
Narsum Fun Edukatif Talkshow menerima bingkisan
Punya pengalaman mengatasi kulit sensitif anak? Ceritakan di kolom komentar ini dan ikut blog competition #LactacydBabyStory yuk!




15 comments on "Lactacyd Baby: Cara Mudah Merawat Kulit Bayi Sensitif"
  1. Karena sensitif jd harus dirawat secara khusus ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya perlu perhatian lebih dari orang tua

      Delete
  2. Aku punya dua pengalaman menghadapi dua bayi yang kulitnya iritasi karena air mandi. Jadi ya, cukup teteskan lactacyd ke dalam bak mandi, Alhamdulillah bersih kulitnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar ya mba..untung ada lactacyd baby. Beres deh

      Delete
  3. kapan-kapan kita foto bareng ya MBak, kemarin kita ketemu di acara yang seru ini, Lactacyd dan mother&Baby memang mengerti permasalahan pada kulit bayi ya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya...sampai juga lagi mba Tanti

      Delete
  4. Nice info mbak. Say jg pake lactacyd baby, cuma gak selalu. Krna saat cuaca terlalu panas si kecil tumbuh keringat buntat.

    ReplyDelete
  5. seru ya mba acaranya.. apalagi dapat típ trik menjaga tubuh tetap fit dgn segala kesibukan jadi ibu ya...

    ReplyDelete
  6. Seru ya mba, apalagi sesi olahraganya, ampuuun berasa emak2 banget, ngos2an, ahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, ketahuan deh jarang olahraga

      Delete
  7. heu heu heu.. kalau kulit bayi sensitif mesti di jaga banget deh

    ReplyDelete
  8. si kecil ken jg dlu pakek lactacyd baby mbk, soalnya kulit ken dlu sensitif bgd, prnh cobak sabun lain, langsung merah2 badannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikut lomba blognya mba, ceritakan pengalaman si Ken :)

      Delete
  9. bagus ya lactacyd ini. aku belum coba.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature