Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Image Slider

#NescafeJourney 2 on Mission: Meeting New People with Imam Darto

Wednesday, December 19, 2012
Hello bloggers!
here I am on my mission buat berkenalan dengan sebanyak-banyaknya orang di bumi ini.
mendengar
melihat
merasakan
bertoleransi
dan berbagi
untuk melihat dunia dengan lebih jelas

di video ini bercerita tentang aku, mengapa tertarik dengan misi ini, dan pengalamanku bertemu dengan orang-orang baru yang mengubah cara pandangku menghadapi hidup (hmm siapa tahu fotomu nampang di video ini)


need your support di #NescafeJourney dg misi Meeting New People create a world without stranger GABUNG dan SHARE IDE JOURNEY di sini

muchas gracias!
@helenamantra

-----------UPDATE-----------
Thank you for all your supports, pals!
an honor to be one of 60 finalists :)
good luck and enjoy the journey for the winners!


Warna Warni Melaka

Monday, December 10, 2012
Cinderamata dari Melaka
Di Melaka ada apa saja? Pertanyaan itu dalam sekejap dapat terjawab melalui jejeran warna warni magnet kulkas yg dijual sebagai souvenir di salah satu UNESCO world heritage city ini. Melaka, atau Malacca, terkenal dengan Christ Church, Stadthuys, clock tower, trishaw yg dihias dengan bunga, Baba-Nyonya heritage, Victoria's fountain, St. Paul Church, Maritime Museum, serta baju adatnya. I love Melaka.

submitted for #TurnamenFotoPerjalanan Ronde 8: WARNA on Jalan2Liburan

Buntelan Parasut - Maleo Paragliding

Wednesday, November 21, 2012
Wrap it and let's go home!
Menjelang siang di pinggir Pantai Talise
Angin mulai kencang dan matahari yang semakin terik membuat sesi belajar paralayang harus diakhiri
Buntelan hijau-putih-hitam itu adalah seorang lelaki bernama Ime yang berbalut parasut
Ime menjadi instruktur kami pada hari itu
Beliau sabar memberi arahan bagi kami, newbie dengan modal nekat, bagaimana cara membuka dan mengendalikan parasut

Palu, Oktober 2012

submitted for:
Turnamen Foto Perjalanan Ronde 7

Transit means City Explore: Balikpapan, East Borneo

Seperti mimpi, mendadak ada free-short-most wanted-trip to Borneo! Sekitar 5 jam transit di sana, aku ga membuang waktu cuma bengong di bandara. Mari berkeliling kota!
Ukiran khas Dayak ada di mana-mana (Sepinggan Airport)
Hey wait, ini pertama kalinya ke Borneo. Nyasar itu pasti. Mau kemana? Ga tau. Eureka! matur nuwun sanget dateng CouchSurfing yang mempertemukanku dg CS member di Balikpapan, namanya Mbak Hikmah. She should be tourism ambassador of East Borneo. She told me a lot about Balikpapan. Culture, food, places, weather, tra la la..so much to talk about.

with Mbak Hikmah, CS member from Balikpapan
FYI Balikpapan ada di Kalimantan Timur. Dekat dari Samarinda dan daerah-daerah sekitar sini banyak untuk pertambangan.

Kalau mau ke Balikpapan bisa via darat, laut, dan udara. Bandara Sepinggan tidak terlalu besar namun termasuk bandara internasional. Letaknya di selatan kota. Saat ini sedang ada renovasi untuk perluasan bandara. Akses ke kota sangat mudah. Jalan sebentar keluar bandara sudah ada angkot. Cukup membayar 3 ribu rupiah. Kalau mau naik kapal bisa ke pelabuhan Semayang, dekat perumahan pertamina.

Sepinggan Airport
Semayang Harbor
City explore dimulai. Nikolas selalu di tangan buat jepret sana-sini sementara mba Hikmah nyetir dg santai sambil beri penjelasan tentang Balikpapan. Oh..harusnya direkam supaya bisa aku tulis lengkap di blog ini.

Udara (cukup) panas, jalanan lenggang (meski hari kerja juga tidak terlalu macet), kota yang rapi dan bersih, oh perfekt! Kontur tanah yang berbukit-bukit bikin aku was-was takut motornya ga kuat trus mundur. Mba Hikmah menenangkanku, beliau sudah biasa mendaki gunung melewati lembah (sounds like Ninja Hatori)




Jl. Sudirman ini panjaaang dan penuh perkantoran. Memang tata kotanya dibuat seperti ini. Ada daerah perumahan, perkantoran, ada juga yang masih hijau dan alami. Hotel-hotel bertebaran, dari yang budget sampe boutique hotel. Mobil mewah juga mulai sering dijumpai di jalanan.

Biaya hidup, terutama makan, tergolong cukup tinggi dibanding di Jawa. Nasi dan ayam di warung biasa sekitar Rp 20.000,-, hmm si ayam jual mahal di sini. Mentang-mentang penduduk sini pada tajir dapat duit dari jualan minyaaak... Umumnya sarapan di sini pakai nasi kuning, nasi campur, nasi pecel, atau lontong sayur. Nasi kuning di sini lebih lembek dibanding naskun di Palu, Sulteng. Toppingnya ada bihun, tempe orek, telur bumbu bali, eh aku juga masih nambah gorengan hehe.. (ga tau bayar berapa buat yang ini, ditraktir mbak Hikmah ^^ thanks!)

Sepanjang pinggiran timur Balikpapan ada Pantai Melawai. Kalo balik lagi ke sini harus icip icip air lautnya nih.
Pantai Melawai sedang surut
Coba deh masuk ke komplek pertamina ini. Kantor, rumah, hutan jadi satu. Bangunan rumahnya luas, sudah ada sejak jaman Belanda. Siang hari lewat sini jadi kelihatan indah, kanan kiri banyak pohon. Kalau malam lewat sini, sendiri, ban bocor pula...krik krik..bayangkan sendiri. Dari komplek ini bisa terlihat kota Balikpapan dari ketinggian. Padat ya.
menuju komplek Pertamina, adem ayem serem
Oil bath-up, buat yang mau mandi minyak silakan nyemplung
Balikpapan dari ketinggian
Ini nih masjid agung di Balikpapan, masjid At Taqwa. Letaknya di pusat kota, Jl Sudirman. Waktu itu sedang ada akad nikah. Sayangnya belum masuk waktu ramah tamah, kan bisa mampir hehe. Aku hanya foto-foto dari luar saja, ga intip ornamen di dalam masjid (cek di mbah gugel, dalam masjid ini subhanallah keren!).
Kondangan di Masjid At Taqwa
Salah satu dari empat menara masjid At Taqwa
Beli oleh-oleh dg harga terjangkau (ala Borneo) datang saja ke Pasar Inpres Kebun Sayur. Di sana ada kaos, kain pantai, tas, kalung, gelang, ukiran, gantungan kunci, dll yang khas dg Balikpapan dan Dayak. Jangan lupa nawar ya.

Lima jam jelas sangat kurang untuk explore kota sebesar Balikpapan. Terima kasih buat Mbak Hikmah dan keluarga atas sambutan dan tumpangannya selama aku transit. Next visit mau ke Bangkirai, foto-foto di jembatan gantung ya.

It was my best transit time ever ;)
Mural bermanfaat di RT 12, ada denah supaya ga nyasar!
No String Attached (depan Masjid At-Taqwa)
See you again, Ipong! (Kucingnya Mba Hikmah)


Manado, City of Blessing

Monday, November 19, 2012

November is surprising month for me.
I went to Manado, North Sulawesi for business trip and took some photo shoots.
Not much but I like to share it here, esp for you who haven't gone there before. Manado is city of blessing.

No pic = hoax, it is me in Manado
what is that on the right side? a candle tower?



Green Roof, Red Roof, Blue Sky
Piranha statue?


Dotulolong Lasut Park before Sunset
Dotulolong Lasut Park after Sunset


Zero Point Monument in the heart of Manado City

(yummy) Rainbow Pudding from Toko Singapura, Manado


Ruwetnya Hat Yai

Tuesday, October 30, 2012

I went to Hat Yai last May, small  town in the south of Thailand. Once I arrived, I noticed that most of sign in Thai. I had no idea how to read it. Only few bahts and no signal for my smartphone to connect the internet, so buying local simcard wasn't a choice. Fortunately, I had saved some pictures of places to visit so I could ask to local people by showing the pics. One of my destination was going to Samila Beach, outside Hat Yai. After asking people using body language (thank God we could communicate in such way), I took ojek (motorcycle taxi) somewhere..I didn't know where this ojek took me, just trust the driver because he said that he is also a Moslem. Then he saw a car (or angkot) which could take me to Samila Beach. He told angkot driver to take me there. I sat beside angkot driver and took some pics while this angkot drove to Samila Beach. What I realized during the journey was motorcycles were everywhere. Something interesting both annoying was so many electrical cables all around city. I called it "RUWET' in Indonesia. Complicated, intricate, knotty, I don't know correct word to describe in English. Besides those cables, Hat Yai is a fine city to visit. Don't miss it if you take a tour in Thailand.
taken from Ojek and Angkot by @helenamantra

Kota Tua Jakarta

Kota Tua, Kota Jakarta, Indonesia

Kota Tua Jakarta selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.
Tak peduli semakin banyak gedung-gedung pencakar langit di seantero Jakarta.
Tak peduli macet yang tiap hari menghantui Jakarta.
Kota Tua selalu ada di situ, sebuah komplek dengan bangunan tua sejak jaman penjajahan yang kini dipugar menjadi berbagai musium bersejarah tanpa merusak keindahan arsitektur aslinya.
Tidak ada macet kendaraan bermotor. Semua orang berjalan kaki atau bersepeda sambil menikmati udara yang ramah dari polusi 
Tempat keluarga dan kawan berkumpul. Tempat pedagang asongan hingga penyedia jasa ramal mengadu nasib.
Semoga selalu lestari.


submitted for #TurnamenFotoPerjalanan Ronde 6: KOTA di MainMakan

Pasar Ikan Talise

Tuesday, October 16, 2012
Fish Market at Talise Beach, Palu
Setiap malam di pinggir Pantai Talise ada pasar ikan hasil tangkapan dari laut. So fresh from the sea. Ketika itu kami menemani Opa Jose, turis dari Peru, untuk jalan-jalan malam di Palu. Dengan kemampuan English yang pas-pasan, kami berusaha menjelaskan jenis dan harga ikan. Modal nekat buat jadi tour guide. Menurut Opa, harga seafood di sini lebih mahal daripada di negara asalnya. Hmm..kenapa ya? Padahal lokasi pasar ini tepat di sebelah pantai.

PS: Last minute post for #TurnamenFotoPerjalanan ronde 5 dengan host: Dwi Putri Ratnasari

hero

Thursday, October 4, 2012


 "Light The World
4th of Oct to infinite"

Senja di Pancur

Tuesday, September 25, 2012

Sebelum mentari tenggelam, masih ada sedikit waktu bermain bola.
Senja yang tenang di Pantai Pancur, Banyuwangi.


submit for #TurnamenFotoPerjalanan ronde 4 dengan tema: Senja 
host: Giri Prasetyo 
wanna join? share your Senja pics on the link above

Bocah dari Wana

Tuesday, September 18, 2012
Cici dan tiga kawannya adalah murid-murid SD di Desa Wana, Palu, Sulawesi Tengah. Desa ini terletak di atas gunung dengan akses terbatas. Bangunan sekolahnya pun hanya dari papan kayu yang kurang layak untuk belajar. Perlu waktu satu jam bagi kami menuju Wana dengan berjalan kaki untuk penyuluhan kesehatan dan ngobrol dengan bocah-bocah pemalu ini. Senyum mereka mengajarkan kami untuk selalu bersyukur dengan keadaan yang ada.

spesial untuk:
Turnamen Foto Perjalanan ronde 3

Traveling - a quote

Monday, September 3, 2012
“Don’t wait around. Don’t get old and make excuses. Save a couple thousand dollars. Sell your car. Get a world atlas. Start looking at every page and tell yourself that you can go there. You can live there. Are there sacrifices to be made? Of course. Is it worth it? Absolutely. The only way you’ll find out is to get on the plane and go. And let me tell you something. That first morning, when you are in your country of choice, away from all of the conventions of a typical, everyday lifestyle, looking around at your totally new surroundings, hearing strange languages, smelling strange, new smells, you’ll know exactly what I’m talking about. You’ll feel like the luckiest person in the world.” – Jason Gaspero

taken from Phil's room
I knew him from CouchSurfing when he requested a host in Palu, Sulawesi 

iPray

Wednesday, August 29, 2012
Ada do'a dalam tiap jepretan Nikolas :')
@helenamantra











National Parks in Banyuwangi

Tuesday, August 28, 2012
Take off your shoes and run to the beach!

Nature is calling!
Libur lebaran yang padat kali ini saya dan rombongan pergi ke Banyuwangi. Selama ini cuma numpang lewat kalau mau nyebrang ke Bali via Ketapang di ujung timur Jawa Timur. Here we go!
Ketemu Stasiun Lagi!
Berangkat pukul 9 pagi naik kereta api Mutiara Timur Pagi dari stasiun gubeng baru (depan PDAM). Maklum dah lama ga naik kereta, di Sulawesi ga ada men! jadi norak deh foto foto di stasiun. Kereta bisnis jaman sekarang ada colokan listrik, sangat membantu buat charging batre HP, kamera, dan laptop (jangan lupa bawa T atau kabel ulur, hahah). Sepanjang perjalanan banyak yg jual makanan tiap berhenti di stasiun. Nasi bungkus 3-7ribu, sate kerang imut imut seribuan, tahu, telor, minuman, dll. Sekarang ada petugas bagian kebersihan yg rajin bersihkan WC, jadi masih nyaman lah kalo udah kebelet dan terpaksa pake toilet di kereta (selama airnya masih ada). Kereta berhenti di beberapa stasiun seperti Wonokromo - Sidoarjo - Bangil - Probolinggo - Jember - Kalibaru - Kali Setail - Banyuwangi.


Hotel Baru Indah
Pukul 3 sore kami turun di stasiun Kalibaru kemudian lanjut naik elf carteran ke terminal Jajag. Sekitar 1 jam otw dempet-dempetan sampai deh di terminal. Penginapan kami di seberangnya terminal, Hotel Baru Indah, hotel yang bersih dan luaaaas malah mirip kosan karena kamarnya banyak dan cuma 1 lantai. Sekamar isi 3 orang, kamar mandi dalam (airnya perlu dikuras dulu), free drink (air mineral, teh/kopi), ada tv, kipas angin, dan si hexos yg bikin ademmm.


on the way to Plengkung Beach
Pos Jaga I TN Alas Purwo

Surf Camp di Gland
Gland and Plengkung beach
(bukan) pedagang lokal
On the way dari Pancur ke G-land
Bangun pagi..berangkat pagi..menuju Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi Selatan, ahe! Jalannya bikin goyang-goyang macem naik kapal, sengaja ga diperbaiki supaya TN ini ga dieksploitasi berlebihan sampe merusak. Kami melewati 2 gate jaga buat sampai ke Pancur. Ganti naik pick up yg dialasi karpet plastik tipis melewati jalan bergelombang selama 7-9km (satu-satunya transport yg diperbolehkan, semacam monopoli sih, kecuali punya koneksi orang dalem). Di jalan disuguhi pemandangan bermacam-macam pohon yg rimbun, babi hutan, rusa, kera, dll. Tadaaa sampailah di pantai bernama G-land, lately I know that pantai ini ombaknya no.1 se Indonesia dan no.2 di dunia (After Hawaii) yang okeh banget buat surfing. Banyak surf camp di sini = banyak bule dg badan atletis gotong surf board (oh andai ada binocular buat liat jelas atraksi para bule ini berdansa dg ombak). Pinggir pantainya berkarang jadi kalau mau surfing lumayan jauh ke tengah. Dapat info dari mas-mas exotic yang jadi tour guide surfer bule kalo buat belajar surfing bisa di Grajagan beach, ombaknya lebih bersahabat buat newbie. Ada juga Red Island yang rame turis lokal. Kami berjalan mengikuti jalur setapak sampai ke Plengkung Beach buat fotofoto, makan, dan berteduh. Lapar! Nah cara balik ke Pancur ini yg repot. Nunggu sampe mobil pick up datang sambil antar pengunjung yg lain ke GLand. Ga tau mobilnya kapan datang..lha kalo ga ada pengunjung lagi gimana? Hampir sejam nunggu, datanglah mobilnya. Rebutan naik dg pengunjung lain yg mau balik ke Pancur. Di Pancur ini ada pos jaga, tempat makan sederhana, masjid, lahan parkir yg luas, dan turun dikit ada pantaiii lagi. Hello Pancur Beach! Pasirnya lembut, kalo di Plengkung pasirnya seperti merica. Tempat ini lebih luas, kalo sore lagi surut dan keliatan karang-karangnya. View depan itu pantaiii, view belakang itu alas purwo dg pohon-pohon tingginya. AMAZING! Time is freezing there. Check out some photos, they describe better than my words.
Pancur Beach
Pancur Beach
Perjalanan belum usai, hari ketiga di Banyuwangi kami ke Taman Nasional Baluran di utara Banyuwangi. Jalan yang dilewati lebih (sedikit) mulus dan bisa naik kendaraan sendiri, ga perlu ganti mobil pick up. Baluran dikenal sebagai Africa Van Java. Kenapa? Pemandangannya dg savanna luas dan gunung lalu ada banteng, kera, rusa benar-benar seperti Afrika (padahal belum pernah ke sana). Well, to be honest, buatku tempat ini mengingatkan pada Australia sih. Kata temanku, Oz mirip Indo..not the other way around :p Yah tipe tipe gersang eksotis lah. Kami ke Bama beach dg view hutan bakau dan karang. Aku coba main kano dan ga jatuh, yeaa! (jadi kangen Outward Bound Indonesia). Masuk ke hutan bakau bersama yang lain dan balik karena semakin dalam akar pohonnya banyak yg rapuh. Kelar basah kuyup dan masuk angin, kami naik ke menara buat memantau binatang yg lagi dikasi makan. Jadi, pohon di Baluran ditata penanamannya dan hewan diberi makan tiap pagi dan sore.
Kano, Kera, dan baKau di TN Baluran

Baluran National Park

Baluran National Park
Saatnya beli oleh-oleh, di pinggir laut dan bisa keliatan Bali dg jelas tepatnya daerah Watu Dodol. Di sini jual souvenir dari kerang seperti gelang, bros, tirai, dan hiasan dinding. Monggo ditawar. Kalo oleh-oleh makanan ada di pusat oleh-oleh daerah perbatasan Banyuwangi - Rogojampi, toko lupa namanya --". Ada bagiak (kue kering mirip semprit dg berbagai rasa), pia tape, rengginang, sale, dll. Di toko ini juga jual batik khas Banyuwangi, motifnya yang gemenjreng cantik deh. Kelaparan, kami makan di samping toko oleh-oleh, ada tuh cafe resto VW yg bikin esmosi jiwa raga, sebut saja Toko Brengsek (atas saran dari Mr.S the next Bupati Banyuwangi). Lapar dan butuh cepet karena bakal naik kereta ke Surabaya dan perjalanan ke stasiun masih jauh eh malah pelayanannya begitu lama dan melambai cyn. Sampai ada pengunjung yg ga jadi makan di situ. LOL..udah berbagai gaya protes dilancarkan ke pemilik resto supaya cepet, masih juga leletos. Mungkin mereka ga siap dengan pengunjung rombongan macem kami ini.
Itu Bali!
Kelar makan, cepet balik ke daerah Jajag, ganti naik truk..beneran truk gede yg biasa angkut kambing apa sapi gitu trus melajulah kami diiringi angin malam menuju stasiun Kali Setail. Ahe ahe! Makasi pak sopir yang udah ngebut namun tetap cool, kami ga ketinggalan kereta Mutiara Timur Malam buat ke Surabaya.
dari naik elf sampai truk sapi, ahe!
Matur suwun sedulur kabeh, esp for Laros a.k.a Lare Osing sebagai tuan rumah. See you all in the next 5ive years. Dreams will come true, buddies!

Love the memories,
@helenamantra

Auto Post Signature