Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Image Slider

Menghidupi Hidup - Sitou Timou Tumou Tou!

Monday, December 19, 2011
Dokumentasi penyerahan bantuan oleh Kaskus Regional Palu ke korban bencana banjir di Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah.



LomoKino and LomoKinoScope

Wednesday, December 7, 2011



Brand new Lomo, analogue movie camera!
contact me for price
@helenamantra

I do!

Tuesday, November 15, 2011


People said:

DO what you LOVE, LOVE what you DO

How can I love doing something that I hate?
What should I do?
Quit.

Hidup Seperti Ubin

Monday, November 7, 2011
Apakah itu?
Ketika hari-hari menjadi datar
Ketika harapan tak dapat memompa hidup
Ketika kekecewaan dirasa
Ketika melayang dalam mimpi terlalu tinggi
dan lupa mengaitkan kaki pada bumi
Ketika hidup menjadi biasa saja sedatar ubin.

Adventure Junkies

Thursday, October 13, 2011
Borneo  //  Sumatra

Malaysia  //  Singapore  //  Thailand  //  Vietnam  //  Cambodia


China  //  South Korea  //  Saudi Arabia  // Nepal


Paris  //  Amsterdam  // Barcelona  //  London

Someday I will go there and fall in love

i am adventure junkies

Jembatan McDonald

Tuesday, September 27, 2011
Jembatan Empat alias McD

Kokoh

Kenapa berasa jadul ya

Di Palu, Sulawesi Tengah ada jembatan yang menjadi icon kota ini, namanya jembatan empat.
Mengapa empat alias 4?
Awalnya jembatan tersebut bernama jembatan Polulele, nama gubenur saat pembangunan jembatan tersebut. Setelah gubenur lengser, jembatan itu berubah nama menjadi jembatan empat (4) karena ada 4 jembatan di kota Palu dan itulah jembatan keempat.
Mungkin penamaan jembatan ini terilhami dari Shakespear...apalah arti sebuah nama...

Kudaku Lari Gagah Berani

Monday, September 26, 2011
Kuda Jimbron
 Minggu pagi saya iseng berjalan kaki dari kost ke arah Teluk Talise. Eh ini teluk apa pantai ya? Letaknya tidak terlalu jauh dari kost, jalan santai sekitar 15 menit. Lumayan lah pagi pagi cari angin dan cari sinyal sambil bawa Nikolas. Ternyata di sana sedang ada latihan kuda. Gagah dan kuat kuda putih, coklat, dan hitam. Dengan peralatan seadanya, para penunggang kuda ini melatih kuda masing-masing berlari di atas pasir dan di pinggir air.

Persiapan Sebelum Latihan

Bermain Air

Merumput atau Menyampah?

Under the blue sky

Morning in Paul Bay

Tuesday, September 20, 2011
Tadi pagi saya dan teman kost jalan-jalan menikmati udara segar di kota Palu, Sulawesi Tengah. Ga jauh sih jalannya..sekitar kost aja. Saat jalan-jalan, keadaan masih sepiii..belum pukul 06.00 WITA jadi bisa leluasa foto-foto. Here are some pics to share (tentang baik buruknya kota ini), enjoy!

Selokan buntu, kalo hujan jadi menggenang

view belakang sekolah: gunung!

pot di depan gedung DPRD penuh rumput liar

Kabel apa ini? Amankah?

Ada Roxy juga loh

Spanduk compang camping

Bisa foto di tengah jalan raya

Dikelilingi gunung!
Bibit Pohon Trembesi depan gedung DPRD, mau diapakan?


Trotoar penuh rumput, tidak nyaman untuk jalan kaki

  
Trotoarnya lubang lubang, awas kalo berjalan

Iceberg in University of Issue

Thursday, September 8, 2011

RK: Kalau teman2 blm membaca, dan ingin tahu mengapa civitas academica UI melawan Rektor, ini ada tulisan agak panjang dari ade armando, sy copas dr teman2 di UI. Boleh disebarkan agar masyarakat tahu mengapa ada perlawanan:

Berkaitan dengan kekisruhan di Universitas Indonesia yang bermula dari kontroversi pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Saudi yang kemudian berkembang menjadi gerakan pelengseran Rektor UI Gumilar Rusliwa Sumantri, nampaknya ada beberapa hal yang saya rasa perlu diluruskan.

Saya dari UI, lebih spesifik lagi dari FISIP UI. Saya termasuk yang marah dengan apa yang dilakukan rektor UI saat ini, walau dia juga dari FISIP UI. Tapi isunya bukan cuma soal pemberian gelar Doktor kepada sang Raja. Pemberian gelar itu jelas bermasalah dan memalukan, tapi itu sebetulnya hanya semacam puncak dari gunung es persoalan-persoalan yang ditimbulkan pola kepemimpinan sang rektor.  

Saya memutuskan terlibat dalam gerakan menggugat kepemimpinan Gumilar, karena apa yang dilakukannya selama ini bukan saja mencederai imej UI, namun juga bertentangan dengan amanat agar UI menjadi lembaga pendidikan tinggi yang seharusnya mengabdi pada kepentingan rakyat luas.

Saya merasa bahwa civitas academica di dalam UI wajib untuk terlibat menggugat kepemimpinan Rektor karena, sebagaimana dikatakan Prof. Emil Salim dalam orasinya yang sangat mengesankan di Fakultas Ekonomi 5 September kemarin, perguruan tinggi seharusnya berfungsi sebagai mercu suar penerang di tengah kegelapan yang harus menjunjung tnggi kejujuran moral.

Gumilar harus digugat karena ia memimpin UI dengan imej-diri sebagai seorang penguasa yang berhak, memerintah UI dengan sewenang-wenang.

Bisa dibilang, sang rektor memerintah dengan mengabaikan dua prinsip utama dalam prinsip good governance: transparansi dan akuntabilitas. Kalau saja, dengan kekuasaan itu, ia menjalankan amanat dengan baik, mungkin masalahnya akan lain. Namun, sebagaimana cerita penguasa otoriter di banyak belahan dunia, tanpa adanya kendali, sang penguasa terus melakukan langkah-langka yang merugikan masyarakat.

Dia memang adalah rektor pertama yang tidak dipilih dari bawah (melalui proses pemilihan di tingkat Guru Besar dan Senat Akademik sebagaimana di masa-masa sebelumnya) melainkan oleh Majelis Wali Amanat plus Mendiknas.

Sayangnya, karena merasa dirinya tidak dipilih oleh masyarakat akademik, dia merasa tak perlu melibatkan, terbuka dan bertanggungjawab pada masyarakat UI.

Soal pemberian gelar pada sang Raja Saudi adalah salah satu contohnya. Gagasan itu memang sudah pernah diutarakan oleh sejumlah kalangan dekatnya beberapa tahun lalu. Tapi itu adalah keputusan lingkaran kecil kekuasaan Gumilar. Itu bukanlah keputusan yang transparan dan bertangungjawab. Dia bahkan tega berbohong bahwa keputusan itu sudah pernah dikonsultasikan pada MWA atau Senat Akademik UI. Itu tak pernah dia lakukan. Dengar saja argumen-argumennya setiap hari yang terus berubah-ubah.

Agar adil, hal serupa sebenarnya dilakukan juga pada pemberian gelar-gelar doktor sebelumnya di bawah rezim Gumilar. Misalnya saja UI sudah memberikan gelar Doktor HC pada Sultan Bolkiah – sesuatu yang juga nampak bodoh tapi tak dipersoalkan karena skala dampaknya tak besar. UI di bawah Gumilar juga pernah berencana memberikan gelar Doktor HC pada Presiden Barack Obama, tapi ditolak. Yang penting di sini; seluruh keputusan ini tak dikonsultasikan dulu kepada pihak-pihak yang seharusnya mengawasi tindak laku rektor.

Sebelum ini dialah yang memutuskan UI membangun perpustakaan 8 lantai yang digambarkan sebagai 'perpustakaan terbesar di Asia'. Biayanya tak diktahui persis oleh publik. Kabarnya, 200 miliar rupiah. Dari mana dananya? Kabarnya dari anggaran pendidikan Depdiknas. Buat apa perpustakaan mewah itu dibangun? Tidak jelas. Yang jelas di kompleks perpustakan itu ada Starbucks Cafe, fasilitas kebugaran, teater untuk pemutaran film, dst dst...

Banyak pihak menganggap projek itu mubazir karena sebenarnya setiap fakultas sudah memiliki perpustakaannya sendiri-sendiri. Dengan Perpustakaan Pusat yang baru ini, seluruh buku yang semula tersedia dan mudah diakses di perpustakaan fakultas harus diboyong ke Perpustakaan Pusat. Akibatnya perpustakaan fakultas menjadi kosong melompong.

Alasan membangun perpustakaan delapan lantai pun mengherankan. Buktinya, yang dijadikan runag perpustakaan ternyata hanya sekitar 3 lantai. Lima lantai lainnya hanya diisi oleh ruang diskusi, ruang pertemuan, seminar, dan semacamnya.

Dalam kasus sebelumnya, dia mendatangkan delapan pohon raksasa dari Subang dengan biaya ratusan juta rupiah yang sekarang ditanam di sekitar gedung rektor. Buat apa? Tidak jelas. Kalau untuk penelitian, pertanyaannya: kenapa di UI? Apakah UI sedang mengembangkan pusat penelitian tanaman langka? Tidak. Jadi untuk apa? Tidak jelas.

Apakah keputusan ini pernah ia konsultasikan kepada MWA atau Senat Akademik UI? Tidak pernah!

Cara Rektor memimpin sangat otoriter. Mahasiswa yang memprotes kebijakan rektor diintimidasi, ditakut-takuti, diancam. Badan Eksekutif Mahasiswa pernah diancam dibekukan. Wartawan kampus yang menulis hal negatif tentang kampus diancam diskors. Untuk pertama kalinya untuk waktu yang lama, demonstran mahasiswa yang mengeritik mahalnya biaya pendidikan pada 17 Agustus lalu ditangani dengan kekerasan oleh satpam kampus.

Keuangan disentralisasi di Pusat. Birokrasinya berbelit-belit. Memang banyak dosen yang dininabobokkan dengan status dosen khusus yang memperoleh tambahan tunjangan, sehingga bergaji Rp 10 jutaan. Tapi banyak dosen yang gajinya terlambat dibayar atau bahkan tidak dibayar. Upah pekerja kebersihan di UI hanyalah Rp. 500-600 ribu per bulan -- jauh di bawah UMR Depok yang sekitar Rp. 900 ribu. Rektor dan konco-konconya senang berjalan-jalan ke luar negeri.

Banyak pengajar dan peneliti memilih tidak lagi mengembangkan kerjasama dengan pihak luar kampus karena kebijakan keuangan yang tersentralisasi itu menyebabkan uang yang datang dari luar harus disentralisasi di Pusat tapi kemudian sulit untuk dicairkan. Banyak peneliti yang mengeluh karena dana penelitiannya terpotong.

Terlepas dari segenap retorika tentang kampus rakyat, UI di bawah Gumilar sangat jauh dari kebijakan pro-rakyat. Gumilar dan konco2nya membuat sistem penerimaan mahasiswa baru yang memberi ruang lebih besar bagi mereka yang mampu membayar lebih. Dia punya banyak skema jalur masuk untuk itu. Rektor bahkan bisa menelepon pengelola program untuk 'mempengaruhi' agar program menerima mahasiswa yang semula sudah dinyatakan ditolak masuk karena dianggap tidak qualified.

Untuk mengamankan kekuasaannya, Rektor juga dikenal hanya memilih Dekan-dekan yang diharapkannya akan loyal pada dirinya. Ini yang menyebabkan dia kecewa sekali ketika dua Dekan muda yang dipercayanya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Dekan Fakultas Kedokteran ternyata menjadi dua tokoh yang mengeritik tajam kepemimpinannya.

Ada banyak cerita lain yang bisa dipaparkan di sini. Saya memperoleh banyak informasi yang menunjukkan betapa buruknya pengelolaan keuangan di bawah rezim Gumilar, termasuk soal bagaimana UI harus membiayai gaya hidup sang Rektor yang mahal. Tapi saya memilih untuk berhati-hati dulu. Sebelum memang ada bukti yang tak terbantahkan, saya mungkin sebaiknya menunda pembeberan informasi ini.

Tapi saya hendak tegaskan satu hal: kalau ada wacana Rektor UI harus mundur, itu bukan karena alasan politik, kecemburuan, sentimen kelompok, agama, atau apapun. Sebagian pihak berusaha meniupkan isu bahwa kritik ini dilatarbelakangi kepentingan untuk mengembalikan tampuk rektor ke Fakultas Kedokteran. Sebagian mengaitkannya dengan isu bahwa ini ditunggangi kelompok Kristen dan Sosialis. Itu semua bohong.

Persoalan utamanya sederhana: Gumilar adalah rektor UI yang buruk karena memerintah dengan sewenang-wenang dengan mengabaikan transparansi dan akuntabilitas yang ujung-ujungnya merugikan kepentingan masyarakat luas. Saya belum berani mengatakan bahwa dia korup, tapi yang jelas dia menyalahgunakan kekuasaannya.

Dalam keputusan kontroversialnya yang terakhir, dia bahkan menyatakan bahwa MWA yang memilihnya itu demisioner. Senat Akademik Universitas yang semula memiliki hak mengontrol, dia turunkan fungsinya menjadi sekadar memberi pertimbangan. Dengan kata lain, dia berusaha membuat agar tak ada satupun kekuatan di dalam UI yang berhak mengontrolnya. Persoalan ini yang digugat Prof. Emil Salim dalam orasinya.

Bagi Emil, sebuah tata pengelolaan Universitas yang baik hanya bisa dilakukan kalau prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipasi tersedia dan dilaksanakan.

(Sekadar catatan: Dewan Guru besar Fakultas Hukum UI sudah mengeluarkan Legal Opinion bahwa keputusan Rektor untuk mendemisionerkan MWA dan Senat Akademik Univesitas tidak sah).

Menurut saya, menggulingkan Gumilar dari tampuk rektor hanyalah satu pilihan. Kalau saja dia mau berubah dan dalam setahun ke dapan sebelum pemilihan rektor pada Agustus 2012 dia mau menjalankan amanat memimpin UI dengan cara yang mengabdi kepada kepentingan publik, tentu dia tak perlu turun. Kalau tata kelola UI diubah, dia tentu boleh terus memimpin.

Masalahnya, banyak pihak tak percaya bahwa dia bisa berubah, bahwa dia akan bersedia menjadi pemimpin yang memimpin dengann cara transparan, akuntabel, yang bertanggungjawab pada para pemangku kepentingan.

Kalau begitu, ceritanya memang terpaksa jadi lain.

Ade Armando

Mantan Anggota Senat Akademik Fakultas

FISIP UI


-----------------------
-----------------------
sumber: milist akuntansifeui2006

Forum Jual Beli

Tuesday, July 19, 2011
Berawal dari kebiasaan jualan sejak SD dan kebosanan yang melanda ketika bekerja di sebuah kantor yang adem ayem, saya mencoba membuka lapak di Forum Jual Beli Kaskus (FJB). Barang yang pertama saya jual dengan ID sendiri adalah tiket Java Jazz Festival. Iseng, untung-untungan, ga pake strategi, yah biasalah bonek saja! Sempet panik, mendekati hari H tiket masih sisa, ada yang order eh dibatalin, lapak saya di-copas sama ID lain, heuuu pressurenya membuat ingin menggigit orang! In the end alhamdulillah tiket laku semua! Udah traktiran atas profit, eh ternyata ada 1 complaint, karena kelalaian saya. Belajar lebih teliti dan mengadministrasikan hal dengan lebih baik, Len.


Lapak kedua saya mencoba sekali lagi menjual tiket JavaRockingLand 2011 meski tempat saya ada di antah berantah, dengan internet dan membangun kepercayaan pelanggan, optimis tiket bisa laku. Awal penjualan semua berjalan lancar. Hari ini H-3 dan ada 3 tiket yang nominalnya lumayan belum terjual. Dag dig dug, makin gencar promo di FB, twitter, Kaskus, Toko Bagus, BBM, dll. Sempat benar-benar terpukul saat ada yang sudah booking tiket dengan nominal besar dan tiba-tiba membatalkan tanpa memberi kompensasi. Saya hanya tertegun. Yah itulah risiko bisnis. Sedih luar biasa, rugi sudah di depan mata. Namun setelah saya pikir-pikir, tak apalah saya rugi, toh ini hanya di dunia, hanya sementara, harta melimpah tidak dibawa mati. Setidaknya saya belajar untuk ikhlas, untuk mengatur strategi kembali supaya lapak selanjutnya berjalan lebih lancar daripada sekarang. Amin.

Silakan mampir ke lapak bagi yang berkenan Tiket JRL 2011

Sholat Menghilangkan Kebosanan

Thursday, May 26, 2011
A: Bagaimana cara menghilangkan kebosanan padahal saya harus bertanggung jawab terhadap tugas-tugas dan pekerjaan saya?

B: Coba me-refresh otak dengan sistem meditasi. Kita punya kekuatan pikiran dan kita gunakan kekuatan pikiran untuk melawan gempuran nafsu.

A: Bagaimana caranya?

B: Sholat, itu semuanya hakekat sholat.
    Selama ini kalangan beragama memandang sholat hanya berdimensi peribadatan sakral tanpa melihat fungsi sosial psikologis dari sholat.
Pelajarilah sholat.
(itulah) Kenapa Allah begitu menekankan sholat.

A: Mengapa?

B: Karena sholat itu kita melepaskan baju fisik kita, melepaskan urusan periferal kita dan kembali mengingat jati diri eksistensialis kita, kembali mengingat siapa kita? kenapa kita didunia? apa sifat dunia ini? dan dimana jalan kembali kita? dengan begitu suami/istri, uang, anak, teman, kesenangan, kesakitan, kekurangan harta, kegagalan, dan semuanya yang terjadi hanyalah fana... hanyalah suatu proses yang memang harus dilewati untuk menuju jalan abadi. Maka kita akan memandang seluruh kejadian yang kita hadapi sebagai fenomena biasa, kita menghadapi dengan tenang, meskipun situasinya begitu menekan.
Itulah hakekat sholat. Dalam perjuangan nabi begitu terdesak oleh tekanan kafir karena itulah Allah menurunkan perintah sholat. Untuk menunjukkan pada nabi apa kedudukan kesulitan itu dalam kacamata kehidupan manusia secara global.
It makes us fresh and brave.


===========================sihero=========================



Balancing Right - Left Brain

Wednesday, May 18, 2011
Hadapilah, saat usia semakin tua ingatan kita cenderung semakin kehilangan ketajamannya. Kita mulai melupakan sesuatu, seperti nama orang, lupa meletakkan sesuatu atau pekerjaan yang harus kita lakukan. Tetapi tua bukan berarti otak Anda juga menjadi semakin tumpul. Agar otak selalu bisa terasah dan ingatan pun tetap tajam, berikut beberapa tipsnya:

Langkah I : MELATIH OTAK KIRI

Otak kiri Anda bekerja untuk mengatur kemampuan dalam penalaran, bahasa, tulisan, logika dan berhitung. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Untuk mempertahankan kapasitas otak kiri Anda, cobalah untuk mempelajari bahasa baru atau melakukan permainan puzzles.

Langkah 2 : MELATIH OTAK KANAN

Fungsi otak kanan adalah untuk menangani proses berpikir kreatif manusia. Otak kanan biasa diidentikkan tentang kreatifitas, khayalan, bentuk atau ruang, emosi, dan warna.

Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Cara kerjanya tidak terstruktur dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail. Bila terjadi kerusakan pada otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi. Untuk menjaga ketajaman otak kanan Anda berlatihlah bernyanyi atau membuat kerajinan tangan. 

Langkah 3 : MELATIH OTAK KESELURUHAN

Latih kemampuan Memori
Anda tentu masih ingat saat masih kecil, banyak hal yang harus Anda hafal. Ketajaman ingatan Anda akan meningkat jika Anda selalu melatih kemampuan memori.

Bergabunglah dalam kegiatan sosial
Memiliki jadwal aktivitas sosial yang padat diyakini dapat membuat otak bekerja lebih aktif dan mengurangi kemunduran kerja otak.

Selain faktor genetik, kemampuan dan kecerdasan seorang anak dapat dilatih dan diajarkan dengan cara melakukan aktivasi pada otak kanan. Umumnya para peserta yang bisa diajarkan oleh sejumlah instruktur berusia antara 4 hingga 12 tahun. Selanjutnya dicoba melakukan sejumlah kegiatan dengan mata tertutup. Anak-anak itupun melakukan berbagai kegiatan mulai dari membaca dan menebak angka. Semua itu diperoleh melalui latihan fokus.
Selain melatih otak kanan untuk kemampuan otak, motivasi ini bermanfaat bagi anak guna membangkitkan potensi diri dan karakter positif dalam diri anak. Saat ini, sejumlah kegiatan banyak ditawarkan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan anak dengan berbagai metode. Selain bermacam cara yang ditawarkan, yang terpenting tentu saja perhatian dan bimbingan para orang tua terhadap sang anak itu sendiri.
Masyarakat sering kali menilai IQ (Intelligence Quotient) disamakan dengan intelegensi atau kecakapan. Padahal, IQ hanya mengukur sebagian kecil dari kecakapan.

”Justru anak yang cerdas itu adalah anak yang bisa bereaksi secara logis dan berguna terhadap apa yang dialami di lingkungannya,” jelas Eileen Rachman, psikolog yang juga Direktur Experd, konsultan sumber daya manusia pada seminar 10 Cara Mempertajam IQ dan EQ (emotional quotient) Anak, di Jakarta.
Eileen menjelaskan, IQ merupakan angka yang dipakai untuk menggambarkan kapasitas berpikir seseorang dibandingkan dengan rata-rata orang lain. Pada umumnya IQ rata-rata orang diberi angka 100.

“IQ hanya digunakan antara lain membayangkan ruang, melihat lingkungan sekeliling secara runtut dan mencari hubungan antara satu bentuk dan bentuk lainnya. Tetapi IQ tidak mengukur kreativitas, kemampuan sosial, dan kearifannya,” katanya.

Sementara itu, kecerdasan anak dilihat dari pemahaman dan kesadaran terhadap apa yang dialaminya. Kemudian di dalam pikirannya, pengalaman itu diubah menjadi kata-kata atau angka. Karena itu, Eileen menekankan pentingnya pemahaman. ”Karena pemahaman adalah kombinasi antara upaya memperbanyak masukan melalui pancaindra dan pengetahuan yang sudah dimiliki,” jelas Eileen.

Bagaimana mengoptimalkan kecerdasan anak? Eileen menyarankan agar para orang tua meningkatkan cara belajar, membaca, dan mengulang. Misalnya, untuk memperkenalkan cara membaca, ibu membantu anak dengan memberi garis di bawah kata-kata yang penting, meminta anak membaca dengan suara keras dan menjelaskan makna bacaannya.
Selain itu, orang tua juga mengenalkan strategi, mengambil keputusan yang rasional, mencetuskan ide selancar mungkin, mindmapping, meningkatkan perbendaharaan kata-kata, berpikir sambil membayangkan, humor, berpikir kritis, dan bermain. Tujuannya menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan, karena struktur otak belahan kiri dan kanan mempunyai tugas yang berbeda.
Kenapa perlu menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan? Eileen mengatakan agar anak bisa membaca lancar dengan pemahaman penuh, menulis secara kreatif, mengeja, mengingat, mendengar, berpikir sekaligus pada saat yang sama atau menjadi juara pada cabang olahraga tertentu. Semua itu dibutuhkan koordinasi otak kiri dan kanan dengan baik serta terlatih.

Tetapi menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan bisa pula melalui kebiasaan. Eileen menjelaskan, misalnya dengan menikmati kesenian, warna, ruang dan bentuk, menghargai kreativitas dan menghargai kepekaan perasaan.
Sementara itu, dr Andre Meaza mengatakan bahwa masa usia dini merupakan periode emas untuk melakukan proses stimulasi aktif melalui proses pengindraan dengan tujuan membentuk wiring system. ”Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berpikir.”

Andre juga menjelaskan, separuh perkembangan intelektual anak berlangsung sebelum memasuki usia 4 tahun. Justru perkembangan kognitif usia 17 tahun merupakan akumulasi perkembangan dari anak lahir.
 
Menurut Andre, anak berusia 0-4 tahun memiliki perkembangan kognitif sebesar 50%, 4-8 tahun sebesar 30% dan 9-17 tahun sebesar 20%. ”Memang perkembangan otak sebelum usia 1 tahun lebih cepat, tetapi kematangan otak berlangsung sesudah anak lahir,” katanya.          
Dia mengingatkan bahwa pengaruh lingkungan awal pada perkembangan otak akan berdampak lama. Oleh karena itu, anak yang mendapat stimulasi lingkungan yang baik, fungsi otaknya akan berkembang lebih baik. 


Source:
KaskuS http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8542148 

Victory

Wednesday, April 27, 2011
Victory
By Herbert Kauffman


You are the Man who used to boast
that you'd achieve the uttermost,
some day.
You merely wished to show,
to demonstrate how much you know
and prove the distance you can go..
Another year we've just passed through.
What new ideas came to you?
How many big things did you do?
Time left twelve fresh months in your care
how many of them did you share
with opportunity and dare
again where you so often missed?
We do not find you on the list of makers good.
explain the fact!
Ah No, 'Twas not the chance you lacked!
As usual - you failed to act!
Victory starts from Action


KEMENANGAN
By Herbert Kauffman


Kau orang yang biasa membual
Bahwa sesuatu yang besar
Akan kau capai pada suatu hari nanti
Sebenarnya kau hanya mau pamer
Betapa luas pengetahuanmu
Dan betapa jauh yang akan kau tempuh
Setahun sudah kita lewatkan
Gagasan baru apa yang muncul di benakmu?
Berapa banyak peristiwa bernilai yang sudah kau lakukan?
12 bulan penuh ditanganmu
Apa yang sudah kau perbuat untuk meraih peluang-peluang baru?
Di daftar nama orang-orang berhasil, namamu tidak tercantum
Jelaskan, kenapa?
Bukan peluang yang kau tidak punya
Seperti biasa … kau tidak berbuat apa-apa

It's just the beginning, WE decide our own finish line

Monday, April 18, 2011

Hey, pals!
I know you are strong enough to face this life.
What goes around, comes around.

@helenamantra
18.04.2011 From Palu - WITA

Lomba Menulis Opini Bangga

Thursday, April 14, 2011
Semakin dipikir, semakin tak ada yang bisa ditulis

Tersenyum miris

Arguing

Friday, February 18, 2011
Debat bukan berarti usai meski kamu mengaku salah dan aku kau benarkan.

Chemistry of Love

Pernikahan itu bagaikan Na bertemu Cl, membentuk unsur baru bernama garam, yang lebih sempurna dari Na maupun Cl. #ChemistryOfLove

-inspired by M. Ed*y
18 Fevrier 2011, Bro.

Java Jazz Festival 2011

Thursday, February 17, 2011
Lagi coba jualan tiket java jazz festival tahun ini, udah coba selama 1 bulan jualan di kaskus. Alhamdulillah dikit-dikit laku, meski masih ada sisa. Semoga at the end of this month, tandasss. Amiiin.
Jadi belajar gimana caranya dagang di pasar persaingan terbuka gini, learning by doing, sakit hati sih tapi inilah proses.
Enjoy, Na!

P.S: silakan mampir ke lapak saya dg buka kaskus.us lalu kolom search ketik "java jazz" cari deh ID helenamantra
trims.

Midnight Sale at Masjid Muda Membara

Thursday, February 3, 2011
Shah Faisal Mosque -Islamabad

Aku mau mendirikan masjid. Gak luas tapi selalu penuh. Letaknya di dekat sekolahan. Selama ini yang sering ke masjid sebagian besar orang tuaaa. Kalo letaknya dekat sekolahan, aku berharap yang datang ya anak sekolah. Dah ga jaman pulang sekolah main ke mall. Yang keren itu ke masjid. Keren itu tahu hidup buat apa dan akan kemana, keren itu gak foya2, memanfaatkan waktu dengan sebaikbaiknya. Di sana Ada kajian tentang agama, tentang berbagai ilmu pengetahuan, untuk mengembangkan diri. Ada fasilitas wifi juga perpustakaan. Ada penyewaan jilbab juga, gratis! Kalo sering sewa, boleh bawa pulang deh. Tempat wudhu ce dan co terpisah, tertutup, Dan ga bisa intip-intipan. Enak Aja..hijab men! Kalo solat di sana berturut-turut 5x, di hari yang sama ataupun tidak akan dapat pin "anak gaul MMM" atau tulisan apalah yang lain. Belum pernah kan..solat dapat pin.. Gimana kalo dari karcis parkir, diundi buat dapat buku? Yah supaya rajin baca, tentang agama, tentang perjuangan, dll Tenaang, ini bukan masjid buat membentuk teroris. Ini masjid buat siapa aja yang mau belajar, yang ga mau hidupnya datar aja kayak ubin. Masjid ini buka 24 jam. Ada midnight sale, obral pahala, Pray 1 Get 2. Bisa solat malam atau diskusi sampe subuh. Ga perlu takut, ce atau co, aman Dan terarah. Yaah alternatif tujuan daripada mall, pub, atau luntang lantung di jalan. Masuk masjid ini gratis..mana ada masjid bayar. Kalo Ada yang mau menyumbang buat operasional masjid, we'll be glad :) Apa ya nama masjidnya? So far..Masjid Muda Membara. Keluar masjid ini jiwa jadi makin muda dengan semangat membara menjalani hidup.

Cheers @Helenamantra 3Fev2011, masjid darussalam, BRO

twitter

Wednesday, January 19, 2011

@helenamantra:

imperfection (camera) makes creativity

Thats why I love @lomography and @lomonesia


i pray, i stay, i die

Wednesday, January 12, 2011
#random

kalo cuma berdoa, terus diem aja, maka akan cepet mati

Seorang superhero terkadang butuh waktu lebih dari 1 episode untuk mengalahkan musuh.
Contohnya Batman vs Joker
Dalam film The Dark Knight, Batman belum tuntas melawan Joker, hingga akhir film Joker masih bisa bebas. Dalam episode-episode berikutnya Batman terus melawan Joker. Di sini ada yang disebut konsistensi. Meski belum berhasil mengalahkan Joker dalam episode tersebut, Batman konsisten menaklukkan Joker pada episode selanjutnya.

Sama halnya dalam memperbaiki bad habit. Terkadang perlu waktu cukup lama dan konsisten berusaha menghilangkan bad habit.

So, never easily give up!

Willing to be Placed All over the World

Monday, January 10, 2011
Kalau mendengar kalimat itu jadi teringat kontrak kerja sekitar 8 bulan lalu. Saat menimbang-nimbang untuk menyetujui kalimat tersebut, yang terbayang adalah jalan-jalan! Liburan sambil kerja! Yeaaay!

Seiring waktu berlalu, melihat rekan-rekan yang senasib ternyata memiliki respon yang berbeda-beda terhadap kalimat tersebut. Ada yang langsung mau nangis, ada yang datar, ada yang cepet-cepet berdoa, dsb. Dari situ saya berpikir mengenai kalimat tersebut, mengapa responnya sedemikian sehingga???

Mengapa takut? Why so serious? (kata Joker)

Di tempat itu (entah familiar ataupun benar-benar baru pertama kali ke sana) kita dapat belajar banyak hal karena di sanalah awal dari karir gemilang kita. Tempat itu merupakan pijakan pertama dari langkah kaki kita, belum tentu selamanya akan berada di sana. Seberapa lama di sana, seberapa baik kinerja, dan seberapa betah itu tergantung diri masing-masing (campur tangan perusahaan ada namun kecil).

Bayangkan, di sana kita bisa belajar banyak hal baru untuk meningkatkan hard skill maupun soft skill. Ada quote “apa yang dilakukan di luar pekerjaan akan mempengaruhi pekerjaan itu sendiri”. Nah, kesempatan itu selalu ada. Bila terlalu lama mengkhawatirkan/menyesali tempat kita kelak..waktu akan habis untuk belajar dan tidak fokus pada hal yang lebih penting.

Mengapa takut meninggalkan ibukota? Takut tidak ada bioskop? Mall? Atau kangen macet? Tempat hiburan tidak hanya bioskop, mall, atau jalanan yang macet. Kalau memang tidak menemukan hal-hal tersebut, amati penduduk lokal, hiburan apa yang biasa mereka nikmati. Then, enjoy it! Berbaur dan berbagi.

Hiburan ga cuma dari gemerlap lampu kota. Temaram pasar malam pun bisa menghibur.
Takut ga bisa berkomunikasi dengan keluarga atau teman-teman? Sinyal ada di mana-mana, para provider sudah rebutan membangun BTS hingga ke pelosok daerah bahkan di dalam hutan! Kita perlu menyesuaikan provider apa yang paling bagus di daerah tersebut.

Takut ga bisa bertemu dan jauh dari keluarga? Keluarga saya itu semua ciptaan Tuhan. Di tempat baru akan bertemu keluarga baru. Keluarga asli, tetap bisa berkomunikasi dengan berbagai kecanggihan teknologi. Telpon, surat, wesel, sms, bbm (kalo ga diblokir), internet, YM, Skype, dan social network lain. Kita bisa terus update dengan belahan bumi manapun. Selain itu buat keluarga jadi ada alternatif tempat liburan baru, mereka pasti senang!

Jakarta, kalau lama tinggal di sana rasanya ga mau pindah. Namun, ada satu hal yang membuat saya kurang betah, semakin besar suatu kota..semakin tinggi selfish penduduknya.

@helenamantra
#BRO 09 janvier 2011

Auto Post Signature