Monday, October 20, 2008

tentang Kukusan Teknik

sst..sst..GoSSiP yuk! tapi ini untuk kebaikan koq
dah sekitar setahun bolak-balik KuTek,,jadi mulai aware ma daerah ini
oia, KuTek itu Kukusan Teknik,,knapa namanya gitu,,coz di kelurahan Kukusan dan deket kampus teknik
buat para mahasiswa maupun pelancong yang sempet mampir ke kutek,,ada bbrp info nih ttg kutek (tidak menutup kemungkinan bahwa tulisan ini sangat subyektif)

>>Kutek bisa rame kayak pasar malam,,bisa juga sepi kayak kuburan baru dibangun, tergantung waktu datangnya..pada bulan februari-mei bakal rame..apalagi mei akhir hingga juni awal coz dah deket ujian, lalu lalang penghuni kutek sangat tinggi,,hingga mendekati tengah malam. Trus kutek super sepi pas lebaran dan desember akhir or januari awal..penghuninya pada pulang kampung! Tapi kalo bulan Ramadhan sekitar pukul 4 sore hingga buka puasa..macet,,apalagi dekat pintu kutek orang2 mngais rejeki dari berjualan gorengan n berbagai macam es enak

>>Kalo lapar, pagi-pagi bisa coba sarapan buryam ato nasi uduk deket masjid GD kutek
kalo siang-sore bisa ke warteg,,yang oK tu WarNasTek deket warnet Edoy baru, atau di Salero..meski agak jauh stlh masjid GD
di kutek yang kecil mungil ini ada Warteg Shinta yang punya cabang dimana2,,tp harganya termasuk mahal
kalo malam n sangat lapar bisa langsung ke Sate Lamongan, letaknya pokus cewek belok kanan,,deretan chuco n lalolo. Menu favorit sate ayam setengah (porsinya,,bukan ayamnya,,bukan tusuknya) ditambah sop ayam setengah , nasinya satu aja..harganya sekitar 9000
pilihan lain bisa ke Samtari a.k.a Wedhus tp selalu rameeeeeee dan lamaaaaaaaaa

>>bingung mau ngeNet tp g da leptop n wi-fi gretongan, bisa ngNet di Edoy baru yang letaknya di sblh salah satu cabang Warsin, depan warnastek, banyak koq PC-nya ,,tp mnurut pngalaman teman..mbak yg jaga suka rese' n suruh2 pelanggan (mayb niatnya self-service pdhl kan qt ingin diambilin apa gt..)
bisa juga ke warnet atas yg bisa webcam juga, 4000/jam, cepet banget!! suka dipake game online ma anak skolah, tapi tempatnya agak jauh..deket indomart tuh

>>Buku asli tak terjangkau..tenang..kan ada fotocopy! Buat apa ditemukan mesin canggih tapi g dgunakan? di Kutek banyaaaaaaaaak bgt fotocopy-an! tp hati2 kalo fotocopy di Grafika,,letaknya setelah masjid GD, deket Salero,,masnya yang tampangnya kyk orang STPDN tu suka menunda2 pekerjaan n suka lupa ga fotocopy,,jadinya kena denda deh tu buku perpus. Dah gitu pernah ada anak kost yang digodain ma dy. beh..beh..

>>Yang suka jadi anak perlap or HPD di kepanitiaan,,suka disuruh cari percetakan y? di kutek ada juga, Cootex sebelah pokus cowok,,tapi mahal. Da juga cabang SA Grafika,,lumayan nih yg ini,,letaknya deket tempat cuci motor stlh jalan turun kutek menuju masjid GD. Tp klo mw cari yg lebih murah lagi..umm..coba hunting di kober pocin margonda dll deh,


>>to be continue,,klo ada info baru yah

Thursday, October 2, 2008

Expectation and Disappointment


Expectation and Disappointment
First of all, Met Lebaran! Met Liburan! Maaf lahir batin atas kebodohan2 Na pd dunia dan isinya, Tuhan…
Mengapa ada penyesalan dan rasa kecewa?
Saat berinteraksi dengan seseorang atau sekelompok orang, tentunya kita memiliki ekspektasi akan dia dan mereka
Umm..akan ku permudah menjadi antara aku dan dia
Saat berinteraksi dengan seseorang tentu aku memiliki ekspektasi akan dia. Kalau selama ini hanya melihat dan mengamati dari jauh tanpa benar2 mengenal langsung dan selama itu aku mengamati tingkah dan prilakunya yang positif maka yang ada di pikiranku adalah dia orang yang begitu baik dan aku sangat senang bila dapat mengenalnya lebih jauh dan bisa mengambil teladan dari sikap positifnya. Aku berekspektasi begitu tinggi, berharap begitu banyak terhadapnya, tanpa memikirkan bagaimana dia sebenarnya seutuhnya, bagaimana dia sejujurnya, mungkinkah ada hal2 yang tidak dia tampakkan yang luput dari pandanganku selama ini, aku juga tidak memperhitungkan bagaimana masa lalunya sehingga dia tampak seperti itu. Sedikit banyak aku membohongi diriku sendiri dengan ekspektasiku yang memandangnya terlalu sempurna.
Ketika ada kesempatan mengenalnya dengan utuh, janganlah sampai disia-siakan. Seakan ini harapan yang jadi kenyataan. Aku berusaha mengetahui seluk-beluk kehidupannya dan berusaha menuai petuah-petuah darinya. Sungguh aku tak pernah menyesal bisa mengenalnya. Namun ia hanyalah manusia yang memiliki ego, super ego, dan ke-aku-an. Ia memiliki akal yang brilliant dan juga hawa nafsu yang harus dijaganya. Ia tak luput dari dosa. Aku mengakui itu, meskipun sebagian dari diriku berontak dan tidak dapat menerima bahwa dalam dirinya terdapat secuil sisi negatif yang aku tahu pasti dia juga berusaha mengendalikannya.
Setiap waktu aku meyakinkan diriku sendiri untuk paham akan sisi lain dirinya, sisi yang tak pernah ada dalam ekspektasiku, yang masih saja belum dapat aku terima. Satu kali…dua kali…tiga kali…entah hingga kini telah berapa kali dia berbuat kesalahan yang sama yang tidak dapat aku maklumi hingga pada puncaknya dia pergi tanpa pesan, meninggalkanku dan hanya menyisakan potongan2 puzzle yang hingga kini belum dapat kuselesaikan. Aku belum begitu mengenalnya, belum mengenal seluruh sisinya. Aku merasakan kecewa yang teramat besar. Entah karena aku tak bisa menerima kekurangannya atau lebih karena dia berbeda dari ekspektasiku yang berlebihan dan mengharap banyak darinya atau karena kesalahannya yang membuatku terluka dan tak ada yang menutupinya bahkan menyembuhkannya. Mungkin selamanya aku tidak dapat menerima dia lagi.
“belumlah terlambat untuk mengerti, dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
Selama hidup sepanjang usiaku, tak sekalipun pernah ku menyentuh wujudnya”
Saat berinteraksi dengan seseorang tentu aku memiliki ekspektasi akan dia. Kalau selama ini hanya melihat dan mengamati dari jauh tanpa benar2 mengenal langsung dan selama itu aku mengamati tingkah dan prilakunya yang positif maka yang ada di pikiranku adalah dia orang yang begitu baik dan aku sangat senang bila dapat mengenalnya lebih jauh dan bisa mengambil teladan dari sikap positifnya. Aku berekspektasi begitu tinggi, berharap begitu banyak terhadapnya, tanpa memikirkan bagaimana dia sebenarnya seutuhnya, bagaimana dia sejujurnya, mungkinkah ada hal2 yang tidak dia tampakkan yang luput dari pandanganku selama ini, aku juga tidak memperhitungkan bagaimana masa lalunya sehingga dia tampak seperti itu. Sedikit banyak aku membohongi diriku sendiri dengan ekspektasiku yang memandangnya terlalu sempurna.
Ketika ada kesempatan mengenalnya dengan utuh, janganlah sampai disia-siakan. Seakan ini harapan yang jadi kenyataan. Aku berusaha mengetahui seluk-beluk kehidupannya dan berusaha menuai petuah-petuah darinya. Sungguh aku tak pernah menyesal bisa mengenalnya. Namun ia hanyalah manusia yang memiliki ego, super ego, dan ke-aku-an. Ia memiliki akal yang brilliant dan juga hawa nafsu yang harus dijaganya. Ia tak luput dari dosa. Aku mengakui itu, meskipun sebagian dari diriku berontak dan tidak dapat menerima bahwa dalam dirinya terdapat secuil sisi negatif yang aku tahu pasti dia juga berusaha mengendalikannya.
Setiap waktu aku meyakinkan diriku sendiri untuk paham akan sisi lain dirinya, sisi yang tak pernah ada dalam ekspektasiku, yang masih saja belum dapat aku terima. Kemudian perlahan-lahan aku menyesuaikan gambaran ekspektasiku tentangnya yang selama ini aku ciptakan di otakku yang mungkin saja terlalu muluk akan dirinya. Aku belajar menerima dia yang sebenarnya dengan segala hitam dan putihnya. Aku mencoba memahami mengapa dia seperti itu, apa yang membentuk prilaku dan sifatnya. Sedikit demi sedikit kecewaku memudar hingga (aku berharap) dapat menerimanya sebagai dirinya yang sebenarnya (real).
“maafkan kata yang tlah terucap, akan kuhapus jika ku mampu
Andai ku dapat meyakinkanmu, kuhapus hitamku”
Greece, 1st Octo 08
21.19
Omah_ungU